Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Di Balik Nama Nasi Babat Tonjok, Lalapan Jeroan Kota Malang

Bakti Suryo by Bakti Suryo
23/11/2019
in JURNAKULTURA
Di Balik Nama Nasi Babat Tonjok, Lalapan Jeroan Kota Malang

Di Malang, nasi babat tonjok membuktikan bahwa jeroan bisa dikemas menjadi khasanah kuliner yang eksotis. 

Kuliner Malang termasuk cukup eksotis di Indonesia. Kota penuh lalu lalang perantau. Mahasiswa atau pekerja. Keriuhan ini, mampu dorong bisnis kuliner bergerak.

Berbagai jenis makanan dan jajanan baru pun muncul. Satu di antaranya ialah Nasi Babat Tonjok.

Nasi Babat Tonjok merupakan kuliner unik. Ia hadir mewarnai dunia lalapan. Dunia yang didominasi olahan unggas dan ikan. Namun, Nasi Babat Tonjok mampu hadir di tengah-tengah dunia perlalapan secara pelan tapi meyakinkan.

Nasi Babat Tonjok berdiri sejak 10 November 2018. Setahun lebih beroperasi di Jalan Sumber Sari Malang. Namun, warung makan ini cukup ramai.

Berbagai menu olahan jeroan disediakan warung ini. Babat, paru, usus dan kulit. Itu semua berasal dari sapi. Menu olahan ayam juga ada, yakni usus ayam dan ati ampela.

Pemilik warung adalah pemuda bernama Ricky Mebianto. Mebi bercerita tentang masa kuliah di Kota Malang. Kehidupan malam cukup akrab baginya. Hobi bermain game membuatnya kerap kelaparan di tengah malam. Nasi campur jeroan sering menjadi obat.

“Sering terbayang makan babat gak harus jauh ke Pasar Besar. Dari situ muncul ide untuk dagang makanan. Itu awal mulanya,” ungkap pemuda yang akrab dipanggil Mebi.

Mebi memutuskan untuk menetap di kota apel setelah lulus. Pasca menikah, Mebi dan istrinya mengontrak rumah. Kontrakan tersebut dia jadikan sebagai rumah sekaligus warung makan.

Sedikit riset kecil dilakukan Mebi. Menurutnya, lalapan termasuk kuliner yang akrab dengan perut mahasiswa. Kira-kira, begitulah kesimpulan yang Mebi dapatkan. Akhirnya, lalapan babat pun jadi output bapak satu anak tersebut.

Ide Mebi terwujud. Nasi Babat Tonjok sangat representatif baginya. Pasalnya, nasi lalapan cukup sederhana. Jeroan cukup murah dan masih diminati. Apalagi sambal dengan kepedasan yang menonjok. Tentu sangat digandrungi mahasiswa.

“Nasi Babat Tonjok itu mirip seperti lalapan biasanya. Hanya saja kita pakai jeroan. Tentu sambalnya harus pedas. Intinya begitu,” kata Mebi.

Nama yang dia pilih, menandakan babat tak hanya untuk sayur. Jeroan tetap bisa dinikmati dengan nasi dan sambal. Apalagi rasa pedas yang menonjok. Sekuat dan secepat tonjokan Muhammad Ali. Ini yang menjadi begitu istimewa.

Setiap hari, Mebi menghabiskan 3 kg babat, 2 kg paru, 3 kg usus sapi dan 1 kg usus ayam. Itu semua bisa habis dalam waktu sehari. Cukup dengan harga Rp 10 ribu, langsung bisa menikmati seporsi menu. Membeli nasi dan lauk secara terpisah pun boleh.

Murah bukan? Selain enak, tonjokan sambalnya bisa kamu rasakan hingga lambung. Bahkan, seluruh jeroan yang ada dalam tubuh akan bergetar.

Namun tenang, tetap ada penetralisirnya. Es Taro yang menyegarkan akan mendamaikan jeroanmu. Termasuk hatimu yang sedang perang perasaan. Minuman tersebut bisa dinikmati dengan harga Rp 5 ribu. Murah, segar dan hmmmm sangat menggoda, tentunya.

Tags: Kota MalangNasi Babat Tonjok
Previous Post

Rendhy Ardya Pradhita: dari Bojonegoro hingga Start-up Raksasa Bukalapak

Next Post

Utopia dan Mimpi Seorang Lelaki

BERITA MENARIK LAINNYA

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok
Cecurhatan

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok

13/10/2026
Alkemis Kebudayaan
JURNAKULTURA

Alkemis Kebudayaan

05/10/2026
Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro

29/09/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Salam Tiga Jari di Demo Hari Sumpah Pemuda 2026, Simbol Perlawanan ala The Hunger Games

Salam Tiga Jari di Demo Hari Sumpah Pemuda 2026, Simbol Perlawanan ala The Hunger Games

29/10/2026
Gen Z, Kopi, dan Panggung Bernama Menghidupi Instastory

Gen Z, Kopi, dan Panggung Bernama Menghidupi Instastory

28/10/2026
Membaca Supremasi Masyarakat Sipil dalam Naskah Kuno Bojonegoro

Membaca Supremasi Masyarakat Sipil dalam Naskah Kuno Bojonegoro

27/10/2026
Kiat Melatih Fokus Lewat Membaca Buku di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Kiat Melatih Fokus Lewat Membaca Buku di Tengah Gempuran Distraksi Digital

26/10/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: