Toponim pohon mengajarkan bahwa sejak lama, sejumlah kawasan memang ramah pada pohon. Berikut delapan kecamatan di Bojonegoro yang namanya berasal dari pohon, versi Jurnaba.
Dalam kajian toponimi, nama tempat bisa dipahami berdasar basis penamaannya. Dalam konteks ini, Jurnaba menyebut toponim sebagai jangkar pengetahuan yang jadi titik hubung antara masa silam dan hari ini. Untuk diketahui, para ilmuwan mengklasifikasikan toponim ke dalam sejumlah kategori.
Di antaranya; toponim fisiografis (merujuk pada bentang alam), hidrologis (berkaitan dengan unsur perairan), vegetatif (bersumber nama tumbuhan atau pohon), faunal (berasal dari unsur hewan), antroponim (nama tokoh atau individu tertentu), sosial (aktivitas masyarakat), dan kosmologis (pandangan spiritual lokal).
Pengelompokan kategori dan jenis-jenis toponim ini, menunjukan bahwa toponim tidak sekadar penanda geografis, melainkan juga arsip budaya yang merekam relasi manusia dengan lingkungan, sejarah, dan sistem makna yang hidup dalam masyarakat dengan rentang waktu yang cukup lama.
Pada ulasan kali ini, Jurnaba fokus menyajikan nama-nama kecamatan di wilayah Bojonegoro, dengan basis toponim vegetatif, lebih khusus lagi, berbasis nama pohon. Bukan dusun atau desa, tapi fokus pada nama kecamatan. Sebab, jika dusun ataupun desa, jumlahnya tentu bisa berlipat-lipat.

Oke langsung saja. Berikut ini daftar kecamatan di Bojonegoro dengan toponim vegetatif alias nama tumbuhan dan pohon, versi Jurnaba.
1. Kecamatan Sekar
Sekar merupakan kecamatan berada di garis paling selatan Kabupaten Bojonegoro. Kawasan ini berbatasan dengan Kabupaten Nganjuk. Dalam konteks toponim, Sekar berarti “bunga” dalam bahasa Jawa, namun juga memiliki makna simbolik terkait kesuburan, keindahan, dan dimensi religius-kosmologis. Toponim ini tidak hanya bersifat vegetatif, tetapi juga mencerminkan sistem makna budaya dalam penamaan tempat.
2. Kecamatan Gondang
Gondang merupakan nama kecamatan di sisi selatan Kabupaten Bojonegoro. Lokasinya berdekatan dengan Sekar. Dalam konteks toponim, nama Gondang berkait erat pohon gondang (Ara besar, genus Ficus). Dalam kosmologi Jawa, pohon ini sering diasosiasikan dengan tempat rindang, keramat, dan pusat komunitas sosial. Toponim Gondang menunjukkan keterkaitan antara vegetasi besar dengan ruang sosial dan simbolik masyarakat pedesaan.
3. Kecamatan Temayang
Temayang merupakan nama kecamatan di sisi selatan Bojonegoro. Dalam konteks toponim, nama Temayang berhubungan dengan kata Mayang, bunga atau tongkol dari Pohon Pinang. Mayang (Temayang) menunjukan identitas penting bahwa pada masa silam, kawasan ini dipenuhi banyak pepohonan pinang (palm) yang dalam konteks Pegunungan Kendeng, juga dikenal dengan istilah Pohon Gebang.
4. Kecamatan Ngasem
Ngasem merupakan nama kecamatan yang berada di wilayah tengah Kabupaten Bojonegoro. Dalam konteks toponim, Ngasem tentu berasal dari kata Pohon Asam Jawa (Tamarindus indica) yang punya makna sakral dalam budaya Jawa. Nama Ngasem menunjukan hubungan langsung antara vegetasi dominan dengan identitas ruang permukiman. Dalam konteks Kecamatan Ngasem, sudah sepatutnya banyak pohon Asam Jawa berukuran raksasa.
5. Kecamatan Gayam
Gayam merupakan nama kecamatan di kawasan tengah Bojonegoro. Lokasinnya berada di dekat Ngasem. Dalam konteks toponim, istilah Gayam tentu berhubungan Pohon Gayam (Inocarpus fagifer), pepohon besar yang tumbuh di dekat aliran air. Banyaknya lintasan anak sungai di kawasan itu, cukup jadi petunjuk bahwa pada masa silam, wilayah ini banyak dipenuhi Pohon Gayam.
6. Kecamatan Dander
Dander merupakan kecamatan di bagian tengah Kabupaten Bojonegoro. Lokasinya berdekatan dengan Ngasem. Dalam konteks toponim, Dander berhubungan dengan Pohon Dandeur (Randu Alas). Istilah Dandeur populer di wilayah Sunda, sementara masyarakat sekitar menyebut pohon ini dengan istilah Randu Alas. Dander sebagai toponim Randu Alas, menunjukan kedekatan masyarakat dengan pohon itu pada masa silam.
7. Kecamatan Kapas
Kapas merupakan nama kecamatan di wilayah Kota Bojonegoro. Kapas sebagai nama kecamatan, jelas berakar pada Pohon Randu Kapas — tanaman kapas (Gossypium) yang merupakan komoditas penting dalam produksi tekstil tradisional. Toponim ini, mencerminkan keberadaan pohon Randu Kapas dan aktivitas ekonomi berbasis serat kain.
8. Kecamatan Kepohbaru
Kepohbaru merupakan nama kecamatan di sisi timur Bojonegoro. Kepohbaru sebagai nama kecamatan, tentu berasal dari kata kepoh/kepuh, yakni pohon kepuh (sterculia foetida) yang memang identik dengan sejumlah wilayah di Bojonegoro. Ada cukup banyak nama Dusun Kepuh di Bojonegoro. Unsur “baru” menunjukkan pemekaran atau permukiman baru di sekitar wilayah lama yang ditandai Pohon Kepuh.








