Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Suluh Bengawan, Bojonegoro dalam Kronik Ekologi dan Peradaban

Satria Rahma Kusuma by Satria Rahma Kusuma
10/09/2025
in Peristiwa
Suluh Bengawan, Bojonegoro dalam Kronik Ekologi dan Peradaban

Semesta mempersila supernova ke Bojonegoro melalui Hutan Jati, Bengawan, dan Pegunungan. Dan, sebelum semua adalah hanya sebutan tanpa batu nisan, mari kita dekolonisasi kesejarahan. 

Bedah Buku “Peradaban Nggawan Bojonegoro” yang merupakan anak kandung serta buah ketelatenan selama 4 tahun penggarapan, oleh Muassis Jurnaba.co dan sekaligus Penerbit Jurnaba, Ahmad Wahyu Rizkiawan. Berhasil mewarnai corak literasi masyarakat Bojonegoro dalam bidang Ekologi, Sosial, Budaya, dan Peradaban.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (9/9/2025), secara terbuka berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpussip) Kabupaten Bojonegoro ini, dihelat di ruang rapat Disperpussip. Berhasil menggandeng berbagai pihak untuk turut terlibat dalam suksesi giat, salah satunya ialah Telkomsel Bojonegoro.

Dengan segala daya pikatnya, forum ini telah berhasil membuat 47 peserta dari kalangan Mahasiswa yang merupakan perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penulisan- Penalaran, Pegiat literasi, pustakawan, perwakilan Banom NU – Muhammadiyah, Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpusnas RI, dan FTBM di Bojonegoro untuk hadir dan mendialektisir forum.

Dalam sesi pengantar, Direktur Penerbit Jurnaba, Widodo Romadhoni. Menyampaikan, Tujuan diadakannya kegiatan. Yakni, memperkenalkan Penerbit Jurnaba sebagai platform penerbitan, publikasi, sekaligus monumentalisasi karya kepada khalayak luas. Dan, buku “Peradaban Nggawan Bojonegoro” merupakan karya yang menjadi penanda kelahirannya.

“Kegiatan bedah buku ini, merupakan langkah awal untuk menciptakan iklim literasi yang sustainable di Bojonegoeo. Penerbit Jurnaba, telah berhasil menerbitkan 6 buku. Dan, salah satunya adalah buku Peradaban Nggawan Bojonegoro. Yang harapannya mampu untuk mempercepat vibrasi literasi dan persebaran pengetahuan”, Ungkap Widodo.

Selanjutnya, Erick Firdaus Kepala Disperpussip. Sangat mengapresiasi dengan diadakannya forum Bedah Buku yang di inisiasi oleh Penerbit Jurnaba. Dan, menyampaikan bahwa forum ini diharapkan mampu untuk memberikan Wacana sekaligus paradigma baru kepada masyarakat Bojonegoro. Bahwa, Bengawan diingat karena bencana banjir. Tapi karena, nilai serta historisnya yang terus mengalir.

“Kemarin, saya sedikit membaca buku Peradaban Nggawan Bojonegoro. Dari, sedikit itu saja sudah cukup memberikan gambaran. Bahwa, buku ini memuat nilai sosial, budaya, dan rentetan peristiwa yang memberikan perspektif baru bagi masyarakat Bojonegoro tentang bengawan”, Tutur Erick.

Peradaban Nggawan Bojonegoro

Ahmad Wahyu Rizkiawan, teramat mengerti tentang bagimana tipologi masyarakat Bojonegoro dari abad 10 M. Di mulainya diskusi dengan pembahasan peralihan nama Jipang menjadi Bojonegoro, serta dengan gejolak yang membersamainya. Adalah, pertanda yang juga menegasikan kawasan Jipang yang telah mengkrabkan dirinya dengan budaya maritim ala Bengawan.

Padahal, Bengawan bukan hanya menjadi simbol masif keluar-masuknya kapal yang menjadi titik peradaban untuk perputaran roda ekonomi dan arus utama mobilisasi masyarakat Jipang. Namun, juga sebagai representasi kebesaran wilayah yang menjadi penghormatan bagi setiap Raja yang mendatanginya.

“Kalibrasi peradaban Jipang (Bojonegoro) dimulai pada zaman Kerajaan Medang yang dipimpin Raja Dyah Baletung (898 -910 M). Dan secara urut selalu punya peran penting di tiap zaman.  Dari zaman Medang (abad 10 M), Medang Kahuripan (abad 11 M), Jenggala (abad 12 M), Singashari (13 M), Dan yang paling bontot adalah Majapahit (abad berikutnya)”, Ungkap Sang Muassis Jurnaba.

Muatan tersebut berdasar pada data temuan berupa naskah autentik—Prasasti, yang menceritakan kebesaran Jipang sebagai peradaban maritim. Seperti pada , Prasati Telang (903) dan Prasasti Sangsang (907), sebagai kawasan Sotasrungga, tempat yang sangat dihormati Raja Dyah Baletung (898-910 M) sebagai tempat persemayaman para Raja, sekaligus pusat ekonomi maritim sungai pada abad 10 M.

“‎Prasasti-prasati yang menceritakan kebesaran kawasan Jipang, seperti Prasati Maribong yang dihadiahkan untuk Para Begawan Maribong (Jipang/Bojonegoro) tersebut, jelas tertera kalimat: swapitamahastawana bhinnasrantalokapalaka, sebuah kalimat yang oleh para sejarawan diartikan sebagai: leluhurnya yang telah menentramkan dan mempersatukan dunia/nusantara” Tandasnya.

Jadi, teramat disayangkan jika kebesaran Bojonegoro dengan budaya maritim kebengawanan yang telah terdokumentasikan ini tiba-tiba saja hilang dan luput dari tahunya masyarakat Bojonegoro. Maka, melalui buku ini diharapkan mampu untuk menjadi pranala sekaligus referensi bagi warga-masyarakat Bojonegoro. Dan, tentu juga cita-cita kami untuk me-dekolonisasi pengetahuan yang selama ini telah di monopoli.

Tags: Bedah BukuBuku Peradaban Nggawan 2025Lokal WisdomMakin Tahu IndonesiaNggawan Bojonegoro
Previous Post

Trump Hidupkan Department of War, Grand Opening Perang Dunia ke-3?

Next Post

Ngaji Dekolonisasi: Algoritma Lantung Harmoni

BERITA MENARIK LAINNYA

Komisi C DPRD Bojonegoro Bahas Realisasi APBD 2025 dan Proyeksi Pelaksanaan APBD 2026
Peristiwa

Komisi C DPRD Bojonegoro Bahas Realisasi APBD 2025 dan Proyeksi Pelaksanaan APBD 2026

09/01/2026
Bakti Bumi, Diskusi Agro Ekologi di Bukit Pagerwesi
Peristiwa

Bakti Bumi, Diskusi Agro Ekologi di Bukit Pagerwesi

28/12/2025
Abdulloh Umar Ajak Masyarakat Bersikap Empatik Sambut Tahun Baru 2026
Peristiwa

Abdulloh Umar Ajak Masyarakat Bersikap Empatik Sambut Tahun Baru 2026

24/12/2025

Anyar Nabs

Bismillah yang Hilang, dan Hadir Kembali: Hikmah Humor dan Pencurian (13)

Bismillah yang Hilang, dan Hadir Kembali: Hikmah Humor dan Pencurian (13)

13/01/2026
Mekanisme Kekerasan Sistematis dalam Tragedi 1965 Jawa Timur

Mekanisme Kekerasan Sistematis dalam Tragedi 1965 Jawa Timur

12/01/2026
Asem Jawi Pangimbang Jati, Kredo Ekologi dari Bojonegoro

Asem Jawi Pangimbang Jati, Kredo Ekologi dari Bojonegoro

11/01/2026
Sang Penjaga Gawang antara Api Tradisi dan Modernitas

Sang Penjaga Gawang antara Api Tradisi dan Modernitas

11/01/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: