Santri Kreatif.Id bersama Media Pondok Jatim (MPJ) Sektor Bojonegoro sukses menggelar kegiatan perdana Napak Tilas Masyayikh Bojonegoro pada Jumat, 17 Oktober 2025 dengan dihadiri oleh 17 santri yang terdiri dari perwakilan pondok pesantren dan alumni di Bojonegoro.
Kegiatan ini bertujuan lebih dari sekadar mengenang. Para santri diajak untuk menemukan kembali spirit perjuangan ulama lokal yang menyebarkan Islam di wilayah Kota Bojonegoro. Peserta melakukan ziarah dan napak tilas ke tiga makam ulama yakni : KH Sholeh Bin Hasyim, Syekh Yahya Klangon, dan KH Abu Dzarrin.
Napak tilas ini dirancang secara mendalam, menggabungkan tradisi dan modernitas. Selain diisi dengan tahlil, para peserta juga membaca manaqib, biografi singkat para ulama di lokasi makam, sekaligus dibalut dengan ruang modern berupa riding bersama. Hal ini menjadi simbol bahwa warisan spiritual erat hubungannya dengan kegiatan sehari-hari.
Bagi Santri Kreatif, acara ini adalah wujud nyata dari visi besar gerakan ini : Membangun ekosistem santri yang aktif, kreatif, dengan nilai-nilai kebanggaan pada daerah.
“Saya melihat kegiatan semacam ini sebagai terapi spiritual,” ujar salah satu perwakilan peserta.
“Jujur, kadang sebagai santri di era digital, kita merasa capek dan rindu ketenangan. Tapi di sini, saya merasa menemukan keterhubungan yang menjadi kekuatan untuk kembali berkarya.”
Ketua pelaksana acara dari Santri Kreatif, Widodo Ramadhoni, menegaskan pentingnya kegiatan semacam ini. Menurutnya, para santri di Bojonegoro tidak hanya harus tahu sejarah, tetapi harus terinspirasi untuk bertindak.
“Mewarisi spirit perjuangan dan belajar dari para ulama-ulama saat ini harus ditanamkan di jiwa generasi muda untuk dibawa ke ruang kreatif” terangnya
Senada dengan Widodo, Ahmad Syarif Hidayatullah, Ketua Media Pondok Jatim (MPJ) Sektor Bojonegoro, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta. “Saya senang melihat semangat teman-teman santri telah mengikuti kegiatan ini hingga selesai. Kami berharap kegiatan ini berkelanjutan, membawa berkah bagi Bojonegoro dan menguatkan ekosistem santri di Jawa Timur,” ucap Syarif, menutup kegiatan yang turut didukung oleh Medayoh Bojonegoro dan Jurnaba.co ini








