Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya bersama Komisi Penangulangan Aids (KPA) Tulungagung dan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Tulungagung, intensifkan program pencegahan penularan HIV melalui pemberdayaan perempuan pada Kamis (22/02/2024) di Aula Stikes Hutama Abdi Husada Tulungagung.
Melalui Pemberdayaan Perempuan, sebanyak enam dosen dari Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya itu, helat Pengabdian Masyarakat berbasis Optimalisasi Upaya Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Bayi (PMTC).
Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus menyerang bertahap yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Acquired Immune Deficiency Sydrome (AIDS) adalah penyakit karena HIV. Adapun cara penularan HIV/AIDS melalui kontak cairan tubuh spesifik yaitu darah, air susu ibu, cairan sperma, dan sejenisnya.
Patologi HIV/AIDS menyebabkan gejala klinis penyakit secara kusus. Dari gejala klinis tersebut, diketahui deteksi angka HIV/AIDS di Tulungagung adalah 3708 kasus dengan prosentase terbesar pada Ibu Rumah Tangga (data per-tahun 2023).
Agenda Pengabdian Masyarakat ini, dilakukan secara langsung (offline) dan diikuti 20 peserta kader wanita. Pengabdian dibuka Ketua Pengabdian selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya yaitu ibu Dr. Nur Mukarromah., S.KM.,M.Kes.
Dr. Nur mengatakan akan pentingnya kolaborasi dan pendampingan pemberdayaan wanita tidak hanya dari keluarga atau tenaga Kesehatan, namun juga peer support sesama survivor AIDS, masyarakat hingga Tokoh Agama.
Sementara materi berikutnya, dibawakan narasumber pengabdian, yaitu Septian Galuh Winata.,S.Kep.,Ns.,M.Kep, dengan materi Optimalisasi Upaya Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Bayi (PMTC) Melalui Pemberdayaan Perempuan. Pemateri menekankan bahwa manajemen pencegahan HIV dari ibu ke bayi bisa dicegah sedini mungkin.
Diskusi Pengabdian ini didukung sejumlah fasilitator seperti Bapak Asri.,S.Kep.Ns.,MNS.,PhD, Ibu Diah Priyantini.,S.Kep.,Ns.M.Kep., Bapak Erfan Rofiqi.,S.Kep.,Ns,M.Kep dan Ibu Chlara Yunita Prabawati.,S.Kep.,Ns.,MSN.
Agenda Pengabdian berjalan semarak seiring dengan keaktifan peserta mengikuti kegiatan dan aktif bertanya Pendampingan seperti ini sangat peserta hargai dan diharapkan bisa menjadi program berkelanjutan. Acara pengabdian ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan pemberian doorprize dan apreasiasi kepada peserta.








