Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Implementasi Kampanye Kreatif di Pemilu 2019

Mahfudin Akbar by Mahfudin Akbar
25/03/2019
in JURNAKULTURA
Implementasi Kampanye Kreatif di Pemilu 2019

Kampanye kreatif jadi tren tersendiri dalam Pemilu 2019 ini. Cara-cara unik nan kreatif dalam menarik perhatian konstituen, mulai banyak diterapkan caleg, capres, hingga partai politik.

Seperti apa kampanye kreatif pada Pemilu 2019? Yuk Nabs, kita kulik bersama.

Kampanye merupakan proses penting dalam rangkain pesta demokrasi atau pemilihan umum. Secara sederhana, kampanye merupakan bentuk upaya yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat.

Berbagai macam kampanye pun dilakukan oleh caleg, capres, maupun partai politik yang akan bertarung pada Pemilu 2019. Termasuk apa yang dinamakan sebagai kampanye kreatif.

Menurut peneliti dari Poltracking, Hanta Yudha, kampanye kreatif memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena sifatnya yang menghibur.

“Ciri kampanye kreatif adalah dapat menghibur. Kampanye kreatif menjadi penting karena di dalamnya mengandung dua unsur sekaligus: gagasan dan hiburan,” ujar Hanta Yudha.

Sejumlah terobosan baru dalam budaya kampanye kreatif di Indonesia pun dimunculkan. Sejumlah parpol mulai melakukan giat kampanye berbasis kreativitas.

Beberapa waktu lalu, iklan Partai Golkar berupa video yang diunggah di medium Instagram dan beberapa medsos lain jadi viral. Iklan yang berisikan karakter dan tokoh superhero lokal macam Gatotkaca, Srikandi, Si Buta dari Goa Hantu, dan Wiro Sableng tersebut mendapatkan banyak pujian.

https://www.instagram.com/p/BpVtZ3qAwka/

Di iklan tersebut tak ada ajakan untuk memilih Partai Golkar atau memilih Joko Widodo, sosok capres yang didukung Partai Golkar. Pesan yang disampaikan justru fokus untuk memelihara persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia.

Cara berbeda juga dilakukan oleh caleg DPR RI dari Partai Nasdem, Ahmad Sahroni. Seperti caleg lainnya, dia menggunakan alat peraga kampanye berupa baliho besar di pinggir jalan.

Namun ada perbedaan mencolok yang membuat baliho dari Ahmad Sahroni menarik perhatian. Foto yang terpampang bukanlah wajah dari Ahmad Sahroni, melainkan konstituen yang berada di daerah pemilihan sang caleg. Tak lupa testimoni dari warga yang dipilih tersebut.

Caleg pasang baliho pake foto sendiri?

Udah biasa…

Foto presiden atau ketum partai?

Udah biasa… pic.twitter.com/bJC6p81Jkr

— Iman Sjafei đź›  (@imanlagi) February 13, 2019

Jika caleg lain dengan narsistik menggunakan wajahnya sendiri, maka Ahmad Sahroni justru menggunakan wajah konstituennya. Cara unik yang tentunya beda dari caleg-caleg lainnya.

Partai Solidaritas Indonesia atau PSI juga cukup identik dengan kampanye kreatif. Dalam beberapa kesempatan, PSI hadir lewat kampanye dengan cara unik. Terutama memanfaatkan penggunaan media sosial secara maksimal.

Cara yang dilakukan PSI kadang membuat kader atau simpatisan partai lain terheran-heran. Semangat dan nafas anak muda yang dibawa oleh PSI benar-benar jadi tren di kancah perpolitikan nasional.

Lalu, bagaimana dengan Bojonegoro?

Caleg di Bojonegoro kebanyakan masih memakai cara konvensional dalam berkampanye. Seperti menggunakan APK besar di pinggir jalan, menggelar pengajian, atau bahkan menggelar acara musik dangdutan.

Chandra Febrian, warga Bojonegoro yang senang mengamati dinamika politik di Indonesia juga merasa kampanye caleg atau parpol di Bojonegoro masih konvensional. Menurut pria berusia 25 tahun tersebut, belum ada inovasi atau terobosan baru.

“Belum ada inovasi baru dan kreatif dari caleg yang ada di Bojonegoro. Masih begitu-begitu aja. Nggak menarik,” ungkap Chandra.

Ide-ide kreatif nampaknya belum bisa keluar dari caleg-caleg Bojonegoro atau tim suksesnya. Cara-cara tradisional atau konvensional masih saja dipilih untuk menarik perhatian. Padahal, sudah saatnya menggunakan cara yang berbeda

Pendekatan berbeda dalam kampanye memang diperlukan. Di era digital seperti ini, inovasi dan terobosan akan sangat berperan dalam menarik perhatian publik. Apalagi jika target pemilih yang dicanangkan adalah anak muda atau generasi milenial.

Sudah saatnya caleg menggunakan kampanye kreatif untuk menarik perhatian publik. Dengan cara yang kreatif dan beda dari yang lain, caleg, capres, atau partai politik tentunya akan mendapatkan manfaat besar.

Tags: Caleg BojonegoroPemilu 2019
Previous Post

Menyulap Waluh jadi Jajanan Khas Bojonegoro yang Bernilai Jual Tinggi

Next Post

Mengenal Kosmopolitanisme untuk Merayakan Perbedaan dan Perdamaian

BERITA MENARIK LAINNYA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman
JURNAKULTURA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman

08/04/2026
Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian
JURNAKULTURA

Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian

31/03/2026
Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro

15/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

18/04/2026
‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

17/04/2026
Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: