Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Berwisata dan Menikmati Masa-Masa bersama The Adams

Mahfudin Akbar by Mahfudin Akbar
12/12/2019
in JURNAKULTURA
Berwisata dan Menikmati Masa-Masa bersama The Adams

Apa yang pertama kali ada di benak kamu ketika mendengar nama The Adams? Nabi pertama? Penyanyi Solo Amerika? Atau suami Inul Daratista?

Bukan. Kita tidak sedang membicarakan suami Inul Daratista yang punya kumis yang luar biasa indahnya itu. Kali ini, saya akan mengajak Nabsky sekalian untuk berbicara tentang band indie bernama The Adams.

Mendengarkan The Adams adalah salah satu hal yang wajib saya lakukan beberapa bulan ini. Sehari tak mendengarkan The Adams serasa ada yang kurang. Seperti makan bakso tanpa memakai sendok dan garpu. Kurang.

Literasi musik saya tak terlalu bagus. Saat kebanyakan orang lain mencari sesuatu yang baru dan fresh dalam urusan musik, saya justru sebaliknya. Saya lebih suka mendengarkan lagu lawas dari seorang musisi atau band.

The Adams jadi contoh nyata. Saat teman-teman lain sibuk mendengarkan Reality Club, .Feast, atau Jason Ranti, saya justru terjebak dengan tembang-tembang lawas dari The Adams.

Buat yang belum tahu nih Nabs, The Adams merupakan “tetua” dari yang sekarang kita sebut sebagai band indie. Band tersebut digawangi oleh Ario (vocal + gitar), Ale (vocal + gitar), Pandu (bass), Kiting (drum), serta Ghina (keyboard).

The Adams muncul di awal 2000-an dengan membawa warna musik yang berbeda kala itu. Mereka lebih suka menyebut musik mereka sebagai power pop.

Courtesy: Instagram The Adams

Band asal Jakarta ini besar lewat pentas seni yang dulu sangat menjamur di ibukota. Bersama dengan The Upstairs, Goodnight Electric dan White Shoes & the Couples Company, The Adams sempat merajai pensi-pensi di sejumlah sekolah bergengsi Jakarta.

Saya tahu atau mendengar nama The Adams tentu bukan belakangan ini. Namanya sudah tidak asing ketika saya masih duduk di bangku SMA. Hanya namanya saja. Lagu-lagunya tak pernah saya dengarkan waktu itu. Zaman SMA, telinga saya lebih akrab dengan Rocket Rockers atau Pee Wee Gaskins.

Namun pada akhirnya, saya “dipertemukan” dengan The Adams. Ketidaksengajaan dari tayangan Youtube membuat saya tertarik untuk mulai pedekate dengan band satu ini. Bak Si Doel dan Sarah, saya dan The Adams ternyata begitu cocok.

Telinga saya begitu dimanjakan dengan lagu-lagu ciamik The Adams macam Konservatif, Just, hingga Masa-masa.

Semua jenis lagu bisa kamu dapatkan di The Adams. Butuh lagu mellow? Dengarkan saja Glorious Time, atau Hanya Kau. Mau lagu yang bikin jingkrak-jingkrak? Setel saja Waiting, Halo Beni, atau Pelantur.

Bahkan kamu bisa mendengarkan lagu dengan konsep acapella lewat Berwisata. Tinggal pilih. Tinggal didengarkan.

Courtesy: Instagram The Adams

Ada satu lagu The Adams yang benar-benar mengena dan terus berputar-putar di pikiran saya sampai tulisan ini dibuat. Judulnya Timur. Jika ditanya lagu apa yang mampu merepresentasikan The Adams. Maka lagu di album ketiga The Adams berjudul Timur adalah jawabannya.

Lagu Timur yang punya lirik luar biasa indah ini hadir di album ketiga The Adams bertajuk Agterplass. Lagu yang jika didengarkan di momen yang tepat bakal membuat kamu menitikan air mata tak terkira. Seriously.

Hingga 2019 ini, The Adams sudah memiliki 3 album. Album pertama bertajuk self titled dirilis pada 2005. Setahun kemudian muncul album kedua dengan nama V2.05. Terakhir ada Agterplass yang hadir pada 2019.

Memang ada jeda waktu yang sangat panjang dari album kedua ke album ketiga. Namun The Adams menjawab kerinduan para penggemarnya lewat deretan lagu ciamik di album Agterplass.

Bagi saya, The Adams adalah representasi dari dinamisnya musik Indonesia. Sejak kemunculannya, The Adams terus bertransformasi dan mampu menempatkan diri dalam belantika musik Indonesia yang progresif dan penuh warna.

Jika kamu bosan dengan alunan musik folk yang belakangan ini merajai belantika musik Indonesia, The Adams bisa jadi solusinya. Telinga kamu sekalian bakal dimanjakan dengan sajian nada dan irama berkualitas dengan barisan lirik yang bernas.

Tags: AgterplassThe Adams
Previous Post

Lewat Konsep 'Merdeka Belajar', Nadiem Makarim Siap Hapus Ujian Nasional

Next Post

Menulis Sejarah Alternatif ala Quentin Tarantino

BERITA MENARIK LAINNYA

Asem Jawi Pangimbang Jati, Kredo Ekologi dari Bojonegoro
JURNAKULTURA

Asem Jawi Pangimbang Jati, Kredo Ekologi dari Bojonegoro

11/01/2026
Anetos: Menjahit Kualitas, Memperkuat Identitas
JURNAKULTURA

Anetos: Menjahit Kualitas, Memperkuat Identitas

06/01/2026
‎Rahasia Huruf D dalam Semesta One Piece 
JURNAKULTURA

‎Rahasia Huruf D dalam Semesta One Piece 

27/12/2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Bismillah yang Hilang, dan Hadir Kembali: Hikmah Humor dan Pencurian (13)

Bismillah yang Hilang, dan Hadir Kembali: Hikmah Humor dan Pencurian (13)

13/01/2026
Mekanisme Kekerasan Sistematis dalam Tragedi 1965 Jawa Timur

Mekanisme Kekerasan Sistematis dalam Tragedi 1965 Jawa Timur

12/01/2026
Asem Jawi Pangimbang Jati, Kredo Ekologi dari Bojonegoro

Asem Jawi Pangimbang Jati, Kredo Ekologi dari Bojonegoro

11/01/2026
Sang Penjaga Gawang antara Api Tradisi dan Modernitas

Sang Penjaga Gawang antara Api Tradisi dan Modernitas

11/01/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: