Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Melalui Script Writing, Potensi Daerah Bisa Diangkat sebagai Film

Bakti Suryo by Bakti Suryo
18/02/2020
in JURNAKULTURA
Melalui Script Writing, Potensi Daerah Bisa Diangkat sebagai Film

Film adalah salah satu media yang akrab bagi anak muda. Baik media hiburan atau media belajar. Film hanyalah kemasan, tapi kontennya bisa apa saja. Tergantung bagaimana si pembuat film ber-‘story telling’.

Gerimis petang hari menyambut PWO Film Community saat tiba di Bojonegoro. Kota Ledre ini menjadi satu destinasi dari tur komunitas film asal Surabaya tersebut. Tepatnya Sabtu (15/2) di Jawah Public Space & Coffee, Jalan Pondok Pinang, Bojonegoro.

Tur tersebut bertajuk Workshop Script Writing & Psychoanalysis Short Film. Pentolan PWO Film, Pravana Widho Oktendho menjadi mentornya. Dia adalah seorang penulis naskah film.

Bojonegoro memiliki potensi untuk mengembangkan perfilman. Pasalnya, terdapat modal awal untuk itu, yakni komunitas dan potensi lokal. Misalnya destinasi alam atau kisah di balik sejarahnya.

“Tinggal dicari saja, cerita mana yang bisa diangkat untuk film. Setelah itu dibuat naskah yang bagus sebagai story telling,” kata Ipank.

PWO menayangkan sebuah film pendek. Film tersebut biasa mengawali kegiatan workshop. Melalui film yang ada, bahan dan materi diskusi bisa didapat. Misalnya membedah naskah film.

“Ada pemutaran film pendek. Peserta bisa melihat untuk menjadi bahan dan materi diskusi. Melalui film itu kita bisa membedah naskahnya,” kata pria kelahiran Solo tersebut.

Ipank juga bercerita tentang pengalamannya. Dia sempat terlibat dalam pembuatan film Yo Wis Ben 2. Saat itu, dia banyak belajar. Melalui workshop inilah dia membagi ilmunya.

PWO tidak sekali ini berbagi ilmu dengan pegiat film di Bojonegoro. Sebelumnya, dia juga sempat membuka workshop pada 2019 lalu. Dengan materi yang sama, penulisan naskah film.

“Dibandingkan tahun lalu, peserta kali ini lebih terfilter. Ya karena materi lebih mendalam terkait penulisan naskah. Sebelumnya kan masih random, kebanyakan pegiat film,” ucap Ipank.

Memang benar. Proses pembuatan film itu panjang. Setiap personil perlu memiliki keahlian masing-masing. Itu pun dalam kurun waktu tertentu. Tidak bisa langsung bekerja bersama.

Paling awal adalah naskah film. Itu membuat ide danngagasan dari cerita yang akan diangkat. Karena itu, Ipank fokus dalam memberi pembekalan dalam penulisan naskah. Tahap paling mendasar dalam pembuatan film.

PWO Film berharap, workshop film maker tidak sekali saja. Namun, harus ada agenda rutin. Tujuannya adalah menghasilkan produk, yaitu sebuah film. Entah film pendek atau panjang, entah fiksi atau dokumentari.

“Nanggung mas kalau cuma sekali pertemuan. Ilmunya hanya teori. Inginnya sih berkelanjutan sampai jadi tuh sebuah film. Jadi belajarnya itu menghasilkan produk karya, khususnya film,” pungkas Ipank.

Film adalah salah satu media yang akrab bagi anak muda. Baik media hiburan atau media belajar. Film hanyalah kemasan, tapi kontennya bisa apa saja. Tergantung bagaimana si pembuat film ber-‘story telling’.

Tentu ini kesempatan bagi anak muda di daerah. Misalnya untuk menceritakan potensi daerahnya. Sehingga, industri sinema tidak didominasi kota besar. Kalau begitu, ya itu saja isu-isu yang bakal diangkat.

Berbeda jika industri perfilman daerah turut maju sebanding kota besar. Makn banyak variasi konten dan informasi. Belum lagi, potensi lokal yang terpendam bisa muncul ke permukaan.

Bahkan, Oscar tahun ini ada yang berbeda. Nominasi juara tidak didominasi industri satu negara. Bahkan, film asal Korea Selatan, Parasite berhasil mendapat panggung utama. Ini bukti bahwa industri film mulai terbuka. Tentu kepada siapa saja yang mampu berkreasi

Tags: Potensi LokalPWO Film
Previous Post

Agent of Change atau Agen Elpiji?

Next Post

Ketika Persibo Bojonegoro Tampil Trengginas di Piala Gubernur Jatim

BERITA MENARIK LAINNYA

Skateboard Bojonegoro Makin Diminati, Anggota Komunitas Bertambah Usai Kejuaraan Nasional
JURNAKULTURA

Skateboard Bojonegoro Makin Diminati, Anggota Komunitas Bertambah Usai Kejuaraan Nasional

06/09/2026
Buluqiya dan Tujuh Lautan Menuju Ujung Dunia
JURNAKULTURA

Buluqiya dan Tujuh Lautan Menuju Ujung Dunia

27/08/2026
Ketika Kekuasaan Kehilangan Akal Sehat, Membaca Novel Garcia Marquez
JURNAKULTURA

Ketika Kekuasaan Kehilangan Akal Sehat, Membaca Novel Garcia Marquez

25/08/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Skateboard Bojonegoro Makin Diminati, Anggota Komunitas Bertambah Usai Kejuaraan Nasional

Skateboard Bojonegoro Makin Diminati, Anggota Komunitas Bertambah Usai Kejuaraan Nasional

06/09/2026
Metabolisme Alam, Metabolisme Tubuh Manusia

Metabolisme Alam, Metabolisme Tubuh Manusia

05/09/2026
Komunitas Lari Bojonegoro Galang Dana untuk Korban Bencana Gempa Nusa Tenggara Timur dan Kebakaran di Kalimantan

Komunitas Lari Bojonegoro Galang Dana untuk Korban Bencana Gempa Nusa Tenggara Timur dan Kebakaran di Kalimantan

04/09/2026
Cara Unik SDN Sudu 2 Ajarkan Anak Memilah Sampah

Cara Unik SDN Sudu 2 Ajarkan Anak Memilah Sampah

03/09/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: