Pemkab Bojonegoro gelar prosesi persemayaman api abadi di Pendopo Malawapati pada Minggu malam (19/10/2025). Api abadi ini menjadi simbol semangat yang terus berkobar membangun Bojonegoro. Prosesi persemayaman api abadi merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-347.
Selain dihadiri Bupati, Wakil Bupati, dan juga Ketua DPRD Bojonegoro, hadir dalam prosesi ini adalah jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para anggota DPRD Bojonegoro, Forkopimda, asisten dan staf ahli, pimpinan BUMD dan BUMN, camat serta kades se-Kabupaten Bojonegoro.
”Ini simbol tentang spirit dan makna pengabdian” kata Ketua DPRD Bojonegoro, Abdullah Umar.
Umar menerima api abadi dari Camat Bojonegoro, kemudian ia serahkan api itu pada Bupati Bojonegoro Setyo Wahono. Selanjutnya, Bupati Wahono didampingi jajaran Forkopimda Bojonegoro berjalan dan menyulutkan api di tungku persemayaman. Kata Umar, prosesi ini simbol totalitas dalam pengabdian.

Nyala api sebagai spirit pembangunan, kata Umar, tergambar dari bagaimana api itu disemayamkan di pendapa kabupaten. Menurutnya, api abadi diambil dari kepala desa, lalu diserahkan pada camat. Nah, api yang ia terima dari camat, kemudian ia serahkan pada bupati, makna filosofisnya adalah pengabdian pada masyarakat harus selaras.
“Dari pimpinan eksekutif, legislatif, hingga ke bawah, ini semua untuk mengabdi dan melayani masyarakat” ucap Umar.
Umar menegaskan, pengabdian dan pelayanan pada masyarakat, tentu berwujud pembangunan. Menyalakan spirit pengabdian dengan terus membangun kemajuan, kata dia, adalah makna dari prosesi persemayaman api abadi. Maka dari itu, persemayaman api abadi menggambarkan semangat pembangunan yang menyala.








