Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Gang Sedeng, Sudut Kreatif Kaum Urban Bojonegoro

Branda Lokamaya by Branda Lokamaya
05/12/2025
in Destinasi
Gang Sedeng, Sudut Kreatif Kaum Urban Bojonegoro

Pojok Pitu: Kreativitas Warga Gang Sedeng

‎Meski tak semewah Jalan Braga (Bandung) ataupun Sayidan Jogja, Gang Sedeng mampu menghadirkan spirit keduanya. Sebab, sejak lama kawasan ini dikenal sebagai sudut kreatif kaum urban Bojonegoro. 

Sejumlah Ibu-ibu dan nenek-nenek terlihat keluar rumah, membawa dan menyuguhkan sejumlah makanan. Banyaknya hidangan memenuhi meja, kian memperhangat suasana. Keakraban dan keguyuban tampak jelas dari raut wajah mereka. Tak ada panggung. Tak ada pagar. Para musisi memainkan peralatannya di sebuah tembok beton rendah yang berfungsi sebagai bangku duduk di pinggir jalan.

‎Gaharnya betotan bass yang berpadu genjrengan gitar dan pukulan kajon, seperti gelombang yang menyelimuti dinding beton. Distorsinya tak begitu keras. Namun betekstur tegas, lembut menyisir lorong sempit penuh coretan graffiti tersebut. Dentuman Kesepian Kita (Pas Band), Kepastian yang Kutunggu (Gigi), hingga Milikmu (Boomerang), dibawakan secara like a pro, terdengar seperti aslinya.

Prejengan para pemain musiknya memang seperti kontraktor, karyawan swasta, atau bapak-bapak pemukiman pada umumnya. Namun skill membetot bass, mencabik treble strings, ketepatan menampar kajon, hingga kemampuan scream vocal tipis-tipisnya, sudah cukup menunjukan bahwa mereka bukan bapak-bapak biasa.

‎Gang Makam Sedeng sejak lama dikenal sebagai tempat yang diberkahi banyak seniman. Pelukis, pemahat, hingga musisi banyak berkediaman di sana. Praktis, penampilan live musik juga dilakukan warga sendiri. Sebab, mayoritas warganya adalah mantan Anak Band era 90-an. Tentu saja ini terlihat dari pilihan lagu yang mereka bawakan.

‎Live musik bertema Pojok Pitu tersebut, merupakan agenda rutin masyarakat Gang Makam Sedeng. Lebih tepatnya warga RT 07 Kelurahan Kepatihan. Hampir tiap sepekan sekali, utamanya akhir pekan, warga RT 07 Kelurahan Kepatihan mengadakan kegiatan swadaya live musik. Selain untuk menjaga keakraban warga, juga untuk menjaga keamanan. Istilahnya, Pos Keamanan Lingkungan (poskamling) berbasis hiburan bersama.

Pojok Pitu: kreativitas warga Gang Makam Sedeng

‎Perkumpulan warga memang umum dilakukan di mana saja. Khususnya di desa-desa. Namun, warga yang mau berkumpul untuk berkegiatan swadaya secara rutin, memang sudah jarang disaksikan. Terlebih, ini dilakukan masyarakat urban perkotaan. Tentu amat istimewa. Sebab, mampu menyisihkan waktu di tengah mobilitas pekerjaan, adalah sebuah kemewahan.

Saiful Alam, salah seorang tokoh warga menyatakan, kegiatan Pojok Pitu memang dilaksanakan di RT. 07 Kelurahan Kepatihan. Lokasinya berada di kawasan Gang Makam Sedeng. Kegiatan swadaya masyarakat ini, memang ditujukan untuk menjaga kerukunan antar warga. Mengingat, hidup di perkotaan kerap membuat seseorang sibuk sampai lupa mengenal tetangga.

“Kegiatan ini rutin setiap sepekan sekali.  Tujuannya untuk membangun semangat kebersamaan dan menjaga kerukunan” ucap Saiful Alam (4/12/2025).

Saiful menceritakan, di kawasan Gang Makam Sedeng terdapat terdapat 4 rukun tetangga (RT). Kegiatan live musik Pojok Pitu dilaksanakan di tikungan gang yang berada di RT 07. Di kawasan tersebut, kata Saiful, kebetulan dihuni banyak pelaku seni. Karena itu, dia mengaku, pihaknya cukup sering menggelar berbagai acara pementasan.

