Warga Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu, memanfaatkan momen Ramadan dengan buka sentra takjil dan bermacam menu buka puasa di sepanjang jalan Dam Klepek Sukosewu. Keberadaan lapak-lapak ini jadi spot UMKM berdampak positif.
Dam Klepek Sukosewu termasuk spot wisata cukup terkenal di wilayah Sukosewu Bojonegoro. Pada Ramadhan ini, spot Dam Sukosewu kian ramai dan produktif. Pasalnya, banyak warga membuka lapak berdagang takjil. Keberadaan lapak-lapak tersebut disambut antusias masyarakat dan menjadi pusat keramaian setiap sore menjelang waktu berbuka.
Berbagai jenis makanan dan minuman dijajakan pedagang, mulai dari gorengan, sambal, pepesan, aneka lauk seperti ayam dan ikan laut maupun ikan tambak, hingga minuman segar seperti es buah dan es teh. Aktivitas jual beli biasanya mulai ramai sejak pukul 16.00 WIB hingga waktu magrib.

Salah satu pedagang, Ibu Ainin, mengaku bersyukur dengan adanya lokasi terpusat tersebut. Ia menjual beragam menu takjil dan lauk berbuka untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar.
“Alhamdulillah, selama Ramadan ini dagangan lebih ramai. Pembeli banyak yang datang karena tempatnya jadi satu dan mudah dijangkau,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (28/2).
Menurut warga, keberadaan sentra takjil di sekitar DAM Klepek tidak hanya memudahkan masyarakat mencari menu berbuka, tetapi juga menjadi ruang berkumpul yang mempererat interaksi sosial antarwarga.

Sementara Camat Sukosewu, Alit Saksama Purnayoga menyatakan dukungannya terhadap aktivitas ekonomi musiman tersebut. Ia menilai keramaian di kawasan itu berdampak positif bagi perputaran ekonomi warga.
“Kami sangat mendukung kegiatan masyarakat yang bersifat produktif seperti ini, apalagi di bulan Ramadan. Yang penting tetap menjaga ketertiban, kebersihan, dan keamanan lingkungan,” kata Alit.
Pemerintah kecamatan juga mengimbau para pedagang untuk tetap memperhatikan kebersihan lokasi dan tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar DAM Klepek.
Dengan adanya sentra takjil tersebut, warga Desa Klepek berharap kegiatan serupa dapat terus difasilitasi pada Ramadan mendatang sebagai upaya mendorong ekonomi lokal sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat








