Jika ingin mencicipi kuliner unik dari Bojonegoro, maka Lodeh Menjangan dari warung Paldaplang bisa jadi pilihan. Seperti apa keunikan rasa dari Lodeh Menjangan warung Paldaplang yang terletak di Ngasem ini ya, Nabs?
Sayur lodeh sangat akrab bagi masyarakat Bojonegoro. Menikmati sayur lodeh kala makan siang begitu nikmat. Kuliner bersantan ini memiliki banyak varian isi. Misal saja sayur tewel, terong, kacang panjang dan masih banyak lagi.
Bojonegoro memiliki kuliner lodeh yang sangat menarik untuk dicoba. Lodeh tersebut ialah lodeh dengan isian daging menjangan. Menjangan merupakan sebutan akrab masyarakat Jawa untuk kijang atau rusa.
Kuliner bisa dinikmati di warung atau dibawa pulang. Lokasinya berada di sekitar area hutan Desa Setren, Kecamatan Ngasem. Masyarakat Bojonegoro biasanya menyebut dengan Warung Paldaplang.
Untuk menuju Warung Paldaplang, butuh sekitar 45 menit ke arah selatan dari kota Bojonegoro. Terdapat dua jalur untuk menuju ke sana. Bisa lewat Kecamatan Bubulan atau Kecamatan Ngasem. Intinya, dari dua jalur tersebut mengarah ke Kecamatan Sekar.
Perjalanan ke warung tersebut cukup ekstrem. Kita akan melalui area hutan di Bojonegoro. Misalnya Hutan Balongpanggang dan Hutan Paldaplang. Bagi yang sudah pernah ke Negeri Atas Angin, pasti pernah melewati warung ini.
Warung ini kerap menjadi destinasi bagi para pemburu. Tepatnya berada di pertigaan jalan hutan Paldaplang. Kondisi jalannya pun tak cukup bagus. Banyak sekali lubang di sana sini. Jika ingin ke warung ini, kalian harus berhati-hati.
Warung Paldaplang merupakan warung makan yang berada di area hutan. Warung ini menyediakan banyak menu makanan dan minuman. Berbagai olahan nasi disediakan seperti nasi putih, nasi jagung dan nasi tiwul. Lauknya pun bermacam-macam. Ada ayam, bebek, ikan yang dimasak goreng maupun sayur.
Lodeh menjangan menjadi kuliner andalan warung ini. Namun, memang tidak setiap hari tersedia. Pasalnya, lodeh menjangan hanya ada ketika ada yang menawarkan daging. Biasanya, rusa jawa hasil buruan dijual. Setelahnya, daging menjangan dimasak lalu di jual dalam bentuk sayur atau lauk.
Warung ini buka mulai dari pagi hingga sore. Jangan berharap warung ini buka pada malam hari. Pasalnya, suasana hutan begitu sepi dan gelap. Hanya ada pos pantau polisi hutan yang tidak jauh dari warung tersebut. Selain itu, penerangan jalannya pun belum ada.
Untuk harganya sangat ramah di kantong. Aku lupa berapa rincian harganya. Satu porsi lodeh menjangan untuk dua orang menghabiskan Rp 38 ribu. Itu sudah termasuk nasi, es teh dan kopi. Yang paling penting penyajiannya pun prasmanan, alias mengambil sendiri.
Jika tertarik dengan keunikan rasa Lodeh Menjangan, Nabsky sekalian bisa langsung menuju ke warung Paldaplang. Dengan suasana syahdu di tengah hutan, menyantap seporsi Lodeh Menjangan bisa jadi perjalanan yang mengasyikkan.








