Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Menjadi Manusia Nokturnal Memang Tak Menyehatkan, Tapi Itu Pilihan

Yudi Kuswanto by Yudi Kuswanto
15/12/2020
in Cecurhatan, Headline
Menjadi Manusia Nokturnal Memang Tak Menyehatkan, Tapi Itu Pilihan

Mau jadi manusia nokturnal atau diurnal, tiap gaya hidup yang kita pilih selalu mengundang resiko. Hanya, lagi-lagi, semua akan kalah dengan rasa nyaman.

Tak bisa dinafikan dalam hidup, manusia mmmiliki zona nyamannya masing-masing. Contohnya ada yang merasa aman kalau menjalin hubungan backstreet tanpa diketahui oleh banyak orang terutama orang tua.

Ada pula yang merasa nyaman ketika melakukan semua hal sendirian seperti orang introvert, pun terdapat tipe manusia yang merasa akan banyak inspirasi berdatangan jika melakukan aktivitas di malam hari.

Kalong dan jangkrik dan koala memang mempunyai lifestyle nokturnal dalam melakukan aktivitas kesehariannya. Pola kehidupan hewan tersebut tentunya akan sangat wagu jika dilakukan oleh manusia.

Sebab, secara penilaian bersama, manusia normal adalah mereka yang melakukan aktivitas pada siang hari, lalu malam harinya digunakan untuk bergelut dengan bunga tidur.

Lantas apakah menjadi manusia nokturnal itu adalah pilihan yang keliru?

Jika merujuk hak prerogatif masing-masing orang, maka tak keliru memilih menjadi manusia nokturnal. Walau jika dirujuk dari segi medis, begadang yang tiada artinnya mempunyai dampak buruk bagi kesehatan, tapi itu pilihan.

Begini, saya merupakan salah satu orang yang prever begadang atau menjadi manusia nokturnal. Alasan fundamentalnya karena di malam hari lebih bisa fokus menjalani suatu hal, ngobrol bareng teman bisa lebih intim pula dan beragam inspirasi mulai banyak bermuculan. Jelas itu tak bisa di dapat siang hari.

Selain ada nokturnal, ada pula diurnal yakni kebalikan daripada nokturnal. Artinya memang seluruh aktivitas dilakukan di siang hari. Meski begitu bukan berarti diurnal tidak bisa ngobrol lebih intim bareng teman, memperoleh ide-ide segar dan fokus. Ini hanya soal nyaman atau tuntutan hidup saja.

Ambil contoh pola kehidupan seorang mahasiswa. Mereka mungkin akan banyak melakukan kegiatan di malam hari. Apalagi jika ada jadwal perkuliahan pagi. Apalagi ada tuntutan tugas yang menuntut diselesaikan secara tepat waktu.

Kehidupan itu saya alami, kalau dikomparasikan antara masa putih abu-abu dan saat sudah menjadi mahasiswa jauh sangat berbeda. Jam tidur menjadi berubah akibat tuntutan tugas beserta kegiatan-kegiatan penunjang, seperti aktivitas unit kegiatan mahasiswa dan komunitas lainnya.

Bahkan menulis yang saya klaim menjadi passion, banyak dilakukan di malam hari. Memang ini mengganggu kehidupan banyak orang terutama teman-teman kontrakan, dia tidur aku bangun dan begitupun kebalikannya.

Tapi siapa juga yang dapat memenjarakan pilihan orang lain, sudah pasti tidak ada kecuali para aparat di masa demo Undang-undng Ciptaker lalu; ada yang berniat baik menyuarakan aspirasinya tapi malah ditangkapi. Hash, Jans tenan og polisi itu~

Banyak pihak, terkhusus orang tua menyarankan memperbaiki pola kehidupan yang lebih sehat namun lagi-lagi kenyamanan tidak bisa diganggu-gugat.

Kiranya mungkin adalah matahari yang memang menjadi faktor utama penyebab tidak bisa tidur. Alergi kali ya wqwq

Tags: BegadangMalam-malamNokturnal
Previous Post

Dilema dan Hakikat Pemberantasan Korupsi

Next Post

PDKT via Chat dan Ruang Momentum

BERITA MENARIK LAINNYA

Piala Dunia 2026 dan Para Bohemian Lapangan
Cecurhatan

Piala Dunia 2026 dan Para Bohemian Lapangan

09/07/2026
Menata Tanah, Menata Kesadaran: Filosofi Pacul ala Sunan Kalijaga
Cecurhatan

Menata Tanah, Menata Kesadaran: Filosofi Pacul ala Sunan Kalijaga

07/07/2026
Haul Ki Andong Sari ke-244: Ledok Kulon Kukuhkan Warisan Budaya Lewat Kirab dan Buku Historiografi
Cecurhatan

Haul Ki Andong Sari ke-244: Ledok Kulon Kukuhkan Warisan Budaya Lewat Kirab dan Buku Historiografi

06/07/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

NUTASIMPHONY Vol. 2 Meriahkan Dies Natalis ke-9 UKM Musik NU-Tasi UNUGIRI, Perkuat Kolaborasi Musisi Kampus Jawa Timur

NUTASIMPHONY Vol. 2 Meriahkan Dies Natalis ke-9 UKM Musik NU-Tasi UNUGIRI, Perkuat Kolaborasi Musisi Kampus Jawa Timur

12/07/2026
Porkab II Bojonegoro 2026 Resmi Ditutup, Pembinaan Atlet Berbasis Kecamatan Disiapkan Menuju Prestasi Nasional

Porkab II Bojonegoro 2026 Resmi Ditutup, Pembinaan Atlet Berbasis Kecamatan Disiapkan Menuju Prestasi Nasional

11/07/2026
Noyvich Manuscript: Di Antara Tumbuhan Asing, Rasi Bintang dan Bahasa yang Hilang (Bagian III)

Noyvich Manuscript: Di Antara Tumbuhan Asing, Rasi Bintang dan Bahasa yang Hilang (Bagian III)

10/07/2026
Piala Dunia 2026 dan Para Bohemian Lapangan

Piala Dunia 2026 dan Para Bohemian Lapangan

09/07/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: