Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Superioritas Indonesia dalam Kreasi Menu Gorengan

Mahfudin Akbar by Mahfudin Akbar
20/12/2019
in JURNAKULTURA
Superioritas Indonesia dalam Kreasi Menu Gorengan

Mulut orang Indonesia nampaknya gatal kalau tidak makan sesuatu yang digoreng. Bahkan, buah yang sejatinya lebih punya manfaat kesehatan jika dikonsumsi langsung pun tak luput dari panasnya minyak di penggorengan.

Salah satu menu jajanan favorit orang Indonesia adalah gorengan. Segala macam gorengan dengan bahan utama tepung jadi favorit masyarakat. Siapkan bahan mentah, lumuri dengan tepung, voila. Gorengan enak siap disantap.

Jenis makanan yang digoreng dengan tepung memang tak hanya milik Indonesia. Beberapa negara lain juga memiliki menu andalannya masing-masing.

Di Inggris, ada menu gorengan yang sangat british. Namanya Fish and Chips. Secara sederhana Fish and Chips adalah menu ikan goreng tepung dengan kentang goreng. Menu ini jadi signature dish-nya warga Britania Raya.

Contoh lainnya adalah Jepang yang memiliki menu tempura. Cara membuat tempura memang cukup mudah. Dedagingan mentah seperti udang, ikan, hingga ayam dicampur dengan tepung kemudian digoreng di minyak panas.

Tak hanya dedagingan saja, Nabs. Warga Jepang juga kerap menjadikan bahan sayuran sebagai tempura. Contohnya kentang, asparagus, atau jamur.

Tapi, jika berbicara masalah menu gorengan, Indonesia nampaknya lebih superior dibandingkan Inggris atau Jepang. Di tangan orang Indonesia, berbagai macam bahan pangan bisa disulap jadi menu gorengan yang enak dan renyah.

Kita tentu mengenal aneka gorengan yang biasa dijual di pinggir jalan. Contohnya seperti tempe, tahu, pisang, singkong, jamur, ubi, kentang, atau bakwan.

Namun, seakan tak mau kalah dengan negara lain, para penjual gorengan Indonesia menaikkan level mereka. Bahan-bahan pangan yang tak lazim dijadikan sebagai gorengan berhasil diolah. Manifestasinya hadir dalam bentuk nanas goreng.

Nanas, digoreng. Yups. Kamu tak sedang salah baca, Nabs. Mungkin agak terdengar aneh. Namun kenyataanya memang ada jajanan bernama nanas goreng itu.

Mulut orang Indonesia nampaknya gatal kalau tidak makan sesuatu yang digoreng. Bahkan, buah yang sejatinya lebih punya manfaat kesehatan jika dikonsumsi langsung pun tak luput dari panasnya minyak di penggorengan.

Pembuatan nanas goreng tak terlalu rumit. Nanas yang sudah dipotong kecil kemudian dimasukkan ke dalam bumbu tepung untuk selanjutnya digoreng. Prosesnya hampir sama dengan memasak pisang goreng.

Cita rasa asam manis buah nanas, berpadu dengan gurihnya tepung memberikan sensasi luar biasa di lidah kamu sekalian. Sayangnya nih, nanas goreng ini belum rata penyebarannya. Kebanyakan masih di daerah DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Selain nanas, ada buah lain yang berhasil disulap jadi gorengan oleh warga Indonesia. Buah tersebut adalah apel.

Chef Gordon Ramsay mungkin bakal menangis ketika tahu warga Indonesia berhasil menciptakan menu apel goreng. Bagaimana bisa, buah yang biasa digunakan untuk makanan penutup diubah jadi gorengan renyah?

Agar tak mati penasaran, Gordon Ramsay harus mampir ke Kota Malang. Malang yang juga mendapatkan julukan Kota Apel ini punya beragam kreasi makanan unik. Contohnya ya apel goreng itu, Nabs.

Nanas dan apel goreng adalah representasi dari betapa kreatifnya orang Indonesia dalam menciptakan menu gorengan. Unik, kreatif, dan out of the box.

Dalam hal kreasi menu gorengan, Indonesia memang layak jadi panutan. Di tangan warga Indonesia, berbagai bahan makanan bisa disulap jadi gorengan enak. Jangan heran jika beberapa tahun ke depan ada menu semangka goreng atau durian goreng yang dijajakan oleh pedagang kaki lima Indonesia.

Jepang boleh jumawa dengan tempuranya. Inggris juga bisa bangga dengan Fish and Chips-nya. Tapi untuk urusan menu gorengan, sebaiknya Jepang dan Inggris duduk diam saja ketika head to head dengan Indonesia.

Tags: Fish and ChipsGorenganTempura
Previous Post

Menikmati Tradisi Munggut atau Pladu di Nggawan Bojonegoro

Next Post

Satu Frekuensi Membangun Mata Rumpaka

BERITA MENARIK LAINNYA

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok
Cecurhatan

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok

13/10/2026
Alkemis Kebudayaan
JURNAKULTURA

Alkemis Kebudayaan

05/10/2026
Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro

29/09/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Membaca Madinah: Bagaimana Arab Saudi Mengembangkan Kota Nabi (2)

Membaca Madinah: Bagaimana Arab Saudi Mengembangkan Kota Nabi (2)

04/11/2026
Diakui UNESCO: Geopark Bojonegoro Mendunia, Bumi Harus Dijaga

Diakui UNESCO: Geopark Bojonegoro Mendunia, Bumi Harus Dijaga

03/11/2026
Membaca Madinah: Bagaimana Arab Saudi Mengembangkan Kota Nabi (1)

Membaca Madinah: Bagaimana Arab Saudi Mengembangkan Kota Nabi (1)

02/11/2026
Hujan di Bulan November dan Cara Usman Arrumy Mencuitkan Kenangan

Hujan di Bulan November dan Cara Usman Arrumy Mencuitkan Kenangan

01/11/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: