Pranata Mangsa, Kearifan Waktu dalam Lima Pasaran Jawa
Melalui Pranata Mangsa, leluhur Jawa seolah berpesan bahwa waktu bukan untuk dikejar, tapi untuk dihayati sebagai penyelaras alam dan manusia. ...
Read moreMelalui Pranata Mangsa, leluhur Jawa seolah berpesan bahwa waktu bukan untuk dikejar, tapi untuk dihayati sebagai penyelaras alam dan manusia. ...
Read morePitutur Luhur Reksabumi, seruan para leluhur Jawa untuk menjaga harmoni bumi, melalui Kidung Ajeg Asri. Kidung Reksabumi adalah tembang Jawa...
Read moreFeng Ying berjalan pelan sambil menyeret koper dari sudut gelap. Kemudian, Feng Ying berhenti di bangunan tua yang rusak bekas...
Read moreSotasrungga dikenal sebagai perbukitan Para Begawan --- lokasi yang secara literatur empiris dan bukti arkeologis, memberi tauladan penting akan sikap...
Read moreNyimpen wirid ning njero wit (menyimpan wirid di dalam pohon), sebuah patron ekosufisme yang pernah tumbuh dan berkembang di Bumi...
Read moreSidi Jamaluddin Husain masyhur mengajarkan sikap moderasi dan toleransi tak hanya pada manusia, tapi juga alam. Di Padangan, ajaran-ajaran itu...
Read moreBadan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro luncurkan pembayaran pajak via Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Selain menjawab tantangan zaman, program...
Read moreDi Bojonegoro, diskursus tentang Wastra Batik nyatanya pernah dicatat dan dibahas dokumen prasasti sejak seribu tahun silam. Tepatnya pada abad...
Read moreKampus PerDikAn ibarat Kadewaguruan yang menjadi pusat mandala bagi jejaring penggerak sosial nan tersebar di tiap sudut Nusantara. Mendengar nama...
Read moreMenauladani spirit ekologis Raja Dyah Baletung dalam mengelola Sumber Daya Alam Bojonegoro. Medang Kamulan, Kerajaan kuno yang membentang di Blora...
Read more