Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Menengok Kiprah Klub Indonesia di Liga Champions Asia

Mahfudin Akbar by Mahfudin Akbar
17/01/2020
in Olahraga
Menengok Kiprah Klub Indonesia di Liga Champions Asia

Indonesia punya sejarah manis di perhelatan Liga Champions Asia. Beberapa klub tanah air mampu tampil trengginas dan bahkan mampu jadi juara ketiga dalam kompetisi elit antar klub di benua Asia tersebut.

Bali United sedang berjuang untuk jadi klub pertama Indonesia yang tampil di ajang Liga Champions Asia sejak 2011. Karena tak mendapatkan tiket langsung ke babak grup, Bali United harus berjuang dari babak kualifikasi melawan tim dari Singapura, Australia dan Jepang.

Indonesia sebenarnya punya sejarah manis di kompetisi tertinggi antar klub Asia itu. Sebelum 2012, Indonesia selalu mendapatkan jatah tiket langsung ke babak grup Liga Champions Asia. Namun karena satu dan lain hal, jatah tiket langsung itu hangus.

Sejak digulirkan pada 1967, sejumlah klub Indonesia turut berpartisipasi dalam ajang Liga Champions Eropa tersebut. Beberapa di antaranya bahkan mampu meraih prestasi gemilang di kompetisi yang dulunya bernama Asian Club Championship tersebut.

Jika dirunut dari sejarahnya, klub pertama Indonesia yang mengikuti ajang ini adalah PSMS Medan. Tepatnya pada tahun 1970 yang merupakan edisi ketiga dari penyeleggaraan kompetisi tersebut.

Saat itu, PSMS Medan bersaing dengan 6 tim lainnya dari berbagai klub di benua Asia. Peforma PSMS Medan pun cukup impresif. Tergabung di grup B bersama Haopel Tel Aviv (Israel), West Bengal (India) dan Thai Police (Thailand), PSMS sukses mengamankan posisi kedua.

PSMS pun berhak melaju ke babak semifinal. Sayangnya, langkah PSMS terhenti di fase ini. Melawan klub tuan rumah, Tej Tehran, Ayam Kinantan dipaksa menyerah dengan skor 2-0. PSMS juga gagal mengamankan tempat ketiga setelah dikalahkan oleh klub Lebanon, Homenetmen dalam perebutan juara 3.

Setelah PSMS, Indonesia mengirimkan klub-klub Galatama sebagai wakil di Asian Club Championship. Di masa itu, Galatama yang notabene adalah kompetisi professional di Indonesia melahirkan klub-klub hebat. Seperti Niac Mitra, Krama Yudha Tiga Berlian, hingga Pelita Jaya.

Saat diwakili oleh tim-tim Galatama, Indonesia mampu menorehkan prestasi gemilang. Indonesia pernah meraih predikat juara ketiga sebanyak 2 kali di ajang Asian Club Championship. Tepatnya di musim 1985-1986 saat diwakili oleh Krama Yudha Tiga Berlian. Prestasi serupa hadir pada musim 1990-1991 ketika Indonesia diwakili Pelita Jaya Jakarta.

Setelah peleburan kompetisi Galatama dan Perserikatan pada 1994, prestasi Indonesia di ajang Asian Club Championship masih terbilang baik. Padahal, persaingan lebih ketat karena kemajuan sepakbola modern di kawasan Asia.

Klub-klub Indonesia masih bisa bersaing ketat dengan klub dari Jepang, Iran, Korea Selatan, atau Arab Saudi. Namun, setelah memasuki era Liga Champions Eropa, klub Indonesia mulai kesulitan dalam menunjukkan tajinya.

Era Liga Champions Asia

Pada 2002, AFC akhirnya mengubah Asian Club Championship jadi Liga Champions Asia. Sistem kompetisi pun jadi lebih ketat dan terjadi peningkatan dalam hal kualitas dari tim yang bertanding.

Karena persaingan semakin ketat, klub-klub Indonesia tak bisa dengan mudah lolos dari fase grup. Wakil dari Indonesia harus berjuang lebih keras lagi untuk bisa tampil baik dan lolos ke fase gugur.

Contohnya bisa dilihat dari peforma PSM Makassar yang mewakili Indonesia pada 2004. Saat itu, PSM hanya mampu menjadi juru kunci setelah kalah bersaing dengan Dalian Side (China), Hoang Ang Gia Lai (Vietnam) dan Kruk Thai Bank (Thailand).

Arema Malang saat bertanding dengan klub Jepang, Cerezo Osaka.

Arema Malang jadi klub terakhir Indonesia yang tampil di Liga Champions Asia. Tepatnya pada musim 2011. Usai jadi juara Indonesia Super League, klub asal Kota Malang tersebut berhak melaju langsung ke babak grup. Arema tergabung di grup G bersama dengan tim-tim elit Asia Timur seperti Cerezo Osaka (Jepang), Jeonbuk Motor (Korea Selatan) dan Shandong Luneng (China).

Arema tak bisa berbuat banyak saat itu. Mereka hanya mampu jadi juru kunci klasemen dengan torehan 1 poin saja dari 6 laga. Dari 6 laga tersebut, gawang Arema kemasukan sebanyak 22 kali.

Akibat dualisme kompetisi pada 2012 dan makin menurunnya kualitas kompetisi lokal, jatah Indonesia ke babak utama Liga Champions Asia pun hangus. Untuk bisa tampil di babak grup, wakil Indonesia harus melewati babak kualifikasi melawan klub Australia, Jepang, maupun China.

Kini, jalan klub Indonesia untuk bisa tampil di Liga Champions Asia semakin sulit. Tak ada lagi tiket langsung ke babak grup. Ini jadi tantangan besar bagi klub Indonesia untuk menunjukkaan kapasitas dan kualitas mereka di kancah persepakbolaan Asia.

Tags: Asian Club ChampionshipLiga Champions Asia
Previous Post

5 Persiapan Penting Sebelum Berdebat

Next Post

Mempersolek Kawasan Wisata Atas Angin Bojonegoro di 2020

BERITA MENARIK LAINNYA

Voliga U-15, Liga Voli Bergengsi U-15 Bojonegoro Resmi Bergulir 
Olahraga

Voliga U-15, Liga Voli Bergengsi U-15 Bojonegoro Resmi Bergulir 

20/07/2026
Porkab II Bojonegoro 2026 Resmi Ditutup, Pembinaan Atlet Berbasis Kecamatan Disiapkan Menuju Prestasi Nasional
Olahraga

Porkab II Bojonegoro 2026 Resmi Ditutup, Pembinaan Atlet Berbasis Kecamatan Disiapkan Menuju Prestasi Nasional

11/07/2026
Persibo Bojonegoro
Olahraga

Siapa Lawan Terberat Persibo di Grup M Liga 3 Nasional?

18/04/2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Bukan Sekadar Bagi Ayam, Gayatri Tahap 2 Bangun Ekosistem Peternakan Demi Meningkatnya Ekonomi Masyarakat Desa

Bukan Sekadar Bagi Ayam, Gayatri Tahap 2 Bangun Ekosistem Peternakan Demi Meningkatnya Ekonomi Masyarakat Desa

16/08/2026
Tanah, Ingatan, dan Pekerjaan Rumah yang Tak Kunjung Selesai

Tanah, Ingatan, dan Pekerjaan Rumah yang Tak Kunjung Selesai

15/08/2026
Penutupan KKN Unigoro: Ketika Batik Lantung Menjadi Jejak yang Ditinggalkan di Drenges

Penutupan KKN Unigoro: Ketika Batik Lantung Menjadi Jejak yang Ditinggalkan di Drenges

15/08/2026
Gelar Paripurna Istimewa, DPRD Bojonegoro Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden RI

Gelar Paripurna Istimewa, DPRD Bojonegoro Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden RI

14/08/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: