Pergelaran Pekan Olahraga Provinsi (Proprov) Jawa Timur 2019 kian dekat. Bojonegoro bakal jadi tempat diawalinya rangkaian upacara pembukaan, sekaligus pengambilan api untuk obor Porprov. Kayangan Api akan jadi tempat pengambilan api untuk obor Porprov 2019.
Bojonegoro menjadi tuan rumah Porprov 2019 Jawa Timur bersama dengan Gresik, Lamongan dan Tuban. Pergelaran Porprov ini sendiri akan dihelat pada bulan Juli 2019. Tepatnya pada 6 hingga 13 Juli.
Bojonegoro akan jadi tuan rumah untuk 12 cabang olahraga. Secara keseluruhan, akan ada 31 cabang olahraga yang dipertandingkan.
Rangkaian upacara pembukaan sudah mulai dipersiapkan. Termasuk pengambilan api untuk obor yang akan diarak keliling daerah yang menjadi tuan rumah. Bojonegoro mendapat kehormatan jadi tempat untuk mengawali rangkaian seremoni pembukaan Porprov 2019.
Pembukaan Porprov secara resmi sendiri akan dilaksanakan di Kabupaten Lamongan. Tepatnya di Stadion Surajaya, Lamongan pada 6 Juli 2019.
Bertempat di kawasan wisata Kayangan Api, akan dilakukan pengambilan api abadi oleh KONI Jatim dan juga Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Menurut rencana, pengambilan api abadi ini akan dilaksanakan pada hari Senin 1 Juli 2019.
Ketua KONI Bojonegoro, Ali Mahmudi mengungkapkan bahwa pengambilan api abadi untuk obor di Kayangan Api akan jadi awal dari rangkaian acara pembukaan Porprov 2019 Jawa Timur.
“Pengambilan api abadi akan dilakukan di Kayangan Api tanggal 1 Juli 2019. Nanti akan ada upacara khusus untuk pengambilan api abadi,” ungkap Ketua Umum KONI.
Dijadwalkan, jajaran pimpinan daerah Kabupaten Bojonegoro akan ikut serta dalam upacara pengambilan api abadi untuk obor Porprov. Mulai dari Bupati Bojonegoro, Kapolres Bojonegoro, hingga Dandim Bojonegoro.
Kayangan Api sebelumnya juga pernah jadi tempat mengambil api untuk obor Pekan Olahraga Nasional 2000. Saat itu, Jawa Timur menjadi tuan rumah dari pekan olahraga terbesar di Indonesia tersebut.
Bojonegoro Siap Bersinar di Porprov 2019
Kontingen Bojonegoro sudah melakukan persiapan untuk Porprov 2019 ini. Sejumlah langkah persiapan dilakukan untuk meraih hasil maksimal. Contohnya seperti melaksanakan program pusat latihan kabupaten atau puslatkab.
Puslatkab merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas atlet yang mewakili Bojonegoro. Sejauh ini, program puslatkab Bojonegoro sudah berjalan dengan baik.
“Program puslatkab sudah dilakukan sejak 2018 lalu. Harapannya agar atlet-atlet yang mewakili Bojonegoro bisa mendapatkan hasil maksimal,” ujar Ali Mahmudi.
Menurut Ali Mahmudi, target kontingen Bojonegoro adalah 18 emas. Secara hitung-hitungan di atas kertas, dengan 18 emas itu kontingen Bojonegoro bisa menempati peringkat 5 besar di klasemen akhir perolehan medali Porprov 2019 Jawa Timur.
Beberapa cabang olahraga atau cabor akan jadi andalan Bojonegoro untuk meraih medali emas. Contohnya adalah panahan, judo, petanque, catur, dan juga atletik.
Persiapan Bojonegoro sebagai tuan rumah maupun peserta Porprov 2019 sudah dilakukan semaksimal mungkin. Apakah target 18 emas yang dibebankan bisa terealisasi? Kita tunggu jawabannya pertengahan Juli nanti.








