Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Desa Kemiri, Transportasi Air dan Prasasti Canggu

Intan Setyani by Intan Setyani
29/11/2019
in Destinasi
Desa Kemiri, Transportasi Air dan Prasasti Canggu

Berada di lingkungan yang tak jauh dari mata air dan bergelimang air, tentu menjadi berkah bagi masyarakat desa Kemiri Kecamatan Malo untuk tak jauh-jauh dari air, meski lokasinya pelosok.

Jaraknya yang jauh dari perkotaan atau keramaian menjadikan Desa ini sebagai salah satu desa yang masih sering dilabeli sebagai kawasan pelosok.

Untuk berkegiatan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga harus “Ngos-Ngosan” menyeberang perahu ke Kecamatan Purwosari atau ke Kecamatan Kasiman. Perjalanan air lebih cepat dibanding darat.

Di samping itu, banyak warga yang memilih transportasi air untuk mempercepat aktivitasnya. Menggunakan Perahu melalui bantaran sungai Bengawan Solo, bahkan menjadi keseharian warga Desa Kemiri.

Transportasi air inilah, Nabs, yang sejak dulu sudah ada dan terus digunakan. Dalam prasasti Jawa Kuno, setidaknya sejak abad X masehi, dicatat dalam buku “Early Tenth Century Java From The Inspirastion” karya Antoinette M. Barrett Jones.

Selain itu, dalam Prasasti Canggu yang dikeluarkan Hayam Wuruk menyebutkan, beberapa desa ditetapakan sebagai desa perdikan (Sima). Yakni berkenan untuk pembuatan penyebrangan dikedua sisi sungai Bengawan Solo.

Desa-sesa di pingir Bengawan Solo ditetapkan menjadi Sima sebagai imbalan atas kewajiban untuk menyeberangkan penduduk dan pedangang secara cuma-cuma pada masa itu.

Beberapa diantaranya ada di sekitar Bojonegoro dan Tuban.
Bahkan sampai saat ini masih bisa dijumpai nama-nama tersebut yang kemudian diangkat menjadi nama kecamatan atau desa. Di antaranya, Padangan, Malo dan Kanor.

Nama Malo sendiri merupakan nama yang terekam dalam Prasasti Canggu, merupakan nama toponim pelabuhan di Bengawan Solo dan kini masih melekat menjadi ibukota Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro.

Di Desa Kemiri, selain suasana masih sangat asri, masyarakatnya juga masih sering menggunakan transportasi air. Terutama perahu kecil. Sebab, untuk pergi ke Purwosari atau Kasiman — dua kecamatan terdekat — jauh lebih cepat, bahkan dibanding ke Malo sendiri.

Tags: BojonegoroDesa Asri
Previous Post

Konten Prank Youtube yang Semakin Menggila

Next Post

Melihat Keterampilan Komunitas Difabel Bojonegoro dalam Mengelola Singkong

BERITA MENARIK LAINNYA

Mengunjungi Janjang, Saksi Lahirnya Industri Minyak Bumi di Blora dan Bojonegoro
Destinasi

Mengunjungi Janjang, Saksi Lahirnya Industri Minyak Bumi di Blora dan Bojonegoro

30/05/2026
Mesquita De La M-30: Masjid dan Pusat Budaya Islam di Madrid Spanyol
Destinasi

Mesquita De La M-30: Masjid dan Pusat Budaya Islam di Madrid Spanyol

09/04/2026
‎Baabus Shofa, Masjid dengan Pintu yang Selalu Terbuka
Destinasi

‎Baabus Shofa, Masjid dengan Pintu yang Selalu Terbuka

06/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

02/06/2026
Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

02/06/2026
Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

01/06/2026
Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

31/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: