Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Puisi dan Bunyi Teriakan dari Hati yang Sunyi

Bakti Suryo by Bakti Suryo
21/03/2019
in Peristiwa
Puisi dan Bunyi Teriakan dari Hati yang Sunyi

Pada hari ini, 21 Maret diperingati sebagai Hari Puisi Dunia. Ini ditetapkan UNESCO pada 1999 di Paris, Perancis. Puisi dianggap berperan penting dalam perkembangan sejarah dunia. Terlebih, pada bidang sastra dan literasi.

Puisi itu luas, Nabsky. Bukan saja soal seni merangkai kata. Puisi seperti samudra yang memuat segala apa yang ada di dalamnya. Puisi penuh dengan pemaknaan-pemaknaan yang berasal dari si peulisnya. Bahkan, akan muncul makna baru di dalam kepala pembacanya.

Indonesia memiliki seniman puisi yang karnyanya sangat meledak. Bahkan berlaku sepanjang masa. Sebut saja Chairil Anwar, W.S. Rendra dan Sapardi Djoko Damono. Karya mereka begitu abadi dan bertebaran di mana-mana.

“Mampus kau dikoyak-koyak sepi”

Puisi karya mereka tidak hanya dibaca di berbagai event. Tembok-tembok di beberapa kota pun tak terlewatkan. Sepenggal kalimat puisi berjudul Sia-sia karya Chairil Awar abadi tercatat di sana. Mengingatkan betapa sepi mengekang hati.

Menurut Sapardi Djoko Damono, puisi itu bunyi. Puisi merupakan permainan bunyi tentang ini dan itu. Sehingga kita yang mendengar mampu merasakan indah. Persoalan makna, tentu tergantung kita semua yang mendengar.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Sepenggal bait puisi berjudul Aku Ingin Mencintaimu dengan Sederhana karya Sapardi begitu meledak. Rasanya, puisi itu adalah gambaran dari puncak romantisme yang terbahasakan.

Bahkan, puisi ini kerap ditorehkan pada kertas undangan pernikahan.

Puisi bukan hanya soal cinta dan kegalauan. Puisi merupakan media spiritualitas. Ia berisikan kegelisahan yang muncul secara sadar.

Spiritualitas tentu saja berbeda dengan religiusitas. Religiusitas erat kaitannya dengan agama dan kepercayaan. Sedangkan spiritualitas adalah kesadaran atas keadaan.

Misalnya puisi karya Wiji Tukul. Banyak tema bernuansa perlawanan dalam puisi karyanya. Itu berasal dari pengalaman spiritual penulisnya.

Membaca puisi karya Wiji Tukul mampu membuat dada pembaca terbakar. Terbakar dengan keresahan yang ada dalam pikirannya.

Melalui puisi, kita bisa menuangkan segala pikiran yang memberatkan kepala. Melimpahkan perasaan yang menyesakkan dada. Puisi adalah cara hati berteriak, tapi tanpa suara yang mengusik terlinga.

Puisi juga identik dengan kemurungan. Kita bisa memaknainya sebagai kemurungan yang elegan. Atau kemurungan yang menye-menye sekalipun. Se-bahagia-bahagianya puisi, saat dibaca, ia akan berwujud kemuraman.

Tengok saja puisi-puisi Emily Dickinson atau puisi Charles Bukowsky. Yang memang identik dengan kemuraman. Tapi, kemuraman itu tidak berhenti. Seperti air, ia bergerak mencari sudut-sudut selah hidup.

Puisi adalah gambaran hidup. Bahwa dalam hidup, pasti ada sisi-sisi yang muram. Yang tatkala diingat, ia mampu membikin tubuh bergetar lalu mencairkan air mata.

Nabs, terlepas dari itu semua, puisi adalah satu padatan yang sangat akrab dengan pribadi manusia. Setiap orang pernah berpuisi. Dengan berbagai cara. Bahkan ngorok pun proses berpuisi.

Lalu, hati siapa yang masih belum pernah berpuisi?

Tags: Hari PuisiKhairil Anwar
Previous Post

Yuk, Periksa Rekam Jejak Caleg Lewat 5 Aplikasi Ini

Next Post

Musrenbang Bojonegoro dan Alasan Kenapa Milenial Harus Tahu

BERITA MENARIK LAINNYA

NUTASIMPHONY Vol. 2 Meriahkan Dies Natalis ke-9 UKM Musik NU-Tasi UNUGIRI, Perkuat Kolaborasi Musisi Kampus Jawa Timur
Altertainment

NUTASIMPHONY Vol. 2 Meriahkan Dies Natalis ke-9 UKM Musik NU-Tasi UNUGIRI, Perkuat Kolaborasi Musisi Kampus Jawa Timur

12/07/2026
Porkab II Bojonegoro 2026 Resmi Ditutup, Pembinaan Atlet Berbasis Kecamatan Disiapkan Menuju Prestasi Nasional
Olahraga

Porkab II Bojonegoro 2026 Resmi Ditutup, Pembinaan Atlet Berbasis Kecamatan Disiapkan Menuju Prestasi Nasional

11/07/2026
Pentas Teater UKM Lintang Giri: Wadah Mengekspresikan Ide dan Gagasan Kreatif Anggota Baru di Dunia Seni Pertunjukan
Altertainment

Pentas Teater UKM Lintang Giri: Wadah Mengekspresikan Ide dan Gagasan Kreatif Anggota Baru di Dunia Seni Pertunjukan

08/07/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

NUTASIMPHONY Vol. 2 Meriahkan Dies Natalis ke-9 UKM Musik NU-Tasi UNUGIRI, Perkuat Kolaborasi Musisi Kampus Jawa Timur

NUTASIMPHONY Vol. 2 Meriahkan Dies Natalis ke-9 UKM Musik NU-Tasi UNUGIRI, Perkuat Kolaborasi Musisi Kampus Jawa Timur

12/07/2026
Porkab II Bojonegoro 2026 Resmi Ditutup, Pembinaan Atlet Berbasis Kecamatan Disiapkan Menuju Prestasi Nasional

Porkab II Bojonegoro 2026 Resmi Ditutup, Pembinaan Atlet Berbasis Kecamatan Disiapkan Menuju Prestasi Nasional

11/07/2026
Noyvich Manuscript: Di Antara Tumbuhan Asing, Rasi Bintang dan Bahasa yang Hilang (Bagian III)

Noyvich Manuscript: Di Antara Tumbuhan Asing, Rasi Bintang dan Bahasa yang Hilang (Bagian III)

10/07/2026
Piala Dunia 2026 dan Para Bohemian Lapangan

Piala Dunia 2026 dan Para Bohemian Lapangan

09/07/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: