Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Abdulloh Umar, menyampaikan sejumlah pesan penting pada masyarakat jelang momen pergantian tahun. Ia mengajak warga untuk menyambut tahun baru 2026 dengan penuh kewaspadaan, sikap prihatin (empatik), serta optimisme akan datangnya berkah dan kebaikan.
Perayaan tahun baru, libur panjang, dan tren berlibur menjadi perihal penting untuk diperhatikan. Akhir pekan di penghabisan Desember, menjadi momen membahagiakan sekaligus patut jadi pijakan kewaspadaan. Hal ini diucapkan Ketua DPRD Bojonegoro, Abdulloh Umar.
Menurut Umar, perayaan tahun baru hendaknya dilakukan secara sederhana dan tidak berlebihan. Bahkan tetap menjaga rasa prihatin. Hal ini penting mengingat saat ini masih memasuki musim bencana, seperti hujan lebat, banjir, dan potensi tanah longsor di sejumlah wilayah Bojonegoro.
“Keselamatan dan keamanan harus menjadi prioritas utama. Mari kita jaga ketertiban lingkungan, hindari aktivitas yang berisiko, serta tetap waspada terhadap kondisi cuaca,” ujarnya pada Jurnaba (24/12/2025).
Umar juga mengimbau masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada warga yang terdampak bencana. Menurutnya, sikap prihatin dan empati merupakan bagian dari nilai kebersamaan yang harus terus dijaga.
Selain itu, Abdulloh Umar mengajak masyarakat Bojonegoro untuk tetap optimistis menatap Tahun Baru 2026. Ia berharap pergantian tahun menjadi momentum refleksi dan perbaikan, baik secara pribadi maupun kolektif, demi terwujudnya Bojonegoro yang lebih aman, sejahtera, dan berdaya saing.
“Dengan doa, ikhtiar, dan kebersamaan, kita berharap tahun baru membawa berkah, ketenteraman, serta kemajuan bagi Bojonegoro,” pungkasnya.








