Apa jadinya jika Raffi Ahmad, Bunga Citra Lestari, Zaskia Mecca, Arifin Putra, Olga Syahputra, Laudya Chintya Bella, Irwansyah dan Elma Theana berada dalam satu universe? Jawabannya ada di sinetron Senandung Masa Puber.
Indonesia tak bisa dilepaskan dari yang namanya sinetron. Tiap generasi pasti memiliki sinetron populernya masing-masing. Mereka memberi warna tersendiri di layar kaca Indonesia.
Di pertengahan 2000-an lalu, ada sinetron yang tayang di salah satu stasiun TV Indonesia. Sinetron tersebut berjudul Senandung Masa Puber. Ia hadir dari 2003 hingga 2004.
Mungkin banyak yang lupa, bahkan tak tahu dengan sinetron satu ini. Ia masih kalah legendaris dengan Si Doel, Tersanjung, Cinta Fitri, Kecil-Kecil Jadi Manten atau Para Pencari Tuhan. Namun jangan salah Nabs, sinetron ini punya keunikannya sendiri.
Sinetron tersebut dibintangi oleh aktor dan aktris yang sekarang berada di puncak popularitas. Sebut saja Raffi Ahmad, Bunga Citra Lestari, Laudya Chyntia Bella, Irwansyah, Zaskia Mecca, Arifin Putra, Lala Karmela hingga almarhum Olga Syahputra.
Tokoh utama di sinetron ini adalah Diaz yang diperankan oleh Raffi Ahmad. Cerita berputar-putar tentang kehidupan remaja Diaz. Baik di lingkungan sekolah maupun rumahnya.
Peran lain yang tak kalah penting diemban oleh aktris kenamaan, Elma Theana serta BCL. Elma memerankan sosok guru SMP tempat Raffi Ahmad atau Diaz bersekolah. Sedangkan BCL berperan sebagai Chyntia, murid baru.
Selain dikenang sebagai sinetron bertabur bintang, Senandung Masa Puber juga akan diingat sebagai tontonan yang punya plot atau cerita sangat berani. Bagi standar pertelevisian sekarang, Senandung Masa Puber pasti tak akan lolos sensor.
Cerita utama dari sinetron ini adalah kisah cinta Raffi Ahmad yang ketika itu masih SMP. Dalam sinetron diceritakan bahwa Raffi Ahmad suka dengan guru baru yang diperankan Elma Theana. Jadi, sinetron Senandung Masa Puber bercerita tentang anak SMP yang jatuh cinta kepada gurunya sendiri.
Cerita makin pelik ketika muncul murid perempuan baru yang diperankan Bunga Citra Lestari. Tanpa babibu, tokoh Chyntia yang diperankan BCL pun langsung “mengganggu” kisah cinta Raffi dengan Elma Theana. Muncullah cerita cinta segitiga.
Cerita tentang anak SMP yang jatuh cinta kepada gurunya sendiri ini tentu sangat berani nan gila. Bagaimana tidak, dengan cerita seperti itu, Senandung Masa Puber tentu jauh dari kata mendidik. Masih SMP bukannya belajar yang rajin malah bikin cerita cinta segitiga. Melibatkan guru pula.
Tak terbayangkan jika Senandung Masa Puber tampil di era sekarang. Hujatan dan caci maki bakal menghampiri. Para “puritan” bakal mencak-mencak karena tak ada pesan moral dari sinetron ini.
Cerita tak melulu soal kisah cinta Raffi Ahmad dan Elma Theana. Ada pula cerita lain di mana tokoh yang diperankan oleh Zaskia Mecca jadi korban kekerasan seksual pamannya sendiri. Padahal, sama seperti halnya Raffi Ahmad, di sinetron itu Zaskia Mecca masih SMP.
Hal-hal tabu yang diangkat dalam Senandung Masa Puber membuat sinetron ini layak berada di deretan series layar kaca terbaik Indonesia. Senandung Masa Puber berani mengangkat cerita-cerita yang mungkin dianggap tak pantas dipertontonkan di layar kaca.
Apa yang ditunjukkan Senandung Masa Puber mungkin tak akan bisa ditemui di sinetron zaman sekarang. Kini, kebanyakan sinetron Indonesia terlalu fokus terhadap pesan moral. Sisi tontonan yang menghibur agak dikesampingkan.
Contohnya sinetron Anak Jalanan, di mana si pemeran utama tak pernah lupa untuk mengajak teman-temannya yang merupakan anggota geng motor untuk sholat. Sesuatu yang terlalu memaksa agar para penonton menirunya secara langsung. Padahal, pesan moral yang bagus selalu disampaikan secara implisit. Just show, don’t tell.
Banyak pesan moral yang muncul secara eksplisit di Senandung Masa Puber. Pesan memang tak disampaikan secara jelas dan tegas. Penonton yang diminta untuk mengambil atau memetik pelajaran tersendiri dari apa yang mereka lihat dan pahami.
Jika ingin melihat masa muda Raffi Ahmad, BCL, hingga Zaskia Mecca tampil di sinetron yang lain daripada yang lain, maka tontonlah Senandung Masa Puber. Selain bertabur bintang, sinetron ini juga punya banyak pesan moral tanpa mengecilkan unsur hiburannya.








