Kuliah Kerja Nyata (KKN) bukan sekadar ngecat gapura dan pasang plang nama gang. KKN UNU Sunan Giri Bojonegoro misalnya, justru gelar pelatihan barbershop.
Barbershop adalah nama yang asing oleh orang-orang desa. Biasanya masyarakat umum menyebutnya dengan tukang pangkas rambut atau tukang cukur.
Nabs, bila sebelumnya tukang cukur hanya bermodalkan gunting dan cermin di sebuah kios kecil di pinggir jalan, dan ia menerima konsumennya untuk membayar jasanya.
Namun kini di barbershop, pelanggan yang datang di suguhkan dengan beberapa fasilitias yang lengkap mulai dari segi kesehatan, kebersihan, dan alat yang digunakan lebih lengkap plus model referensi tentang gaya rambut yang sangat banyak macamnya.
Usaha barbershop adalah usaha dengan modal cukup satu kali, dengan membuka ruko dan beli alat cukur yang lengkap sudah bisa menjalankan usaha dengan hari kerja yang fleksibel.
Jadi tak heran, usaha barbershop ini sekarang mulai banyak dan dilirik oleh orang-orang yang memang pandai membaca peluang di era revolusi industri 4.0 saat ini.
Bahwa saat ini pemuda- pemudi milenial adalah generasi yang memang di tuntut untuk mempunyai keahlian khusus dan ulet untuk dapat berkompetisi di era yang serba bebas ini. Tentu berkompetisi dengan benar, jujur plus sehat, Nabs.
Mengingat bahwa usaha barbershop saat ini mulai banyak diminati dan juga menjadi usaha sampingan bahkan menjadi usaha utama yang sangat menjanjikan, karena dengan modal satu kali saja sudah bisa menjalankan bisnis ini dengan berkelanjutan.
Maka dari itu, mahasiswa Universitas Nahlatul ulama Sunan Giri Bojonegoro meramaikan KKN dengan menghelat pelatihan barbershop untuk umum, wabilkhusus pemuda-pemudi desa Bareng, Kecamatan Sugihawaras.
Adapaun kegiatan yang dilakukan saat pelatihan adalah pengenalan tentang apa perbedaan barbershop dengan pangkas rambut pada umumnya. Kemudian memperkenalkan apa saja alat yang harus ada dalam sebuah kios barbershop, tak terkecuali menjelaskan dan memaparkan beberapa teknik dasar yang harus dipelajari tentang bagaimana memotong rambut dengan jenis lekukan kepala yang berbeda-beda.
Tentu dalam sebuah pelatihan ada tujuan yang harus dicapai. Dalam pelatihan ini, mahasiswa KKN Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro mentarget bahwa peserta yang mengikuti pelatihan minimal memahami tentang peluang uasaha baru yang memang saat ini menjadi usaha yang banyak dilirik dan juga di kembangkan.
Dari pelatihan ini, juga diharapkan para peserta memiliki pandangan yang berbeda tentang apa itu barbershop, dan mahasiswa KKN Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro juga siap bermitra bilamana peserta pelatihan berminat buka usaha barbershop.
Fahrul Isna Arsyada atau yang sering dipanggil Aar adalah mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro.








