Halaqah Pesantren bertajuk “Relevansi Pesantren dengan Dunia Digital” dihelat di Pondok Pesantren Ihya’us Sunnah, Pacul, Bojonegoro (25/11/2025). Kegiatan diikuti puluhan santri serta sejumlah jurnalis tersebut dalam ditujukan untuk membangun ekosistem yang relevan bagi pesantren di dunia digital.
Kegiatan yang dilaksanakan pukul 19.30 ini, dihadiri Totok Supriyanto, budayawan dari Bumi Budaya dan A. Wahyu Rizkiawan, penstudi etnografi dari Jurnaba. Setelah dibuka perwakilan Pondok Pesantren, Agus Ahmad Hasyim, pemaparan materi dan diskusi berjalan asyik dan khusyuk.
Totok Supriyanto, dalam materinya mengangkat gagasan digital spiritualism, yakni bagaimana ruang digital dapat menjadi medium baru bagi penguatan spiritual, literasi nilai, serta etika bermedia bagi kalangan santri. Kemajuan, menurut Totok, harus diikuti dengan tetap mempertahankan nilai-nilai penting kepesantrenan.
Ia menekankan bahwa dunia digital bukan hanya ruang informasi, melainkan juga ruang kontemplasi—asal dipandu oleh pendekatan yang benar. Keberadaan dunia digital sesungguhnya memiliki manfaat yang tepat, asal nilai-nilai penting kepesantrenan juga tetap dipertahankan.
“Pesantren tentu sangat memiliki relevansi positif dengan dunia digital hari ini” ucap Totok Supriyanto.

Sementara A. Wahyu Rizkiawan menyoroti relevansi dunia digital melalui perspektif sejarah, dengan menyebut kembali Zaman Keemasan Islam. Bahwa pondasi dari inovasi dunia digital hari ini, adalah para cendekiawan muslim pada Zaman Keemasan Islam. Artinya, lembaga pendidikan Islam sudah sepatutnya memiliki kedekatan dengan inovasi dan teknologi.
Dia menontohkan Al Khawarizmi, Al Kindi, dan Al Jazari sebagai figur cendekiawan yang membangun pondasi inovasi digital hari ini. Menurutnya, semangat kreativitas, etos keilmuan, dan keberanian intelektual pada masa itu perlu dihidupkan kembali di pesantren sebagai fondasi menghadapi tantangan era digital.
“Pondasi dari teknologi digital itu penemuan para cendekiawan muslim ratusan tahun silam. Artinya, sudah sepatutnya pesantren memiliki kedekatan dengannya” ungkap Rizky
Halaqah Pesantren menjadi ruang dialog penting, mempertemukan nilai pesantren dengan tuntutan zaman, serta membuka perspektif baru bahwa santri bukan hanya pewaris tradisi, atau konsumen teknologi, tetapi juga trendsetter peradaban digital pada masa kini dan masa-masa yang akan mendatang.








