Pemerintah Kabuaten Bojonegoro semakin serius dalam membenahi sektor pariwisatanya. Sejumlah objek wisata andalan mulai dibenahi. Salah satunya wisata alam Atas Angin di Kecamatan Sekar.
Wisata Atas Angin sempat jadi buah bibir masyarakat. Wisata alam di kawasan perbukitan Kecamatan Sekar tersebut menawarkan sesuatu yang baru. Yakni wisata di dataran tinggi dengan pemandangan yang indah.
Sayangnya, dalam setahun terakhir ini Wisata Atas Angin tak lagi jadi tujuan favorit dari para wisatawan. Jumlah pengunjungnya pun mengamali penurunan jika dibandingkan dengan 2 hingga 3 tahun yang lalu.
Untuk mengatasi masalah ini, Pemkab Bojonegoro berencana membangun fasilitas pendukung di Wisata Atas Angin. Sebagai tindak lanjut, Pemkab Bojonegoro akan menggelontorkan bantuan hibah sebesar Rp1,9 miliar untuk pengembangan Objek wisata Atas Angin.
Selama ini obyek wisata Atas Angin dikelola oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Deling. Namun untuk tahun ini, Wisata Atas Angin akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Atas Angin.
Kepala Desa Deling, Didik Priyono membenarkan rencana pembangunan fasilitas tambahan di Wisata Atas Angin. Karena itu, pihaknya akan menyiapkan badan hukum sebagai persyaratan penerimaan dana hibah.
“Iya benar. Tahun ini kita dapat hibah dari pemkab. Kita sedang siapkan badan hukumnya, karena salah satu syaratnya,” Didik Priyono.
Menurut rencana, bantuan hibah dari pemkab itu digunakan untuk mengembangkan Wisata Atas Angin. Seperti pembangunan kolam renang, wahana permainan anak, tempat out bond, dan pengembangan bumi perkemahan terpadu.
Didik optimis dengan pengembangan wisata Atas Angin akan meningkatkan kunjungan wisatawan. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi masyarakat baik di Desa Deling maupun sekitarnya bisa semakin baik.
Rencana pembangunan fasilitas tambahan di Wisata Atas Angin ini diapresiasi oleh pegiat pariwisata lokal Bojonegoro, Yulian Ajiyasa. Menurut pemuda Bojonegoro yang sering mengunjungi objek wisata di berbagai daerah tersebut, penambahan fasilitas akan membuat Wisata Atas Angin jadi lebih baik.
Namun Yulian juga berharap jika pembangunan fasilitas penunjang diimbangi dengan perbaikan jalan menuju lokasi wisata. Ia menyoroti sulitnya akses menuju Atas Angin.
“Selain membangun fasilitas di area wisata, perbaikan akses jalan juga harus mendapatkan perhatian. Saya terakhir ke sana pada akhir 2019. Jalan menuju puncak masih jelek dan kurang memadai,” ujar pemuda yang menempuh pendidikan di Kota Solo tersebut.
Pengembangan pariwisata lokal memang cukup tricky. Butuh sinergi yang kuat antara pihak-pihak terkait untuk membangun dan mengembangkan wisata daerah. Karena itu, pihak pemkab harus terus aktif menggandeng berbagai pihak untuk mengembangkan objek wisata di Bumi Angling Dharma.
Rencana penambahan fasilitas di kawasan Wisata Atas Angin oleh Pemkab Bojonegoro memang jadi wacana yang positif. Cara ini berpotensi besar untuk menambah jumlah kunjungan di wisata alam yang terletak di Kecamatan Sekar tersebut.








