Tim futsal Jawa Timur yang dipersiapkan untuk event Pekan Olahraga Nasional atau PON 2020 telah melakukan persiapan yang cukup intensif. Target emas yang dicanangkan membuat persiapan dilakukan sejak jauh-jauh hari.
Futsal menjadi salah satu olahraga yang dipertandingkan dalam PON 2020 Papua. Sebagai olahraga yang cukup digemari di Indonesia, popularitas futsal memang terus menanjak.
Pada penyelenggaraan PON 2020 Papua, akan dipertandingan cabang olahraga futsal putra. Provinsi Jawa Timur pun telah menyiapkan tim sejak bulan September. Diawali dengan seleksi pemain.
Seleksi tim futsal Jawa Timur dihelat selama dua hari. Tepatnya pada 14-15 September 2019. Ajang ini dilaksanakan di dua lokasi sekaligus. Untuk tim atau daerah yang dikelompokkan di Zona 1, seleksi dilangsungkan di Baskhara Futsal Arena, Surabaya. Sementara seleksi di Zona 2 dilakukankan di Zona SM Futsal, Malang.
Jumlah peserta seleksi di Zona 1 mencapai 81 orang. Mereka datang dari dari Surabaya Raya, dan Pulau Madura. Ditambah dengan Tuban, Madiun, Ngawi, dan Bojonegoro.
Sementara jumlah peserta seleksi di Zona 2 mencapai 73 pemain. Mereka berasal dari Malang Raya, Blitar Raya, Kediri Raya, Jember Raya, ditambah Pacitan. Total ada 154 peserta seleksi.
Kepala tim seleksi, Eko M. Purbo mengatakan jika para pemain terpilih menjalani pemusatan latihan di Surabaya. Waktu yang ada akan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin oleh tim pelatih.
“Kami harus membentuk tim dengan pemain seideal mungkin. Ini menjadi tantangan tersendir untuk kami,” ujar pelatih futsal asal Sidoarjo tersebut.
Pemain Futsal Bojonegoro Tak Lolos Seleksi
Beberapa pemain futsal asal Kabupaten Bojonegoro juga ikut serta dalam seleksi ini. Sebanyak 3 pemain berangkat ke Surabaya untuk mewakili Kabupaten Bojonegoro.
Ketiga pemain tersebut adalah Yudha, Zaenuri dan Kharisma Yahya. Ketiganya mengikuti seleksi selama 2 hari di Surabaya bersama dengan puluhan pemain lainnya dari seluruh Jawa Timur.
Sayangnya, dari ketiga pemain tersebut, tak ada satupun yang berhasil lolos seleksi. Yudha, Zaenuri, dan Kharisma kalah bersaing dengan pemain-pemain lain. Ketiganya pun harus pulang lebih awal.
Tim pelatih memang meletakkan standar yang cukup tinggi untuk tim PON Jatim ini. Sebagai provinsi penghasil talenta pemain futsal berbakat, Jawa Timur mematok target tinggi. Oleh karena itu, seleksi pemain dilakukan dengan sangat hati-hati.
Sementara itu, manajer tim futsal Jatim, Haris Tofly mengungkapkan, persiapan dalam menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 memang sangat mepet. Apalagi pra-PON futsal dikabarkan bakal dilaksanakan November 2019.
“Jadi waktunya memang sangat mepet. Oleh sebab itu, kami berupaya keras untuk membentuk tim yang kuat, dan kompetitif. Saya juga memohon doa, dan restu dari masyarakat Jawa Timur agar tim futsal Jatim lolos ke PON Papua,” ujar Haris.
Target emas membuat tim futsal Jatim harus menyiapkan diri dengan baik. Diprediksi, mereka akan bersaing ketat dengan tim DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Barat untuk bisa meraih emas di cabor futsal PON 2020 Papua.








