Pendidikan sebagai unsur utama peradaban dituntut memiliki berbagai inovasi dan kreativitas yang relevan dengan tantangan abad 21.
Pembelajaran multiliterasi bentuk dari implementasi multi strategi, multi metode, multi pendekatan, multimedia pembelajaran, dan multi sumber belajar dengan harapan peserta didik mendapatkan makna dan pengalaman.
Penggunaan perangkat digital bagian dari proses pembelajaran multiliterasi yang berorientasi pada keahlian era society 5.0 dinilai relevan dengan zamannya.
Era digitalisasi menuntut pendidik melakukan transformasi belajar pembelajaran yang sistematis dan praktis serta menghadirkan literasi baru dengan kompetensi abad 21 meliputi conceptual understanding, critical thinking, creative thinking, dan collaboration and communication.
Kemutakhiran ilmu pengetahuan dan teknologi bagian dari karakteristik era revolusi. Digitalisasi mencoba menjawab problematika dan keterbatasan ruang dan waktu dalam belajar pembelajaran.
Hakikatnya proses belajar pembelajaran tidak dapat dibatasi atau membatasi manusia dalam mempertanyakan kebenaran dan mencari kebenaran atas pertanyaannya.
Multiliterasi dinilai sangat dibutuhkan peserta didik untuk menjawab tantangan dan kebutuhan abad 21. Multiliterasi juga membantu peserta didik dalam proses pencarian, penerimaan, dan pengolahan informasi sehingga tidak mudah mempercayai berita bohong (hoax) sebagai generasi literat.
Pembelajaran multiliterasi salah satu cara dari memahami potensi dan masalah secara luas serta memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi secara produktif. Hal ini sejalan dengan Asesmen Kompetensi Minimum yang terdiri dari literasi dan numerasi dilengkapi survey karakter serta survey lingkungan belajar.
Literasi dalam pembelajaran dapat dibiasakan, dikembangkan jenis dan bentuknya, dan dilaksanakan dengan kontinuitas. Pembelajaran multiliterasi perlu memperhatikan aspek intelegensi, gaya belajar, konteks, dan budaya.
Konsep pembelajaran multiliterasi sangat relevan dengan kompetensi abad 21 yang memanfaatkan berbagai teknologi.
Era pandemi pembelajaran multiliterasi menjadi salah satu solusi pembelajaran yang bervariasi. Inovasi merupakan bagian dari multiliterasi yang harus tetap dikembangkan menyesuaikan kebutuhan dan keadaan pembelajaran.
Aspek dasar pengembangan perlu melibatkan multibentuk, multikreasi, dan multifungsi sehingga terciptanya pembelajaran yang creativity and innovation, critical thinking and problem solving, and communication and collaboration.
Pembelajaran multiliterasi diharapkan dapat mencangkup multikompetensi yang menjawab tuntutan pembelajaran di masa pandemi.








