Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Menerapkan Ajaran Stoisisme untuk Mengatasi Kejenuhan para Pekerja

Chusnul Chotimmah by Chusnul Chotimmah
17/01/2020
in Cecurhatan
Menerapkan Ajaran Stoisisme untuk Mengatasi Kejenuhan para Pekerja

Sebelum menyambut weekend, saya ingin membuat tulisan tentang kegiatan yang kita lakukan selama weekdays. Apa itu? Ya, benar. Yang dijalani kebanyakan dari kita, dari senin sampai jum’at, apalagi kalau bukan: bekerja.

Apa sih yang bikin kerja jadi sangat menjenuhkan? Pertama, pekerjaan yang monoton, yang menuntut kita melakukan hal yang sama dari mulai jam 08.00 pagi sampai jam 17.00, yang membuat kita hanya melakukan itu-itu saja dari Senin sampai dengan Jum’at.

Ada sebuah adagium begini, “If you think adventure is dangerous, try routine, it is lethal”. Kurang lebih berarti begini, kalau kamu pikir petualangan berbahaya, coba rutinitas, itu mematikan.”

Kenapa mematikan? Bosan. Mari beranalogi tentang segelas air. Apakah segelas air, yang mungkin saja hanya berisi 400ml air, itu berat? Untuk membuktikannya, coba saja angkat segelas air itu. Mungkin satu menit anda tidak akan merasakan apa-apa, tapi coba satu jam, atau coba angkat selama anda kerja.

Apa yang terjadi? Capek. Tekanannya bukan ada pada seberapa berat air yang kamu angkat, tapi seberapa lama kamu mengangkatnya di posisi yang selalu sama. Capek. Jenuh. Ini juga yang terjadi pada saat kita bekerja.

Hal yang sejujurnya membuat kita benar-benar capek bukan pada beban yang harus kita selesaikan setiap hari, tapi karena kita menyelesaikan hal yang sama setiap harinya. Pekerjaan yang itu-itu saja, yang itu-itu melulu, yang selalu sama dari hari ke hari.

Ini jelas banyak dialami oleh orang-orang yang bekerja kantoran. Mereka yang selalu menghadapi komputer yang sama, teman-teman yang sama, masalah kerja yang sama.

Mereka yang bekerja di lingkungan yang berhubungan dengan administrasi. Memastikan semuanya berjalan sesuai prosedur, sesuai aturan, dari A ke B ke C, lalu berakhir di D.

Kedua, lingkungan yang kurang menyenangkan. Faktor rekan kerja dan atasan juga sangat berpengaruh dengan mood kita selama bekerja. Pekerjaan yang berat ketika dijalani bersama dengan rekan-rekan kerja yang menyenangkan akan terasa lebih ringan.

Berdasarkan pengalaman pribadi ketika bekerja di salah satu Bank swasta dengan tekanan target yang cukup tinggi, saya bisa tetap merasa nyaman dengan teman-teman yang menyenangkan, yang saling membantu pekerjaan satu sama lain.

Namun, di tempat yang sama dengan lingkungan yang berbeda, saya pernah mengalami tekanan yang luar biasa hingga hampir memutuskan untuk resign. Nyaman atau tidaknya pekerjaan salah satunya dipengaruhi oleh faktor rekan dan atasan.

Kita mungkin bisa memilih di lingkungan mana kita akan mendaftarkan diri untuk bekerja, tapi kita tidak bisa memilih siapa-siapa saja yang akan menjadi rekan kerja dan karakter yang bagaimana yang akan kita hadapi, kecuali kita sendiri pemilik perusahaan itu.

Namun, apa itu berarti kita harus resign dari satu tempat kerja ke tempat lain untuk menemukan teman-teman yang cocok? Tidak.

Ketahuilah bahwa setiap orang berubah, lingkungan kerjamu juga akan berubah, semuanya akan berubah. Ketika kita menggantungkan diri pada apa-apa yang selalu berubah, percayalah bahwa kita akan mengalami patah harapan dari satu ke yang lain.

Itu jelas akan lebih memperburuk suasana hati. Padahal suasana hati sangatlah penting untuk kita mampu menghadapi segala yang muncul selama satu hari itu. Ya terus bagaimana dong?

Mempraktekkan Ajaran Stoik untuk Menghadapi Situasi Kerja

Saya pernah menulis tentang stoisisme dapat dipraktekkan untuk mempersiapkan diri menghadapi calon pasangan. Sebelumnya juga, rekan saya, Farid, juga menulis tentang menerapkan ajaran Stoik.

Nah, di dalam tulisan ini saya juga ingin memberitahu pembaca untuk mempraktekkan ajaran Stoik untuk menghadapi situasi kerja. Sebetulnya, ajaran Stoik adalah ajaran untuk hidup selaras dengan alam semesta dan segala yang menjadi isinya. Dengan hidup selaras, niscaya ketenangan batin dapat diperoleh.

Bagaimana sih hidup yang selaras dengan alam semesta? Sebelumnya kita perlu tahu dua hal. Semesta kehidupan terdiri dari mikro kosmos dan makro kosmos. Mikro kosmos adalah semesta diri, yaitu segala yang ada di dalam diri kita.

Sedangkan makro kosmos adalah semesta yang lebih luas, yakni kehidupan di luar diri yang terkadang tidak mampu kita kendalikan, seperti orang lain, cuaca hari ini, dan banyak lainnya.

Selaras dengan alam adalah mengendalikan yang bisa kita kendalikan, dan menyadari bahwa hal yang tidak bisa dikendalikan adalah hal yang tidak ditakdirkan untuk kita kendalikan.

Jika kalian tidak dapat mengubah pekerjaan, tempat, dan rekan kerja kalian, maka coba hal kecil. Ubah meja kerjamu. Jika sebelumnya meja diisi dengan dokumen sertumpuk setinggi satu meter, maka coba saja kalian rapikan meja tersebut dan menambahkan benda kesukaan kalian di atas meja. Bunga kek, karakter anime kek, karakter super hero kek, atau apa saja.

Kalian tidak bisa mengubah lingkungan kerja, tapi kalian bisa menciptakan suasana menyenangkan di lingkungan kerja dengan membuat sedikit perubahan kecil di sekitar, dan untuk itu, mulailah dengan meja kalian sendiri.

Tapi bagaimana dengan rekan-rekan kerja yang tidak menyenangkan? Nabsky, sekali lagi, hal-hal di luar kita seperti pandangan orang lain, lingkungan kerja, atau cuaca hari ini adalah hal yang sangat tidak mungkin kita kendalikan, atau susah sekali. Maka yang perlu kita lakukan adalah mengubah penerimaan kita terhadap hal tersebut.

“Hari ini temanku si A, berkata buruk padaku. Dia berbicara tidak baik tentangku dan mengomentari pekerjaanku.”

Dengan keadaan di atas, alamiahnya orang akan merasa sebal, dan rasa sebal itu akan mempengaruhi moodnya sepanjang hari. Kita tentu tidak bisa mengendalikan apa yang akan dikatakan orang lain tentang kita. Untuk itu yang bida dilakukan adalah mengubah penerimaan kita.

Rasa kesal yang kita miliki adalah perwujudan dari penilaian buruk kita akan perkataan itu dan bukan perkataan itu sendiri.

Itulah yang menjadi sumber penderitaan bagi umat manusia; penilaian yang berlebihan akan segala sesuatu. Jika kita tidak mencapai atau mendapatkannya, maka itu menjadi siksaan tersendiri bagi kita.

Kembali lagi, yang tidak bisa kita kendalikan memang tidak ditakdirkan untuk kita kendalikan. Maka, kita perlu mengendalikan hal lain. Apa? Diri kita. Penerimaan kita. Penilaian kita akan perkataan itu sendiri.
“Itu bukan omongan buruk tentangku, tapi itu adalah kritik buatku. Hari ini, mungkin aku tidak melakukan pekerjaanku dengan baik.”

Dengan mengubah penilaian kita, maka kita juga telah mengubah penerimaan kita akan perkataan itu. Nabsky, kebahagiaan bukan sesuatu yang mutlak yang didefinisikan secara saklek, melainkan konsep abstrak yang bisa kita bentuk dari pikiran-pikiran kita.

Tidak mudah memang mengubah penilaian, karena ide, gagasan, penilaian terletak di bagian paling dalam, yang susah sekali untuk terpengaruh, tapi justru memberikan pengaruh luar biasa bagi segala laku hidup.

Untuk itu, kita perlu terus berlatih mengendalikan diri, mengendalikan pikiran, mengendalikan penerimaan, mengubah penilaian-penilaian, dan membebaskan diri kita dari siksaan yang telah dibuat oleh pikiran-pikiran kita sendiri.

Latihan itu tidak bisa dilakukan sebatas satu atau dua hari, tapi praktik setiap hari yang harus terus dibentuk dan ditata sedemikian rupa. Gimana Nabs? tertarik untuk mencoba?

Tags: StoikStoisisme
Previous Post

Mempersolek Kawasan Wisata Atas Angin Bojonegoro di 2020

Next Post

Seandainya Sunda Empire Benar-benar Ada

BERITA MENARIK LAINNYA

Timnas Norwegia dan Perahu Persibo Bojonegoro
Cecurhatan

Timnas Norwegia dan Perahu Persibo Bojonegoro

06/06/2026
Siasat Menentang Tanpa Melawan
Cecurhatan

Siasat Menentang Tanpa Melawan

06/06/2026
Gerak dan Lagu Meriahkan Pelepasan 124 Murid TK Muslimat NU 04 Bangilan
Cecurhatan

Gerak dan Lagu Meriahkan Pelepasan 124 Murid TK Muslimat NU 04 Bangilan

05/06/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Diskusi Naga Api: Wonocolo dalam Tiga Pondasi

Diskusi Naga Api: Wonocolo dalam Tiga Pondasi

07/06/2026
Timnas Norwegia dan Perahu Persibo Bojonegoro

Timnas Norwegia dan Perahu Persibo Bojonegoro

06/06/2026
Siasat Menentang Tanpa Melawan

Siasat Menentang Tanpa Melawan

06/06/2026
Gerak dan Lagu Meriahkan Pelepasan 124 Murid TK Muslimat NU 04 Bangilan

Gerak dan Lagu Meriahkan Pelepasan 124 Murid TK Muslimat NU 04 Bangilan

05/06/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: