Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) menjadi salah satu program unggulan Pemkab Bojonegoro dalam upaya mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga rentan. Salah satunya di Desa Mori Kecamatan Trucuk Bojonegoro.
Melalui program ini, keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan bantuan dan pendampingan untuk beternak ayam petelur secara mandiri. Hasilnya, program tersebut mulai memberikan dampak nyata bagi perekonomian keluarga.
Salah satu KPM asal Desa Mori Kecamatan Trucuk, Unun Choirul Amin (44), asal Desa Mori Kecamatan trucuk Kabupaten Bojonegoro mengaku setiap hari mampu menghasilkan sekitar 40 hingga 50 butir telur. Jika diuangkan, pendapatan yang diperoleh mencapai kurang lebih Rp50 ribu per hari.
“Harga telur rata-rata dibeli warga sekitar Rp26 ribu per kilogram. Hasil penjualan biasanya kami simpan atau tabung, dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk membantu bayar listrik,” ujarnya.
Menurut Unun, menjelang momentum Ramadan permintaan telur meningkat cukup signifikan. Banyak warga yang memiliki hajatan maupun kebutuhan konsumsi rumah tangga memilih membeli langsung dari peternak karena harganya lebih murah dibandingkan toko.
“Momentum menjelang Ramadan, banyak yang pesan karena harga bisa lebih murah dari toko,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan Sri Ambarwati (37), salah satu KPM lainnya yang merasakan manfaat tambahan penghasilan dari program tersebut. Sebab, program ini memberi hasil nyata secara langsung, yakni keberadaan telur yang bisa langsung dijual atau dikonsumsi sendiri.
Pendamping KPM GAYATRI Desa Mori, Mohamad Aris (40), menjelaskan bahwa pendampingan rutin terus dilakukan guna memastikan keberlangsungan usaha para penerima manfaat. Setiap minggu, tim melakukan pengecekan kondisi ternak dan perkembangan produksi.
“Pakan masih tersuplai dengan baik, dan setiap minggu kami selalu melakukan pengecekan. Kami juga membuat grup WhatsApp untuk mempermudah koordinasi dengan KPM. Setiap hari ada diskusi dan sharing tentang perawatan ayam,” jelasnya.
Di Desa Mori sendiri, jumlah penerima manfaat dari anggaran desa sebanyak 6 KPM, sementara dari Program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sebanyak 10 KPM. Total terdapat 16 keluarga penerima manfaat yang saat ini menjalankan usaha ternak ayam petelur melalui Program GAYATRI.
Masyarakat Desa Mori Trucuk merasakan manfaat langsung dari keberadaan program ini. Karena itu, Program GAYATRI diharap mampu menjadi solusi berkelanjutan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga serta mendorong pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro.








