Mahasiswa KKN Unugiri Kelompok 12 Desa Cengkir, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro baru-baru ini mengadakan sosialisasi demam berdarah dengue (DBD) di SD Negeri 1 Cengkir.
Kegiatan yang diikuti siswa Kelas 4 dan 6, langsung disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) 1 yakni, Denny Nurdiansyah. Selain penjelasan terkait DBD, kegiatan ini juga diakhiri dengan pemberian Abate untuk setiap siswa.
Denny, menjelaskan bila di musim penghujan hadirnya virus DBD meningkat. Karena, hati-hati untuk menjaga kebersihan lingkungan. “Penyakit ini banyak ditemukan di daerah beriklim tropis, termasuk Indonesia, dan angka kejadian penyakit ini biasanya meningkat ketika musim hujan. Jadi hati-hati ya!,” pesannya.
Dirinya juga menjelaskan, bahwa pencegahan demam berdarah bisa dilakukan dengan menjalankan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 4M plus. Yaitu, menguras tempat penyimpanan air, menutup rapat tempat penampungan air, mengubur barang bekas yang bisa menampung air, dan memantau seluruh wadah air yang berpotensi sebagai tempat perindukan nyamuk.
Perihal nilai plus atau tambah imbuh Denny, mulai dari tidak menggantung pakaian berwarna gelap, memelihara ikan di tampungan air, membubuhkan larvasida (bubuk Abate), dan tidur menggunakan kelambu.
“PSN 4M Plus ini harus dilakukan secara berkala untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan terbebas dari nyamuk penyebab DBD,” imbunya.
Sementara, Koordinator KKN Cengkir, M. Noor Habibullah, menyampaikan bila program ini adalah upaya meningkatkan kesadaran dan membentuk kebiasaan hidup bersih guna mencegah penyebaran penyakit DBD, serta menjadikan mereka agen perubahan dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Program ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan anak-anak SDN 1 Cengkir, tentang pentingnya pencegahan penyakit DBD,” ucapnya.
Habibullah, juga berharap melalui penyuluhan tersebut, siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang sadar akan pentingnya hidup bersih dan sehat, mampu mencegah penyebaran DBD di lingkungan sekitar, serta menjadi penggerak dalam menjaga kebersihan lingkungan baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat.
“Harapan ke depan, tentu siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang sadar akan pentingnya hidup bersih dan sehat, mampu mencegah penyebaran DBD di lingkungan sekitar,” tandasnya.
Terpisah, Kepala SDN 1 Cengkir Joko Susilo, menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN Unugiri yang sudah melakukan sosialisasi DBD di sekolah. Baginya, kegiatan yang diselenggarakan memiliki manfaat besar untuk meningkatkan kesadaran anak-anak SD dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penyakit DBD.
Joko, menambah bila dampak dari kegiatan tersebut selain positif, juga berdampak baik dalam meningkatkan kesadaran kesehatan, membentuk kebiasaan hidup bersih, menyebarkan informasi ke keluarga, dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
“Saya yakin kegiatan ini berdampak positif bagi kesadaran dan kebiasaan anak-anak di keluarga menjadi lebih sehat,” pungkasnya, ditemui Jumat (3/1/25).








