Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Mbah Malangnegoro Ngasinan, Sosok dan Jejak Perjuangan

A Wahyu Rizkiawan by A Wahyu Rizkiawan
15/05/2023
in Headline
Mbah Malangnegoro Ngasinan, Sosok dan Jejak Perjuangan

Mbah Malangnegoro cukup melegenda sebagai sosok pejuang di wilayah Bojonegoro. Namun, belum banyak yang tahu siapa figur beliau yang sesungguhnya. Terutama dalam konteks periodisasi dan zaman perjuangan.

Sejauh ini, banyak yang menganggap Mbah Malangnegoro sebagai Pasukan Diponegoro dalam perjuangan era Perang Jawa (1825-1830). Padahal, jauh sebelum Perang Jawa meletus, Mbah Malangnegoro sudah masyhur sebagai seorang tokoh dan pejuang.

Mbah Malangnegoro, sejauh ini, identik dengan dua tokoh Pasukan Diponegoro yang bernama Kiai Kasan Munadi (Mbah Abubakar) dan Ki Tanggono Pura. Namun, secara ilmiah, ketiganya tokoh berbeda. Mbah Malangnegoro sudah ada di Ngasinan Padangan, puluhan tahun jauh sebelum era Perang Jawa dimulai.

Raden Tumenggung Malangnegoro (Mbah Malangnegoro) bernama asli Kiai Tjarangsoko, sosok yang membuka wilayah Ngasinan Padangan. Mbah Malangnegoro adalah Bupati Padangan pada (1746-1752 M). Ini tercatat secara ilmiah dalam Ranji Pakem yang ditulis Raden Tjokro Hadiwikromo (1932 M).

Kiai Tjarangsoko (Mbah Malangnegoro) berada di Ngasinan jauh sebelum era Perang Diponegoro (1825 -1830). Kiai Tjarangsoko bagian dari pasukan Pangeran Mangkubumi dan Pangeran Mangkunegara (Raden Mas Said) yang memberontak VOC dan Mataram (rezim Pakubuwana II) pada 1746 M.

Dalam buku Yogyakarta Under Sultan Mangkubumi 1749-1792 (M.C Ricklefs),  disebutkan, Pangeran Mangkubumi memiliki 13 ribu pasukan dengan senjata lengkap. Perlawanan Mangkubumi terhadap Mataram meluas di seluruh wilayah Mataram hingga Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kiai Tjarangsoko (Mbah Malangnegoro) adalah satu diantara pasukan Mangkubumi tersebut.

Kiai Tjarangsoko wafat di Ngasinan pada 1752 M. Makam beliau berada di makbarah Ngasinan Padangan. Tepatnya di sisi selatan makbarah. Lokasi makamnya tak banyak diketahui, karena nisan sudah tak terdapat tanda yang jelas.

Sampai saat ini, banyak yang mengira Mbah Malangnegoro adalah Pasukan Diponegoro. Secara ilmiah, didukung bukti-bukti empiris, anggapan itu tentu salah. Sebab, Mbah Malangnegoro, sosok yang bernama asli Kiai Tjarangsoko, sudah berada di Ngasinan Padangan jauh sebelum Perang Jawa dimulai (1825 M).

Era Perang Jawa 

Pada Perang Jawa (1825-1830 M), Ngasinan Padangan juga jadi basis lokasi keberadaan Pasukan Diponegoro. Di antara tokoh pejuang dalam Perang Jawa yang berada di Ngasinan, adalah Kiai Kasan Munadi (Mbah Abubakar) dan Kiai Tanggono Pura.

Daftar nama-nama pejuang yang berafiliasi dengan Pasukan Diponegoro, dapat dilihat di Archiveorg, (The Power of Prophecy Prince Dipanagara).

Kiai Kasan (Mbah Abubakar) dan Ki Tanggono Pura datang ke Ngasinan pada (1825-1830 M). Beliau berdua adalah Pasukan Diponegoro yang datang ke Ngasinan setelah 78 tahun wafatnya Kiai Tjarangsoko (Mbah Malangnegoro).

Untuk membantu perlawanan Pangeran Diponegoro, Mbah Abubakar dan Ki Tanggono Pura membangun divisi militer di Ngasinan, dengan nama Divisi Malangnegoro. Kemungkinan besar, ini bertujuan untuk tafaulan pada Mbah Malangnegoro, pejuang yang sudah berada di Ngasinan sebelumnya.

Di dalam Divisi Malangnegoro, Mbah Abubakar bertindak sebagai penasihat dan Ki Tangggono Pura bertindak sebagai panglima perang. Kelak, sejarah juga mengenal beliau berdua dengan istilah Mbah Malangnegoro.

Makam Mbah Abubakar beserta istri berada di makbaroh Ngasinan. Tepatnya berada di tengah makbaroh, tanpa cungkup. Sementara makam Ki Tanggono Pura berada di sisi timurnya, berada di bangunan cungkup yang besar.

Sejauh ini, nama Mbah Malangnegoro identik dengan Ki Tanggono Pura. Namun sesunggguhnya, Mbah Malangnegoro adalah Kiai Tjarangsoko, tokoh yang sudah ada di Ngasinan sebelum era Perang Diponegoro (1825-1830) dimulai.

Sementara Mbah Abubakar dan Ki Tanggono Pura adalah pasukan perang dalam Divisi Malangnegoro, divisi yang namanya bertabaruk pada sosok yang lebih sepuh, yakni Kiai Tjarangsoko (Mbah Malangnegoro) di Ngasinan Padangan.

 

Tags: Makin Tahu IndonesiaMbah Malangnegoro NgasinanPejuang PadanganUlama Padangan
Previous Post

Ramai Bacaleg Mendaftar ke KPU Bojonegoro: Anak Milenial harus tahu, Berikut Partai Legendaris yang Pernah Eksis di Kota Bojonegoro

Next Post

Sebuah Rahasia Di Balik Permainan Darbuka

BERITA MENARIK LAINNYA

Hakekat Lomba Agustusan dalam Kehidupan Sehari-hari
Headline

Hakekat Lomba Agustusan dalam Kehidupan Sehari-hari

17/08/2024
Islam Indonesia dan 7 Strata Masyarakat Nusantara
Headline

Islam Indonesia dan 7 Strata Masyarakat Nusantara

12/07/2024
5 Kuliner Bojonegoro Tempo Dulu yang Harus Kamu Tahu
Destinasi

5 Kuliner Bojonegoro Tempo Dulu yang Harus Kamu Tahu

07/05/2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

13/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: