Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Tak Ada Panggung di Kala Pandemi

Mahfudin Akbar by Mahfudin Akbar
16/05/2020
in JURNAKULTURA
Tak Ada Panggung di Kala Pandemi

Bagi para seniman pertunjukkan, pandemi corona memang jadi masalah besar. Bagaimana tidak, mayoritas seniman pertunjukkan tak bisa tampil akibat larangan berkerumun untuk menghindari penyebaran virus corona.

Banyak sektor yang terdampak pandemi covid-19. Contohnya adalah sektor seni pertunjukkan. Karena aturan physical distancing, pihak-pihak terkait melarang kegiatan yang berpotensi mendatangkan masa. Tujuannya tentu mencegah penyebaran virus corona.

Salah satu seniman teater asal Bojonegoro, Oky atau Kocin merasakan dampak nyata dari pandemi corona ini. Seniman yang tinggal di Kelurahan Jetak, Bojonegoro tersebut tak bisa tampil selama masa pandemi.

Lewat sambungan teleconfrence, tim Jurnaba.co berkesempatan untuk berbincang dengan Kocin. Menurutnya, pandemi corona ini benar-benar berpengaruh terhadap para seniman yang biasanya beraksi di panggung pertunjukkan.

“Nggak ada kegiatan selama masa pandemi corona ini. Tapi latihan masih tetap ada,” ujar pria berambut gondrong tersebut.

Menurut sosok yang punya nama asli Okky Dwi Cahyo tersebut, dalam sebulan dirinya bisa pentas minimal empat kali. Namun dari akhir Maret hingga pertengahan Mei 2020 ini, dia tak bisa unjuk gigi. Kocin lebih banyak berada di rumah dan berkomunikasi dengan rekan-rekannya via online.

Kocin sendiri memaklumi kondisi yang sekarang dihadapinya ini. Banyak acara yang sebenarnya sudah dijadwalkan tapi mesti ditunda karena pandemi corona ini.

Contohnya pada bulan April ada sejumlah agenda pertunjukkan teater dan sandur. Ada pula festival pantomim di Bojonegoro. Tapi semua acara tersebut harus ditunda dan dibatalkan karena larangan berkumpul dan berkerumun.

Namun ada optimisme dari Kocin. Dia yakin kalau pandemi corona tak akan berlangsung selamanya. Setelah semua kembali normal, Kocin yakin kalau panggung-panggung pertunjukkan kembali ramai seperti semula.

“Mudah-mudahan ini bukan akhir. Ini pasti selesai. Kalau pandemi ini selesai, saya yakin panggung akan kembali ramai,” ujarnya.

Bagi para seniman pertunjukkan, pandemi corona memang jadi masalah besar. Bagaimana tidak, mayoritas seniman pertunjukkan tak bisa tampil akibat larangan berkerumun untuk menghindari penyebaran virus corona.

Musisi dan band di seluruh Indonesia bisa dijadikan contoh. Mereka harus menunda, bahkan membatalkan tour atau konser mereka akibat pandemi corona.

Ada yang menyiasati dengan menggelar konser secara online. Ada pula yang menggelar workshop atau dialog via online dengan para penggemar. Semua dilakukan untuk menyiasati larangan berkerumun di masa pandemi corona.

Seperti yang sudah disebutkan Kocin, pandemi ini pastinya tak akan berlangsung selamanya. Pada saatnya nanti panggung-panggung pertunjukkan akan kembali ramai. Sampai saat itu tiba, kita mesti menunggu dan terus berharap pandemi corona segera berakhir.

Tags: Pandemi CoronaSeniman Bojonegoro
Previous Post

Bagaimana Manusia Membangun Nisannya

Next Post

Merayakan Hari Buku bersama RPUL

BERITA MENARIK LAINNYA

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok
Cecurhatan

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok

13/10/2026
Alkemis Kebudayaan
JURNAKULTURA

Alkemis Kebudayaan

05/10/2026
Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro

29/09/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Industri Pencitraan Pahlawan: Politik Vigilantisme Batman dan Pejabat Ngonten

Industri Pencitraan Pahlawan: Politik Vigilantisme Batman dan Pejabat Ngonten

22/10/2026
Sertijab Direktur Eksekutif LPDS: Tantangan Jurnalisme di Era Digital dan Target Penguatan Kompetensi Pers

Sertijab Direktur Eksekutif LPDS: Tantangan Jurnalisme di Era Digital dan Target Penguatan Kompetensi Pers

21/10/2026
Dari Api Abadi hingga Doa Bersama, Merawat Kebersamaan di HJB 349

Dari Api Abadi hingga Doa Bersama, Merawat Kebersamaan di HJB 349

20/10/2026
Skill Saja Tak Cukup, EMCL Gembleng Etos dan Mental Kerja Para Pelajar dan Mahasiswa Magang

Skill Saja Tak Cukup, EMCL Gembleng Etos dan Mental Kerja Para Pelajar dan Mahasiswa Magang

19/10/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: