Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Dua Garis Biru: Pentingnya Sex Education sebelum Menyesal

Bakti Suryo by Bakti Suryo
23/07/2019
in JURNAKULTURA
Dua Garis Biru: Pentingnya Sex Education sebelum Menyesal

Masa remaja adalah masa yang paling menyenangkan. Benar saja. Berbagai macam hal bisa dilakukan. Semangat para remaja sedang panas-panasnya. Seperti api yang membakar apa pun yang tersentuh. Tidak pernah ada habisnya.

Terlebih soal cinta. Kisah cinta remaja begitu unik. Tak sedikit pula generasi zaman old yang masih suka mengenangnya. Pedih atau bahagia bukan persoalan. Yang jelas, kenangan masa itu mampu memunculkan senyum.

Di lain sisi, ini sempat menjadi kekhawatiran. Pasalnya, masih banyak hal yang belum mereka pahami. Semangat yang terus bergejolak membuat mereka dianggap tidak berpikir panjang. Banyak dampak-dampak yang kurang diperhatikan. Misalnya kasus kekerasan, pelecehan seksual dan kasus lainnya.

Namun, muncul angin segar berupa film Dua Garis Biru. Film besutan Gina S. Noer tersebut tayang perdana pada Kamis (26/6/2019) di layar lebar. Meski sempat mengalami kontroversi, tetapi film ini cukup laris sejal awal penayangan.

Film yang dibintangi Angga Yunanda dan Zahra JKT48 tersebut merupakan kisah romansa saat remaja. Bercerita tentang Dara dan Bima yang berpacaran. Suatu saat, mereka melakukan hubungan suami istri. Tak lama setelahnya, Dara hamil akibat kejadian tersebut.

Cerita dalam film ini tidak begitu berat. Konflik yang terjadi cukup ringan. Akan tetapi, pesan dari film tersebut sangat mendalam. Terlebih bagi masyarakat kita yang menganut budaya timur.

Film ini sangat layak untuk dinikmati. Bukan kisah romansa remaja yang menye-menye. Bisa dibilang, ini film untuk ditonton bersama keluarga. Meski berkategori Remaja, orang tua tetap harus mendampingi. Pasalnya, film ini mampu menghadirkan diskusi menarik bagi keluarga.

Menurut remaja bernama Alda Rachamawati, alur film ini terkesan lempeng atau flat. Namun, terdapat scene yang membuatnya tertarik. Dialog dalam scene tersebut terus terngiang-ngiang di kepalanya. Pertama, dialog ibu Dara yang diperankan Lulu Tobing.

“Hamil itu cuma sembilan bulan sepuluh hari, tapi jadi orangtua seumur hidup,” kata ibu Dara ketika mengetahui anak sulungnya berbadan dua, dalam film Dua Garis Biru.

Kedua, ketika ibunya menyesal tidak sempat memberikan sex education. Pendidikan seks bagi anak itu penting sekali. Seorang anak harus tahu dan paham betul mengenai seks. Pendidikan seks tidak sebatas hubungan intim. Namun, banyak dan begitu kompleks.

“Pas bagian ibunya mengaku menyesal karena tidak ngasih sex education itu paling mengena,” kata Alda.

Film ini memang bagus untuk orang tua. Orientasinya memang untuk penonton yang memiliki anak. Bukan perkara film ini memuat unsur contoh yang buruk. Melainkan dampak buruk tanpa adanya pendidikan seks sejak dini.

Penyesalan memang datang belakangan. Kalau sudah terjadi, mau gimana lagi? Film ini mengingatkan pentingnya pendidikan seks bagi anak. Untuk saat ini, mungkin peran orang tua yang harus andil. Pasalnya, keluarga merupakan tempat pendidikan internal.

Keluarga adalah tempat untuk berkomunikasi terkait hal yang mendalam. Namun, sangat disayangkan bahwa pendidikan seks bagi anak masih tabu. Terlebih di negara ini yang memuat budaya ketimuran. Jadi, film Dua Garis Biru ini sebagai angin segar. Sebuah pengingat untuk melakukan perubahan kultur yang lebih baik.

Mengingat tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional, film ini sangat recommended. Cocok dinikmati oleh pasangan orang tua dan anak. Selain sebagai hiburan, menikmati film ini akan menambah wawasan orang tua. Terutama dalam strategi mendidik pada di era yang hampir kebablasan.

Tags: Dua Garis Biru
Previous Post

Masda Putri Amelia dan Kontribusi Perempuan di Ranah Publik

Next Post

Menguak 5 Manfaat Kartu Petani Mandiri Bojonegoro

BERITA MENARIK LAINNYA

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok
Cecurhatan

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok

13/10/2026
Alkemis Kebudayaan
JURNAKULTURA

Alkemis Kebudayaan

05/10/2026
Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro

29/09/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Membongkar Akar Trauma Franz Kafka dan Pembangkangan Max Brod demi Warisan Sastra bagi Peradaban

Membongkar Akar Trauma Franz Kafka dan Pembangkangan Max Brod demi Warisan Sastra bagi Peradaban

06/11/2026
Sadap: Mengambil dengan Melukai

Sadap: Mengambil dengan Melukai

05/11/2026
Membaca Madinah: Bagaimana Arab Saudi Mengembangkan Kota Nabi (2)

Membaca Madinah: Bagaimana Arab Saudi Mengembangkan Kota Nabi (2)

04/11/2026
Diakui UNESCO: Geopark Bojonegoro Mendunia, Bumi Harus Dijaga

Diakui UNESCO: Geopark Bojonegoro Mendunia, Bumi Harus Dijaga

03/11/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: