You, you are my universe. And i just want to put you first. You, you are my universe and you make my life light up inside.
Kamu membaca paragraf di atas sembari menyanyi? Jika iya, dugaanku, Anda adalah fans Coldplay atau Army-BTS, eh? My Universe adalah lagu yang dinyanyikan bersama Coldplay dengan BTS. Lagu ini pertama kali kudengar dan kulihat videonya sepekan lalu.
Lagu Yellow dan In My Place sudah hampir dasawarsa kunikmati. Saat tahun-tahun awalku SMA. Sehingga telingkau lebih dulu akrab dengan suara Chris Martin dan kawan-kawannya dibandingkan dengan tujuh personel BTS.
Lagu BTS yang pertama kai kudengar adalah Permission to Dance. Aku mendengar gara-gara berita di Twitter kalau BTS ke Markas PBB. Dan membuat video klip.
Penilaianku terhadap My Universe bisa jadi bias. Bias waktu. Lebih dulu dan lama akrab dengan lirik dan musik Coldplay dibandingkan BTS. Di awal-awal lagu My Universe Chris Martin banget yang kurasakan.
Kemudian di bagian kedua menengah, menjadi milik BTS. Sisanya adalah suguhan kolaborasi saling mengisi antara kedua grup tersebut. Hingga akhir, menurutku My Universe menadi panggung yang adil bagi kedua grup musik tersebut.
Namanya kolaborasi, di samping menampilkan ciri khas masing-masing, juga menampilkan kesepakatan bersama yang hendak dipertunjukkan. Perbedaan musik, gaya, suara diberi tenpat, sembari berusaha menyuguhkan kolaborasi yang menjembatani perbedaan tersebut.
Kolaborasi, walhasil, menjadi medium penghormatan, pada satu sisi atas perbedaan-perbedaan, di sisi lainnya atas kesepakatan bersama, common agreement, kalimatun sawa.
Pada tanggal 22 April 1932, Mohammad Hatta menulis artikel di Daulat Rakjat edisi No 22 yang diberi judul Persatoean bukan Persatean. Di dalam artikel tersebut Bung Hatta menjelaskan makna persatuan. Lebih-lebih, persatuan yang dibungkus dengan dalih: Persatuan untuk mencapat tujuan yang sama.
Persatuan, bagi Bung Hatta bukanlah berarti meleburkan, meniadakan, dan meniadakan ciri khas, ide, gagasan, dan corak masing-masing. Persatuan tidaklah bermakna penyeragaman dengan menjadikan semua komponen menjadi homogen. Persatuan dengan semangat penyeragaman dan peleburan ciri khas tidak lain adalah persatean.
Persatean dari banyak daging, misalnya ayam, sapi, kambing, kerbau, kuda, kinci dan lainnya, ketika daging telah dituauk dan dibakar jadilah kemudian sate daging yang hilang keragaman asal muasal daging yang dipakai sebagai bahan mentah.
Persatuan adalah penghormatan atas perbedaan dan dengan semangat ketetapan hati untuk saling berlapang hati dalam mewujudkan cita-cita dan kepentingan bersama.
Persatuan yang demikian akan memungkinkan keanekaragaman berjalan paralel dan terkoneksi satu sama lain atas dasar kepentingan bersama.
Video My Universe menggambarkan dua grup musik yang berada di semesta yang berbeda dengan warna musik yang berbeda saling terhubung dan bermusik secara paralel. Dua grup musik di dua semeta berbeda bermain musik bersama secara paralel dan menghasilkan karya yang indah.
Semesta kehidupan terdiri dari beraneka ragam himpunan. Masing-masing himpunan membentuk ciri khas, ide, corak, prinsip, dan tujuannya sendiri. Meakipun demikian tetap akan ada isiran, singgungan, dan potongan antarhimpunan dalam semesta kehidupan yang beraneka.
Himpunan yang beraneka tidaklah untuk dileburkan, melainkan untuk bergerak bersama atas irisan yang menjadi cita-cita bersama. Sekeras dan sebesar apa pun perbedaan antarhimpunan, selalu terbuka peluang irisan-irisan kesamaan.
Hidup bersama dalam semesta yang beraneka seharusnya menjadi suluh bersama yang menjadi pencerah dari dalam diri masing-masing. Koeksistensi hidup bersama dalam keanekaragaman, dimulai dengan penerimaan keragaman bermula dari pikiran yang tercerahkan.
Lagipula, kita hidup tidak pernah benar-benar sendirian.