Panggung Rakyat Gang Makam Sedeng

Agus Aam, tokoh pemuda setempat menambahkan, acara Pojok Pitu juga diharap mampu memberi dampak positif bagi masyarakat. Selain keakraban dan kerukunan, lokasinya yang berada di dekat Alun-alun Kota, juga berpotensi menjadi destinasi wisata. Baik itu wisata kuliner maupun wisata seni.  Aam mengatakan, kegiatan Pojok Pitu ini dia harap bisa menjadi embrio yang membangun potensi tersebut.

‎”Jika ini menjadi tradisi warga, kedepan kami berharap bisa berkembang menjadi bazar kuliner atau pasar seni” ucapnya.

Aam menambahkan, kegiatan Pojok Pitu Live Musik kali ini, bebarengan dengan nonton bareng (nobar) Persibo dan penggalangan dana amal untuk korban bencana Sumatra Utara. Menurutnya, masyarakat Gang Sedeng cukup kompak tak hanya dalam konteks fenomena lokal, namun juga solidaritas bencana nasional.

‎Tentang Gang Makam Sedeng

Untuk diketahui, Gang Makam Sedeng yang berda di Kelurahan Kepatihan ini, dikenal sebagai kawasan kreatif sejak lama. Pada era Karnaval Tinggang  (terakhir 2006), Gang Sedeng kerap menjadi idola yang menampilkan berbagai macam kreativitas warga. Tak heran jika sampai saat ini pun, embrio kreativitas dan kekompakan warga tak pernah hilang. Bahkan cukup mudah untuk kembali dibangkitkan.

Gang Sedeng: jalur tidak simetris yang mempertemukan Jalan Dr. Soetomo dan Jalan Panglima Sudirman.

Terkait nama Gang Makam Sedeng, tak banyak yang tahu asal-usul kenapa lokasi tersebut dikenal sebagai Makam Sedeng. Bahkan, warga berusia tua juga tak banyak yang mengetahui ceritanya. Namun, secara geografis, gang tersebut memang jalan pintas yang agak miring (menceng) jika dilihat dari atas.

Sedeng, secara harfiah, bermakna miring atau tidak simetris. Keberadaan makam di tempat tersebut, tentu menjadikan kawasan itu dikenal sebagai sebuah gang tidak simetris yang di dalamnya terdapat makam. Dari pemahaman itulah, kawasan ini dikenal sebagai Gang Makam Sedeng hingga kini.

Tags: Gang Makam SedengGang Sedeng BojonegoroMakin Tahu IndonesiaPojok Pitu
Previous Post

Bojonegoro Raih Penghargaan Bergengsi Nasional dan Provinsi di Bidang ETPD dalam Sukseskan P2DD

Next Post

Bedah Buku Bacaan Bumi dan Diskusi Ekologi bersama Dr. Budhy Munawar-Rachman

BERITA MENARIK LAINNYA

Sendang Banyu Urip, Penopang Ekosistem Lapangan Migas
Destinasi

Sendang Banyu Urip, Penopang Ekosistem Lapangan Migas

28/11/2025
TPG Stadium: Lapangan Bola Klusur-Klusur di Balen Bojonegoro
Destinasi

TPG Stadium: Lapangan Bola Klusur-Klusur di Balen Bojonegoro

29/09/2025
Medhayoh Bojonegoro, Sejumlah Tempat Wisata Ramai Dikunjungi Wisatawan
Destinasi

Medhayoh Bojonegoro, Sejumlah Tempat Wisata Ramai Dikunjungi Wisatawan

03/04/2025

Anyar Nabs

Bismillah yang Hilang, dan Hadir Kembali: Hikmah Humor dan Pencurian (13)

Bismillah yang Hilang, dan Hadir Kembali: Hikmah Humor dan Pencurian (13)

13/01/2026
Mekanisme Kekerasan Sistematis dalam Tragedi 1965 Jawa Timur

Mekanisme Kekerasan Sistematis dalam Tragedi 1965 Jawa Timur

12/01/2026
Asem Jawi Pangimbang Jati, Kredo Ekologi dari Bojonegoro

Asem Jawi Pangimbang Jati, Kredo Ekologi dari Bojonegoro

11/01/2026
Sang Penjaga Gawang antara Api Tradisi dan Modernitas

Sang Penjaga Gawang antara Api Tradisi dan Modernitas

11/01/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: