Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Mengenang Serbuan Pemain 5 Benua di Kompetisi Liga Primer Indonesia

Mahfudin Akbar by Mahfudin Akbar
06/02/2020
in Olahraga
Mengenang Serbuan Pemain 5 Benua di Kompetisi Liga Primer Indonesia

Salah satu klub peserta LPI, Medan Chiefs.

Liga Primer Indonesia atau LPI yang muncul pada 2010 menyisakan banyak cerita. Selain jadi awal mula dari dualisme sepakbola Indonesia, LPI juga jadi bahan perbincangan karena beragamnya pemain asing yang tampil di kompetisi tanah air.

Sebagai bentuk revolusi terhadap kepengurusan PSSI yang dianggap bobrok dan korup, sejumlah pihak sepakat membuat kompetisi tandingan. Liga tandingan yang bernama Liga Primer Indonesia itu muncul bersaing dengan kompetisi Indonesia Super League atau ISL.

Ada 3 klub ISL yang membelot ke LPI waktu itu. Mereka adalah PSM Makassar, Persibo Bojonegoro, dan Persema Malang. Ketiganya memilih bergabung dengan LPI dan tampil bersama  belasan klub yang baru dibentuk.

Klub-klub baru bentukan konsorsium LPI punya nama dan logo keren yang pastinya sangat berbeda dari klub tradisional konservatif Indonesia. Sebut saja Real Mataram, Medan Chiefs, Batavia Union, atau Bali Devata.

LPI seolah ingin melakukan branding terhadap kompetisi sepakbola Indonesia dengan nama-nama klub tersebut. Ini jauh berbeda dengan mayoritas klub peserta ISL yang menggunakan nama “Per” di awal.

Tak hanya branding nama atau logo klub saja. Para pemain asing yang berkiprah di LPI pun lebih beragam lagi. Ketika itu, pemain asing di Liga Indonesia didominasi oleh legiun asal Amerika Latin, Afrika, dan sebagian Asia.

Saat LPI muncul, pemain asing yang tampil berasal dari semua benua yang ada di dunia. Mulai dari Asia, Eropa, Oceania, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan tentu saja Afrika.

Lihat saja pemain asing yang dimiliki salah satu peserta LPI, Semarang United. Saat itu, Semarang United memiliki pemain asing asal Jamaika, Robert Marco dan pemain Italia, Simone Quinteiri.

Keberadaan pemain Jamaika dan Italia ini tentu amatlah unik jika tak bisa dibilang random. Jamaika dan Italia bukanlah negara yang dikenal sebagai penyuplai pemain asing di Liga Indonesia.

Robert Marco dan Simone Quinteri tak sendirian. Ada pemain asing lain yang berasal dari berbagai negara di dunia yang ikut meramaikan LPI. Seperti Will Woodhouse (Inggris), Hendrik Helmke (Jerman), Ablahu Naiholo (Sudan), Pascal Heije (Belanda), dan Cosmin Vancea (Rumania).

Keberadaan pemain asing dari berbagai macam negara di dunia ini jadi daya tarik tersendiri. Apalagi ada beberapa marquee player atau pemain bintang khusus yang didatangkan seperti Lee Hendrie (eks timnas Inggris) dan Amaral (eks timnas Brazil).

Meski hadir dan menawarkan konsep sepakbola modern yang professional, LPI tak bisa bertahan lama. Kompetisi LPI hanya mampu bertahan setengah tahun saja. Klub-klub baru bentukan LPI akhirnya melebur ke klub Indonesia lain dan ada juga yang bubar.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan gagalnya LPI. Salah satu yang terbesar adalah minimnya penonton. Selain Persibo, Persebaya 1927, dan PSM Makassar, tidak ada klub yang mampu menarik penonton ke stadion. Ini berbeda jauh dengan ISL yang sangat meriah karena jumlah penontonnya jauh lebih banyak.

Bertumpu kepada para pemain asing dari berbagai negara ternyata tak bisa menyelematkan atau memperpanjang usia LPI. Kompetisi yang punya slogan “change the game” ini tak bisa berjalan lebih jauh lagi.

Sejarah akan mencatat bahwa LPI adalah kompetisi ilegal yang gagal di tengah jalan. Semangat modern dan professional yang dibawa LPI ternyata tak bisa langsung diterapkan di Indonesia.

Tags: LPIPemain Asing Liga Indonesia
Previous Post

Ketika Masker di Bojonegoro jadi Barang Langka Gara-gara Virus Corona

Next Post

Ketergerakan Hati dan Penyelamatan yang Amat Berarti

BERITA MENARIK LAINNYA

Porkab II Bojonegoro 2026 Resmi Ditutup, Pembinaan Atlet Berbasis Kecamatan Disiapkan Menuju Prestasi Nasional
Olahraga

Porkab II Bojonegoro 2026 Resmi Ditutup, Pembinaan Atlet Berbasis Kecamatan Disiapkan Menuju Prestasi Nasional

11/07/2026
Persibo Bojonegoro
Olahraga

Siapa Lawan Terberat Persibo di Grup M Liga 3 Nasional?

18/04/2024
Sepenggal Sejarah Tarkam di Bojonegoro
Olahraga

Sepenggal Sejarah Tarkam di Bojonegoro

27/07/2023

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Konflik Dr. Manhattan dan Rorschach di Watchmen (2009): Filsafat Moral dan Perlawanan Terakhir terhadap Dunia yang Korup

Konflik Dr. Manhattan dan Rorschach di Watchmen (2009): Filsafat Moral dan Perlawanan Terakhir terhadap Dunia yang Korup

15/07/2026
KKN Unigoro Resmi Dimulai, Kelompok 04 Siap Kembangkan Potensi Wisata Edukasi Desa Drenges

KKN Unigoro Resmi Dimulai, Kelompok 04 Siap Kembangkan Potensi Wisata Edukasi Desa Drenges

14/07/2026
Jenderal Moerdani dan Pondok Pesantren yang telah Mendidiknya

Jenderal Moerdani dan Pondok Pesantren yang telah Mendidiknya

14/07/2026
Angkat Lokalogi, Kelas Jalanan Ajak Warga Mendekatkan yang Dijauhkan

Angkat Lokalogi, Kelas Jalanan Ajak Warga Mendekatkan yang Dijauhkan

13/07/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: