Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Earth Hour dan Hikayatnya di Bojonegoro

Bakti Suryo by Bakti Suryo
30/03/2019
in Peristiwa
Earth Hour dan Hikayatnya di Bojonegoro

Siapa nih yang belum tahu tentang Earth Hour? Nabsky pasti sudah tahu kan ya? Setidaknya pernah dengar kan? Jangan sampai menjawab tidak tahu lho, Nabs.

Earth Hour merupakan kegiatan yang diselenggarakan World Wide Fund of Nature (WWF). Kegiatan ini dilaksanakan secara global dan dilakukan pada Hari Sabtu di akhir Maret setiap tahun.

Earth Hour merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan alam. Earth Hour adalah kampanye terhadap perubahan iklim global yang semakin panas.

Istilah Earth Hour dikenal dunia pada 2007. Menurut situs resmi WWF, Earth Hour dimulai pertama kali di Sydney, Australia. Saat itu, 2,2 juta rumah mematikan lampu selama 1 jam.

Ini sebagai pernyataan dukungan upaya penanggulangan perubahan iklim yang terjadi.

Mulai dari situ, agenda Earth Hour terus berkembang pada tahun-tahun setelahnya. Pada 2008, berbagai negara turut mematikan lampu selama 1 jam.

Lampu dan peralatan listrik dimatikan pukul 20.30 – 21.30 pada waktu setempat. Tidak hanya setiap rumah, tapi kantor pemerintahan dan pelaku bisnis pun turut serta.

Indonesia mulai berpartisipasi dalam kegiatan global ini pada 2009. Jakarta dipilih sebagai kota pertama tempat penyelenggaraan. Pada Sabtu (28/3/2009) tepat pukul 20.30, masyarakat Jakarta menjadi bagian dari aksi global dalam memadamkan lampu selama 1 jam.

Jangan salah ya, Nabs. Bojonegoro juga pernah turut serta dalam kegiatan ini. Bojonegoro berpartisipasi dalam Earth Hour pada 2012. Kala itu, Nandya Primidya sebagai inisiator.

Menurut Nanda, pada tahun itu tidak mudah menyelenggarakan malam Earth Hour di Bojonegoro. Untuk memaksimalkan kegiatan ini dibutuhkan support dari seluruh pihak.

Baik masyarakat, pemerintah dan para pelaku bisnis. Masalahnya, tidak semua perkantoran bisa dipadamkan listriknya begitu saja.

“Dulu itu susah untuk dapat dukungan soalnya syarat-sayaratnya banyak,” kata Nanda.

Pada saat itu, media sosial masih belum segencar sekarang. Menurut pria yang bekerja di perbankan tersebut, saat ini dukungan akan semakin mudah didapat. Kampanye dapat dilakukan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan Earth Hour.

Untuk kegiatan yang dilakukan secara massal memang tidak semudah melakukan sendiri. Menurut Nanda, ini juga terkait dengan keamanan perkantoran. Tidak serta merta setiap kantor bisa dihentikan sementara untuk aliran listriknya.

Tujuan Earth Hour adalah penghematan sumber daya dan pengurangan dampak buruk penggunaan energi untuk alam sekitar. Perlu adanya kesadaran tinggi yang muncul dari setiap individu.

Awal mulanya, Earth Hour menggunakan logo berupa angka 60 dengan gambar bumi sebagai motifnya. Maksudnya, kegiatan ini berupa pemadaman lampu yang tidak diperlukan selama 60 menit.

Namun, logo Earh Hour mengalami perubahan pada 2011. Terdapat penambahan tanda plus (+) di belakang angka 60. Sehingga saat ini logo Earth Hour adalah 60+.

Penambahan tanda plus tersebut dimaksudkan untuk tujuan Earth Hour sendiri. Kegiatan ini diharap akan terus berlanjut. Bukan saja hanya 60 menit setiap tahun.

Namun, setelahnya pun tetap melakukan penghematan dalam penggunaan lampu. Tidak hanya setiap tahun, tapi setiap hari.

Menurut alumnus Sastra Inggris Universitas Brawijaya, Yudha Satria Aditama, logo Earth Hour terbukti menarik minat anak muda. Pemuda di berbagai tempat secara sukarela membuat komunitas Earth Hour di daerah masing-masing. Hampir di seluruh wilayah Indonesia.

“Earth Hour ini kan sifatnya ceremonial untuk mem-boomingkan sebuah trend dan diikuti oleh anak muda,” kata pria yang skripsinya membahas semiotika logo Earth Hour tersebut.

Menurut WWF, manfaat memadamkan lampu di Jakarta selama 1 jam pada 2007 sama dengan:

  • 300MW (cukup untuk mengistirahatkan 1 pembangkit listrik dan menyalakan 900 desa)
  • mengurangi beban biaya listrik Jakarta sekitar Rp 200 juta
  • mengurangi emisi sekitar 284 ton CO2
  • menyelamatkan lebih dari 284 pohon
  • menghasilkan O2 untuk lebih dari 568 orang.

Gerakan Earth Hour punya semangat yang bagus untuk menjaga lingkungan. Meski selalu ada pro dan kontra yang menyertai, Earth Hour nyatanya masih terus berjalan hingga sekarang.

Nabs, itu tadi cerita tentang hikayat Earth Hour dan bagaimana kondisinya di Bojonegoro. Jika kamu mengaku peduli pada alam, yuk matikan lampu sesaat. Sebab segala sesuatu harus pernah mengenal istirahat. Biar nggak lelah. Hehe

Tags: BojonegoroEarth Hour
Previous Post

Sumbangsih Bojonegoro dalam Industri Film Indonesia

Next Post

Seni Belajar Hidup dari Film

BERITA MENARIK LAINNYA

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa
Peristiwa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot
Peristiwa

‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

13/04/2026
Dari Pildacil hingga Olimpiade, Ar-Ridwan Competition 2026 Latih Mental Juara
Peristiwa

Dari Pildacil hingga Olimpiade, Ar-Ridwan Competition 2026 Latih Mental Juara

12/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

13/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: