Banyak yang tak tahu bahwa kelelawar punya banyak jasa ekologis bagi manusia. Bahkan, untuk menghargai jasa-jasanya, terdapat Hari Apresisasi Kelelawar Internasional.
Kelelawar identik karakter jahat. Dalam budaya populer, kelelawar sering diasosiasikan kegelapan, bergelantungan di rumah tua, keluar saat bulan purnama, dan mengisap darah manusia. Cerita fiksi dan mitos tentang kelelawar di atas, semakin memperburuk citra mereka.
Dikutip dari Mongabay, di dunia ini terdapat lebih dari 1.300 spesies kelelawar. Di antara mereka memang ada yang suka menjilati (bukan mengisap) darah yang keluar pada hewan ternak. Itupun hanya tiga spesies yang melakukannya, yaitu Desmodus rotundus, Diaemus youngi, dan Diphylla ecaudata. Selebihnya, kelelawar hanya makan bermacam serangga dan hewan kecil, buah, nektar, juga polen.
Jasa Kelelawar yang Tak Banyak Diketahui
Sebuah riset yang meninjau ratusan penelitian tentang kelelawar dalam dua dekade terakhir, bahkan menemukan ada sedikitnya 409 spesies kelelawar yang memiliki jasa terhadap ekosistem. Baik sebagai penyebar benih, penyerbuk, pengendali serangga, maupun pendaur ulang nutrisi tanah.
Ada 752 spesies serangga yang dikonsumsi kelelawar, dan sebanyak 549 spesies tumbuhan penyerbukannya oleh kelelawar.
Sementara penelitian yang dilaporkan pada jurnal Ecosystem Services pada April 2024, menghitung peran kelelawar dalam menekan hama padi khususnya pengerek batang padi (Chilo supresalis). Menurut penelitian yang dilakukan di Spanyol itu, kerusakan akibat hama akan meningkat hampir dua kali lipat (94,5 persen) jika tidak ada kelelawar.
Inspirasi Mobil Tanpa Pengemudi
Banyak burung yang gagal menandai kehadiran objek transparan (seperti jendela kaca) di daerah perkotaan. Melalui kemampuan ekolokasinya, kelelawar dengan mudah melewati rintangan ini. Kemampuan khusus ini bisa menyelamatkan nyawa kelelawar bahkan saat terbang bermanuver dengan kecepatan tinggi.
Kemampuan ekolokasi pada kelelawar, telah menginspirasi pengembangan teknologi pada mobil tanpa pengemudi. Sebelumnya teknologi yang dipakai hanya mengandalkan kamera untuk memindai objek. Dengan teknologi yang terinspirasi dari kelelawar itu, keselamatan penumpang dalam menggunakan mobil tanpa pengemudi ternyata bisa ditingkatkan.
Hari Kelelawar
Setiap tanggal 17 April diperingati sebagai hari Apresisasi Kelelawar Internasional. Mamalia terbang yang kerap dijumpai berkelebat pada malam hari punya segudang kontribusi ekologis bagi manusia. Pada tanggal itu, diharapkan kita kembali mengingat peran penting kelelawar terhadap ekosistem. Habitatnya tengah terancam karena deforestasi, penambangan, perluasan permukiman, juga krisis iklim.








