Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Dalangoro, Pelabuhan Majapahit di Tengah Kota Bojonegoro

Branda Lokamaya by Branda Lokamaya
11/07/2024
in Cecurhatan
Dalangoro, Pelabuhan Majapahit di Tengah Kota Bojonegoro

Titik Pelabuhan Bengawan Dalangara, Bojonegoro.

Bojonegoro punya banyak titik Naditira Pradesa (pelabuhan sungai) Majapahit. Tapi, hanya ada satu titik pelabuhan yang berada di tengah Kota Bojonegoro. Ia bernama Dalangoro.

Pelabuhan Dalangoro terletak di Bengawan Desa Campurejo Kecamatan Bojonegoro. Dari sekitar 17 titik pelabuhan Majapahit yang berada di Tlatah Jipang (Bojonegoro), Dalangoro menjadi satu-satunya pelabuhan yang berlokasi di tengah Kecamatan Kota.

Pada 1358 M, Raja Hayam Wuruk memberi banyak titik pelabuhan di Bojonegoro karena sangat memuliakan Brahmana Jipang. Sikap takdhim Raja Hayam Wuruk pada Bojonegoro itu, karena meniru leluhurnya, yaitu Raja Wisnuwardhana Singashari, yang juga sangat hormat pada Brahmana Jipang.

Tercatat pada 1248 M, Raja Wisnuwardhana Singashari menulis prasasti untuk menghormati Para Brahmana Jipang. Sikap hormat Raja Wisnuwardhana itu, sebagai terimakasih karena Brahmana Jipang telah membantu pendahulunya (maksudnya Raja Ken Arok) dalam menyatukan Jenggala dan Panjalu untuk mendirikan Singashari.

Penghormatan-penghormatan para Raja Nusantara terhadap Brahmana Jipang itu, menjadi tradisi yang kemudian dilanjutkan Raja Hayam Wuruk Majapahit dengan menulis Prasasti Canggu. Sebuah prasasti membahas tentang transportasi air dan pelabuhan sungai Bengawan.

Dalam Prasasti Canggu (1358 M), penguasa terbesar Majapahit, Raja Hayam Wuruk, memberi cukup banyak titik Naditira Pradeca (pelabuhan sungai) di sepanjang Tlatah Jipang. Seperti dicatat J. Noorduyn dalam Further Topographical Notes on the Ferry Charter of 1358, ada sebanyak 18 titik pelabuhan Naditira Pradeca di Tlatah Jipang.

Titik-titik Pelabuhan Majapahit di Tlatah Jipang (Bojonegoro – Blora)

Titik Naditira Pradeca itu menyebar dari Jipang Hilir (Baureno – Rengel Tuban) hingga Jipang Hulu (Margomulyo – Menden Blora). Secara ilmiah, Prasasti Canggu (1358 M) telah memperkuat trademark Jipang (Bojonegoro) sebagai Wangsa Bengawan. Penguasa dan pengendali transportasi sungai Bengawan.

Dalangara menjadi titik pelabuhan yang berada paling dekat pusat Kota Bojonegoro saat ini. Ia juga menjadi satu-satunya lokasi yang tak banyak mengalami perubahan toponim. Hanya saja, statusnya mengalami perubahan drastis. Ia yang semula nama pelabuhan Bengawan, jadi sekadar nama gang jalan.

Bukti Jangkar Raksasa

Pada 2016 lalu, Dewan Kepurbakalaan Bojonegoro mengangkat sebuah jangkar kapal raksasa di lokasi tak jauh dari Pelabuhan Dalangara, Campurejo, Bojonegoro. Jangkar berukuran 110 cm x 92 cm tersebut, dilengkapi rantai raksasa sepanjang 25 meter. Praktis, dibutuhkan 5 orang dewasa untuk bisa mengangkat jangkar tersebut.

Jangkar Kapal Besi

Dari data Dewan Kepurbakalaan Bojonegoro, ditemukan bahwa jangkar raksasa ditemukan tak jauh dari titik pelabuhan Dalangara, diindikasi bagian dari kapal dagang VOC yang melintasi sungai Bengawan pada periode 1600 M. Ini berdasar kemiripan jenis rantai dengan Kapal Besi yang juga ditemukan di Desa Ngraho Gayam.

Penemuan jangkar raksasa ini juga jadi bukti penting keberadaan Pelabuhan Dalangara. Bahwa pelabuhan Bengawan yang ditetapkan pada 1358 M itu, masih menjadi pusat pemberhentian kapal (perahu) dagang. Artinya, bahkan 300 tahun setelah era Majapahit, Pelabuhan Dalangara masih beraktivitas. Ini terbukti ditemukannya jangkar raksasa dari periode VOC 1600 M.

Tags: Makin Tahu IndonesiaNaditira PradecaPelabuhan Bengawan BojonegoroPelabuhan Majapahit
Previous Post

Mengingat Bengawan, Merawat Fakta Kejayaan

Next Post

Islam Indonesia dan 7 Strata Masyarakat Nusantara

BERITA MENARIK LAINNYA

Subjek Wisata, bukan Objek Wisata
Cecurhatan

Subjek Wisata, bukan Objek Wisata

08/05/2026
Yang Ditakuti Penguasa
Cecurhatan

Yang Ditakuti Penguasa

07/05/2026
Komisi D DPRD Bojonegoro Soroti Penataan Pasar Modern, Minta Hak Pedagang Tak Diabaikan
Cecurhatan

Komisi D DPRD Bojonegoro Soroti Penataan Pasar Modern, Minta Hak Pedagang Tak Diabaikan

06/05/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Subjek Wisata, bukan Objek Wisata

Subjek Wisata, bukan Objek Wisata

08/05/2026
Yang Ditakuti Penguasa

Yang Ditakuti Penguasa

07/05/2026
Komisi D DPRD Bojonegoro Soroti Penataan Pasar Modern, Minta Hak Pedagang Tak Diabaikan

Komisi D DPRD Bojonegoro Soroti Penataan Pasar Modern, Minta Hak Pedagang Tak Diabaikan

06/05/2026
Kekuasaan yang Berkedok Tradisi?

Kekuasaan yang Berkedok Tradisi?

05/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: