Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Kamen Rider Black Sun: Isu Sosial dan Konflik Politik

Nur Fadilatis by Nur Fadilatis
19/01/2023
in JURNAKULTURA
Kamen Rider Black Sun: Isu Sosial dan Konflik Politik

Ada yang sudah menonton Kamen Rider Black Sun?

Di Amazon prime tanggal 28 Oktober 2022 lalu merilis remake series dari Kamen rider black. Di indonesia lebih dikenal dengan ksatria baja hitam. Series terbaru ini masuk mini series karena jika ksatria baja hitam sampai 50 episode, black sun hanya 10 episode saja.

Ksatria baja hitam Tayang pertama kali di RCTI tahun 1991, kemudian pada Agustus 2020,  RTV pun menayangkan kembali. Lagu openingnya selalu terngiang ngiang, Ksatria baja hitam penegak keadilan, berjuang menentang kejahatan yang ada di muka bumi…sambil memperlihatkan ksatria baja hitam dengan motor andalannya, Acrobatter.

Sebagai serial remake selain penyempurnaan pada form black sun dan shadow moon yang kini terlihat lebih menyerupai Kaijin dibanding form 30 tahun lalu yang lebih simple. juga ada sedikit perubahan mengenai cerita nya. Namun untuk tokoh protagonis utama masih dipegang oleh Kotaro Minami sebagai perwujudan dari Black sun

Sementara untuk jalan cerita, perubahan terjadi pada asal muasal Gorgom, Jika di Kamen rider black rilisan lama, Gorgom adalah organisasi penjahat bawah tanah, dibremake nya kali ini, Gorgom adalah partai politik yang didirikan pada tahun 1972 oleh sekelompok pemuda(Kotaro Minami dkk) untuk memperjuangan keseteraan Kaijin(monster) agar bisa hidup berdampingan dengan manusia tanpa adanya diskriminasi.

Dalam cerita tersebut Partai Gorgom yang sudah terpecah belah karena perbedaan pendapat antar anggotanya,  memenangkan pemilu dan menjadikannya partai besar dan berpengaruh.

Namun sayangnya,  Partai Gorgom yang mulanya memiliki visi misi untuk kepentingan umum berubah menjadi partai yang semena mena demi kepentingan para penguasa.

Cerita dalam serial Kamen rider black sun ini memang sedikit berat karena mengangkat isu rasisme dan penindasan terhadap kaum minoritas, yaitu antara manusia sebagai kaum mayoritas yang menindas Kaijin sebagai minoritas. Juga bagaimana penguasa dengan taktik politiknya menindas rakyat mereka sendiri.

Saat menonton Kamen rider black sun saya agak tercengang sekaligus terpukau bukan karena om om ganteng yang memerankan Kotaro Minami tetapi karena cerita yang disuguhkan jauh dari ekspektasi saya ketika menonton serial Tokusatsu.

Maksud saya begini, alasan saya menyukai serial Tokusatsu karena ceritanya yang santai dan humanis,sangat tepat untuk pengalihan dari dunia  kerja atau berita-berita negeri yang makin bikin geleng geleng kepala, eh justru saya dibuat mikir dengan jalan cerita Kamen rider black sun yang sangat relate dengan fenomena masyarakat saat ini.

Digambarkan di serial ini Orang orang banyak yang menjadi less empathy, suka memaksakan kehendak, minim toleransi, sumbu pendek pula. Juga ditambah dengan penguasa-penguasa yang cuma bisa memikirkan dirinya sendiri dan kelompoknya, Semua diterabas asalkan kepentingannya terpenuhi.

Ada scene yang paling buat saya tercengang ketika si perdana menteri bilang,”uang mengumpulkan orang dan orang menghasilkan kekuatan” Saya langsung screen capture kata-kata itu, bener banget ini.

Begitu pikir saya. Orang kalau mau nyalon biar dapat massa juga pakai uang, pemerintah mau dapet suara pendukung juga tinggal gelontorin uang buat jadi buzzer nya, nah karena uang adalah segala-galanya berlomba lombalah mereka mendapatkan segala macam cara untuk mendapatkan uang.

Uang menjadi alat pasti yang bisa menentukan kedudukan seseorang dan ketika uang sudah berkuasa, ya wassalam tinggal tunggu kerusakan-kerusakan lainnya. Saya jadi ingat percakapan dengan seorang teman, saat itu kita asik membahas perihal sesuatu sampai akhirnya topik berubah mempertanyakan orang-orang yang makin berani melakukan tindak kejahatan secara terang-terangan.

Secara umum kami sepakat karena adanya tingkat pengangguran yang tinggi, pendidikan dan konflik sosial; Perbedaan antara yang kaya dan miskin yang sangat signifikan. Tetapi, di Indonesia kriminalitas yang terjadi juga kompleks, para kriminal-kriminal nyatanya juga bukan dari kelas menengah ke bawah saja tapi juga menengah ke atas dengab merampok uang negara. Tidak hanya itu dengan uang mereka pun mampu membeli hukum. Demi apa? lagi-lagi, demi kepentingan mereka dan kelompoknya.

Oh ya, Balik lagi ke Gorgom, saya tidak akan spoiler endingnya. kalian bisa menonton sendiri supaya ikut terbawa dalam suasana mencekam yang ditawarkan serial ini, warning, ini ternyata rate nya 18+ karena banyak adegan Gore, jadi jangan nonton sama anak kecil ya, kasihan kecil kecil sudah disuguhkan dengan realita kehidupan.

Tags: Analisa FilmKamen RiderReview Film
Previous Post

Maliogoro dan Kerinduan Masyarakat akan Wisata

Next Post

Orientasi Pilkades Melalui E-Voting di Bojonegoro

BERITA MENARIK LAINNYA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman
JURNAKULTURA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman

08/04/2026
Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian
JURNAKULTURA

Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian

31/03/2026
Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro

15/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

13/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: