Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Menyambut Nuansa Ramadhan di Bojonegoro

Widyastuti Septiyaningrum by Widyastuti Septiyaningrum
01/05/2019
in JURNAKULTURA
Menyambut Nuansa Ramadhan di Bojonegoro

Ramadhan tahun 2019 ini dimulai pada awal bulan Mei. Meski belum sepenuhnya memasuki bulan ramadhan, suasana khas ramadhan mulai terasa di berbagai sudut kota Bojonegoro.

Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam di dunia. Bulan yang penuh berkah dan kebaikan ini disambut dengan suka cita. Selain melakoni ibadah puasa, bulan ramadhan juga dijadikan momentum untuk makin mendekatkan diri dengan Sang Pencipta.

Suasana dalam menyambut bulan suci ramadhan mulai terasa di kota Bojonegoro. Berbagai spanduk ucapan selamat menunaikan ibadah puasa mulai terlihat di sudut-sudut kota.

Hal lain yang juga menandai datangnya bulan ramadhan adalah keberadaan pedagang kembang api. Lapak kembang api dapat ditemui di beberapa tempat seperti Alun-alun, Pasar Kota, dan di deretan Jalan Teuku Umar.

Agus Pambudi, salah satu penjual kembang api yang berjualan di sekitaran Pasar Bojonegoro mengungkapkan bahwa dirinya sudah berjualan H-10 sebelum ramadhan. Karena belum masuk bulan puasa, Agus mengaku jika dagangannya masih sepi pembeli.

“Sementara ini masih sepi soalnya belum masuk puasa. Kebanyakan yang beli anak-anak kecil yang diantar orang tuanya,” ujar pria berusia 38 tahun tersebut.

Pedagang kembang api yang ada di sekitaran kota Bojonegoro diprediksi akan terus bertambah. Terutama saat sudah memasuki bulan puasa.

Beberapa pedagang makanan berbuka atau takjil juga sudah banyak bermunculan. Ada pedagang bubur campur khas Madura, buah kurma, serta aneka es penyegar dahaga. Termasuk es raja buah, yakni durian.

Selain penganan manis, ada pula aneka gorengan dan jajanan populer seperti sosis, pentol dan martabak. Menuju bulan ramadhan, banyak diantara penjual yang mulai menjajakan aneka lauk siap santap. Ini menjadi pilihan praktis untuk berbuka puasa.

Berdasarkan tradisi ramadhan yang lalu, terdapat beberapa titik penjual takjil yang ada di Bojonegoro. Diantaranya adalah kawasan Alun-alun, deretan jalan Teuku Umar, dan jalan Panglima Polim.

Alun-alun memang jadi tempat favorit untuk menghabiskan waktu sebelum berbuka. Selain karena banyak tempat yang bisa didatangi, Alun-alun juga menawarkan pilihan hidangan berbuka lewat pedagang takjil yang muncul tiap tahunnya.

Jelang sore hari sebelum berbuka, para pedagang takjil mulai membuka lapaknya. Seperti sudah jadi tradisi, pembeli atau orang yang sedang ngabuburit langsung menyemuti deretan pedagang tersebut.

Deretan pedagang khas ramadhan ini juga menjadi pemandangan tersendiri untuk mengisi waktu ngabuburit. Jalanan kota Bojonegoro akan semakin semarak laiknya merayakan pesta rakyat.

Nuansa bulan puasa di Bojonegoro pun semakin terasa. Ibadah puasa juga terasa semakin menyenangkan. Yuk Nabs, kita sambut bulan ramadhan tahun ini dengan suka cita.

Tags: PuasaRamadhan
Previous Post

Persiapan Porprov 2019, Bojonegoro Gelar Kejurprov Judo di GOR SMT

Next Post

Persiapan Tim Basket Bojonegoro Menghadapi Porprov Jatim 2019

BERITA MENARIK LAINNYA

Rasa Pahit yang Diam-Diam Menyelamatkan Kita
JURNAKULTURA

Rasa Pahit yang Diam-Diam Menyelamatkan Kita

06/08/2026
Tak Ada Narasi Tunggal dalam Mendefinisikan Sejarah
JURNAKULTURA

Tak Ada Narasi Tunggal dalam Mendefinisikan Sejarah

23/07/2026
Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan
Cecurhatan

Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan

18/05/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro Tebar 10 Ribu Benih Ikan Demi Jaga Ekosistem dan Potensi Perikanan

Mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro Tebar 10 Ribu Benih Ikan Demi Jaga Ekosistem dan Potensi Perikanan

11/08/2026
Gus Mus dan Pemikiran Islam Indonesia, Quo Vadis?

Gus Mus dan Pemikiran Islam Indonesia, Quo Vadis?

11/08/2026
Sarasehan Budaya: Membaca Kedung Lantung dari Sejarah, Geologi, dan Wisata

Sarasehan Budaya: Membaca Kedung Lantung dari Sejarah, Geologi, dan Wisata

10/08/2026
Majnun Mengajari Kita Satu Hal: Cinta Bisa Membajak Akal Sehat dan Membuat Seseorang Gila

Majnun Mengajari Kita Satu Hal: Cinta Bisa Membajak Akal Sehat dan Membuat Seseorang Gila

10/08/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: