Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Mengabadikan Kepergian di Kala Subuh

Yogi Abdul Gofur by Yogi Abdul Gofur
21/03/2021
in Fiksi Akhir Pekan
Mengabadikan Kepergian di Kala Subuh

Tentang pemuka agama di sebuah desa yang hanya suka baca do’a namun tidak mau membaca dengan seksama ayat-ayat kauniyah wabilkhusus buku.

Di sebuah desa dekat dengan bantaran Sungai Bengawan Solo. Hidup seorang pemuka agama yang sudah malang melintang dari musala ke musala, masjid ke masjid, dan spesialis mengurus orang yang meninggal dunia.

Dirman namanya. Dia hidup bersama seorang istri dan dua orang anak. Saban hari, Dirman menghabiskan waktu di musala, masjid, dan sawah.

Penduduk desa tempat Dirman tinggal, sangat menghormatinya. Ketika ada agenda kenduri, Dirman selalu diberi amanah untuk memimpin do’a. Selepas agenda kenduri, selain memperoleh salam tempel berupa amplop yang berisi uang, Dirman juga memperoleh berkat yang jumlahnya lebih dari dua.

Wajah sumringah senantiasa menghiasi wajah Dirman. Sifat Dirman yang mudah bergaul atau grapyak membuat dia mudah diterima oleh semua kalangan wabilkhusus orang-orang yang suka nongkrong di warung kopi.

Dirman sangat percaya dengan do’a. Hingga suatu hari, Dirman mengalami masalah ihwal ekonomi. Istrinya sakit dan dua orang anaknya dalam waktu bersamaan harus membayar uang sekolah.

Dirman sangat percaya kepada do’a. Ketika istrinya sakit, Dirman enggan melarikan istrinya ke rumah sakit. Saban hari, Dirman hanya berdo’a dan terus berdoa untuk kesembuhan istrinya. Sesekali juga mengurut tangan istrinya yang telah dibalur do’a oleh Dirman.

Beberapa tetangganya sesekali berkunjung ke rumah Dirman untuk menjenguk keluarganya. Haji Salim, salah seorang saudagar di kampung Dirman, juga menyarankan Dirman untuk melarikan istrinya ke rumah sakit dan memberikan sejumlah uang kepada Dirman, namun dia menolaknya.

Saban hari Dirman tidak lupa sembahyang. Ia senantiasa berdo’a kepada Tuhan, agar istrinya diberi kesembuhan, dan ada rezeki yang tak terduga menghampirinya.

Di suatu waktu, Dirman mencari udara segar dengan berkunjug ke sebuah warung kopi. Kebetulan pada malam itu, ada tayuban. Warga desa berkumpul di lapangan desa. Suasana di sekitar lapangan ramai. Berbagai jenis penjual bisa ditemui.

Ada penjual tahu petis, perahu otok-otok, balon, wayang kulit, dan lain sebagainya. Suara gamelan, sorak-sorai orang-orang, dan saweran mewarnai pagelaran acara di malam itu.

Dirman datang seorang diri. Dengan atasan kaos dan bawahan sarung. Dirman menggaruk-garuk kepala, mencari posisi yang pas untuk duduk dan menikmati malam.

Ketika Dirman duduk di sebuah warung kopi. Datang seorang dengan pakaian rapi dan rambut klimis.

“Lagi apa, Pak?”, tanya seorang yang berpakaian rapi dan rambut klimis.

“Ngopi, Pak”. Jawab Dirman.

Seorang dengan pakaian rapi dan rambut klimis itu, adalah rentenir kelas kakap yang terkenal bisa mempengaruhi orang karena gaya berdiplomasinya yang aduhai ihwal memberikan pinjaman. Penduduk kampung dari desa sebelah sering memanggilnya, Tarno.

Dirman amat sangat terpukau dengan gaya bahasa Tarno. Dirman hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Pertanda ia menerima sebagian besar ucapan yang keluar dari mulut Tarno. Dirman meminjam sejumlah uang kepada Tarno, rentenir yang berasal dari luar desa.

Ada rasa gengsi dalam sanubari Dirman ketika ia menerima bantuan dan meminjam uang dari orang-orang yang sering ia pimpin ketika sembahyang, memberikan tausiyah saban ba’da subuh, dan jama’ah tahlil.

Dirman meminjam uang dari Tarno dengan perjanjian. Telah terjadi kesepakatan antara Tarno dan Dirman. Di pinjaman yang pertama, Dirman kemudian mau melarikan istrinya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Dan berhasil mengembalikan uang pinjaman yang telah disepakati.

Kemudian Dirman mengajukan pinjaman yang ke-dua. Untuk melunasi pembayaran sekolah anak pertama. Dan Dirman berhasil melunasi pembayaran sekolah anak pertama plus mengembalikan uang pinjaman yang ke-dua.

Dirman semakin tertarik dengan berbagai jenis pinjaman yang ditawarkan oleh Tarno. Dan pinjaman yang ke-tiga, Dirman meminjam uang, wabilkhusus untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan merealisasikan keinginannya. Dirman memiliki angan-angan yang tinggi pada pinjaman yang ke-tiga. Dia ingin membeli mobil, motor, dan membangun musala kecil di sekitar rumahnya.

Dirman mengajukan jumlah pinjaman yang tinggi. Dan dia yakin bisa melunasinya. Seiring berjalannya waktu, Dirman berhasil membeli mobil, motor, dan membangun bangunan musala kecil yang belum sepenuhnya selesai.

Namun seiring berjalannya waktu, anak Dirman yang kedua mengalami musibah. Disebabkan setelah pulang dari sekolah, anak Dirman menjadi korban tabrak lari dari sebuah mobil. Dan banyak biaya yang diperlukan oleh Dirman untuk berobat anaknya di sebuah klinik kesehatan.

Di tengah jalan, Dirman sudah berusaha untuk berdo’a dan terus berdo’a agar dia bisa melunasi hutangnya dan anaknya diberi kesembuhan.

Hingga jatuh tempo, Dirman belum bisa melunasi hutangnya kepada Tarno. Kemudian Tarno memberikan waktu beberapa minggu kepada Dirman untuk melunasi hutang dengan syarat tambahan bunga.

Hari demi hari berlalu. Dini hari ketika waktu jatuh tempo. Dirman merasa tidak memiliki cara lain, untuk melunasi hutangya. Dia terus berdo’a dan terngiang dalam pikirannya untuk mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Tidak lama kemudian, Dirman memilih melarikan diri dengan berbekal beberapa pakaian dan sarung dan juga sejumlah uang.

Menjelang talkim subuh di kampung Dirman, ia memancal sepeda tuanya yang biasa ia gunakan untuk pergi ke sawah dalam rangka pergi meninggalkan kampungya karena terlilit hutang dari lintah darat kelas kakap, Tarno.

Tags: Fiksi Akhir Pekan
Previous Post

Tragedi Gerbong Kereta dan Kamu yang Abadi Dalam Terjemahan

Next Post

Begini Dampak Suka Kepoin Privasi Orang Lain

BERITA MENARIK LAINNYA

Hikayat Takut Kualat
Fiksi Akhir Pekan

Hikayat Takut Kualat

26/12/2025
Kharisma Kiai Darmin
Fiksi Akhir Pekan

Kharisma Kiai Darmin

30/11/2025
Akar Kehidupan Membentuk Pohon Harapan 
Fiksi Akhir Pekan

Akar Kehidupan Membentuk Pohon Harapan 

15/05/2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Komunitas Lari Bojonegoro Galang Dana untuk Korban Bencana Gempa Nusa Tenggara Timur dan Kebakaran di Kalimantan

Komunitas Lari Bojonegoro Galang Dana untuk Korban Bencana Gempa Nusa Tenggara Timur dan Kebakaran di Kalimantan

04/09/2026
Cara Unik SDN Sudu 2 Ajarkan Anak Memilah Sampah

Cara Unik SDN Sudu 2 Ajarkan Anak Memilah Sampah

03/09/2026
WKP Gunung Pandan: Skala Manusiawi atau Skala Industri?

WKP Gunung Pandan: Skala Manusiawi atau Skala Industri?

02/09/2026
Abdulloh Umar: Tambakberas dan Ucapan Selamat untuk Kepemimpinan PBNU

Abdulloh Umar: Tambakberas dan Ucapan Selamat untuk Kepemimpinan PBNU

01/09/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: