Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Mempercantik Kota Bojonegoro dengan Pohon Tabebuya

Mahfudin Akbar by Mahfudin Akbar
02/11/2019
in Peristiwa
Mempercantik Kota Bojonegoro dengan Pohon Tabebuya

Pohon Tabebuya di Bojonegoro

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berupaya untuk mempercantik kota. Salah satu cara yang ditempuh adalah menanam pohon Tabebuya. Pohon dengan bunga warna-warni ini diyakini mampu memperindah pemandangan kota Bojonegoro.

Pembangunan terus dikebut oleh Pemkab Bojonegoro. Contohnya adalah pembangunan gorong-gorong di seputaran kota. Pembangunan itu memakan korban. Yakni pohon-pohon yang berada di pinggir jalan.

Menurut Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro, kontraktor sudah mengajukan permohonan penebangan pohon 340 pohon di sejumlah titik lokasi. Pohon-pohon tersebut harus ditebang untuk memudahkan proses pembangunan gorong-gorong.

Tak ingin kawasan Kota Bojonegoro gundul tanpa pohon, Dinas Lingkungan Hidup meminta kontraktor untuk mengganti pohon yang ditebang. DLH Bojonegoro merekomendasikan kontraktor untuk mengganti pohon yang ditebang dengan menanam pohon jenis Tabebuya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro, Hanafi mengatakan jika pihaknya akan menentukan lokasi penanaman pohon Tabebuya.

“Tabebuya tidak harus ditanam di bekas lokasi pohon yang ditebang, tapi bisa di mana saja. Nanti kami yang tentukan,” tukasnya

Tabebuya adalah jenis pohon yang punya bunga indah. Tanaman yang punya nama latin Handroanthus chrysotrichus ini berasal dari Brazil.

Pohon Tabebuya memiliki bunga yang warnanya berbeda-beda. Ada yang punya warna kuning dan berbentuk terompet, ada juga yang berwarna merah muda, ungu, bahkan merah tua.

Habitat asli Tabebuya di Brasil berada di daerah dengan iklim kering. Oleh sebab itu, tanaman ini memiliki ketahanan hidup yang tinggi dalam cuaca kering. Hal ini sangat sesuai karena tanaman penghijauan umumnya dihadapkan pada kurangnya penyiraman kala musim kemarau.

Karena habitat aslinya pada iklim kering, Tabebuya sangat cocok ditanam di Bojonegoro. Dengan iklim yang cenderung panas dan kering, Tabebuya bisa tumbuh dengan baik di Kota Ledre.

Beberapa tempat di Bojonegoro bahkan sudah ditanami oleh pohon ini. Seperti di sepanjang jalan Ahmad Yani (sekitar SMKN 4 Bojonegoro) dan juga Kecamatan Dander. Karena dianggap berhasil, penanaman Tabebuya di Bojonegoro akan dilakukan secara masif lagi.

Belajar dari Kota Surabaya

Salah satu daerah yang sukses menanam Tabebuya adalah Surabaya. Ada banyak titik di Surabaya yang pinggir jalannya ditanami Tabebuya. Selain sebagai penghijauan, Tabebuya juga jadi elemen penting yang memperindah Kota Surabaya.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini dalam sebuah kesempatan mengatakan jika Surabaya ingin menjadikan Tabebuya sebagai ikon kota. Layaknya bunga Sakura yang ada di Jepang.

“Kalau di Jepang itu (bunga sakura) warnanya kan hanya pink, saya pengen di Surabaya ini Tabebuya warnanya beragam. Jadi kita juga nanam ada yang warna ungu dan orange,” ucap Risma.

Pemkab Bojonegoro bisa belajar banyak dari Pemkot Surabaya dalam hal penataan dan penanaman pohon Tabebuya ini. Jika ditata dan diatur dengan seksama, bukan tidak mungkin Bojonegoro bisa menyamai Surabaya dalam hal penanaman Tabebuya.

Banyaknya pilihan warna memang jadi daya tarik tersendiri dari Tabebuya. Ada yang warnanya mirip bunga sakura. Ada pula warna-warna lain yang memanjakan mata. Seperti kuning, ungu dan merah.

Rencana Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk menanam pohon Tabebuya ini tentu sangat positif. Bojonegoro bisa jadi lebih berwarna dengan keberadaan Tabebuya di sejumlah titik pinggir jalan Bumi Angling Dharma.

Tags: DLH BojonegoroTabebuya
Previous Post

Menengok Kiprah Thekombs, Musisi Hip-Hop Muda asal Bojonegoro

Next Post

5 Hal yang Harus Dibenahi Persibo Bojonegoro untuk Musim Depan

BERITA MENARIK LAINNYA

Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro
Peristiwa

Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

26/04/2026
‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual
Peristiwa

‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

17/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa
Peristiwa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Hukum atau Senjata?

Hukum atau Senjata?

02/05/2026
May Day 2026: Aliansi Buruh Bojonegoro Desak Negara Hadir Lindungi para Pekerja

May Day 2026: Aliansi Buruh Bojonegoro Desak Negara Hadir Lindungi para Pekerja

01/05/2026
Perubahan Iklim dan Kita Terlambat Lagi

Perubahan Iklim dan Kita Terlambat Lagi

30/04/2026
7 Experience di Game Roblox yang Populer dan Seru Untuk Dimainkan

7 Experience di Game Roblox yang Populer dan Seru Untuk Dimainkan

29/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: