Mahasiswa berperan penting dalam Pemilu 2019. Hal itu ditegaskan oleh vokalis band Letto, Sabrang Damar Mowo Panuluh atau biasa dipanggil Noe. Pada Jumat (22/3/2018), Letto bertatap muka dengan masyarakat Bojonegoro untuk mensosialisasikan penggunaan hak pilih pada Pemilu 2019.
Kawasan halaman stadion Letjen H. Sudirman Bojonegoro malam itu. Ribuan orang berkumpul di stadion kebanggaan wong Jonegoro tersebut. Mereka memang sengaja datang untuk melihat penampilan band Letto.
Lagu-lagu hits Letto macam Ruang Rindu, Permintaan Hati, hingga Sebelum Cahaya mampu menghibur ribuan penonton yang hadir.
Band Letto tampil untuk menghibur masyarakat Bojonegoro sekaligus menyukseskan Pemilihan Umum 2019. Namun beberapa jam sebelum konser digelar, Letto menggelar diskusi mengenai Pemilu 2019 bersama dengan mahasiswa Universitas Bojonegoro (Unigoro).
Diskusi tersebut digelar untuk meningkatkan kesadaran bahwa mahasiswa punya peran yang besar dalam Pemilu 2019 ini.
Selain Letto, hadir pula ketua KPU, Abdul Munif, Rektor Unigoro, Tri Astuti Handayani dan Ketua Yayasan Unigoro, Arief Januarso. Diskusi sore itu mengusung tema Mengangkat Peran Mahasiswa Mengawal Pemilu 2019.
Dalam diskusi tersebut, Sabrang atau Noe Letto mengungkapkan bahwa memilih Presiden itu seperti memilih seorang pacar. Ia harus paham betul mengenai seluk beluk dan segala macam informasi yang tentang calon pemimpin yang akan dipilih.
“Rakyat harus lebih sadar dengan pilihan presidennya. Tidak melulu harus tahu semuanya, minimal tahu tentang isu yang sedang digeluti oleh pemilih,” ujar anak kandung Emha Ainun Najib tersebut.
Untuk mengetahui lebih mendalam tentang sosok pilihan, Sabrang mengenalkan aplikasi Pantau Bersama. Aplikasi pantau bersama adalah aplikasi untuk mengukur bias para calon pemilih terhadap pilihan Presidennya. Pantau Bersama merupakan satu dari sekian aplikasi untuk memeriksa rekam jejak calon pemimpin.
Di kesempatan yang sama, Noe juga mengingatkan bahwa Pemilu bisa diibaratkan sebagai memilih trayek bis. Siapa sopirnya itu tidak penting. Hal yang penting adalah tujuan atau trayek itu sendiri. Sehingga kita harus memilih sosok yang dianggap mampu membawa kita ke tujuan yang ingin kita tuju.
Noe juga mengajak para mahasiswa untuk mengawal jalannya Pemilu 2019 agar berjalan dengan lancar. Sehingga, pesta demokrasi 5 tahunan berjalana dengan baik tanpa ada halangan yang berarti.
Mahasiswa yang memiliki cap sebagai agent of change memang harus berperan aktif dalam menyukseskan Pemilu. Setidaknya, mahasiswa mau berpartisipasi dengan cara menggunakan hak pilihnya pada saat pemungutan suara dilakukan.








