Ketika Natal Memilih Menunduk, dan Kita Belajar Peduli
Ada sesuatu yang bergeser pada Natal kali ini. Ia tidak lagi berdiri tegak dengan dada dibusungkan cahaya, melainkan menunduk pelan, ...
Ada sesuatu yang bergeser pada Natal kali ini. Ia tidak lagi berdiri tegak dengan dada dibusungkan cahaya, melainkan menunduk pelan, ...
Desa hari ini sedang diuji: apakah ia tetap menjadi ruang hidup yang merdeka, atau sekadar ladang basah bagi predator berseragam ...
Aset terbaik bangsa ini bukanlah pesawat baru atau regulasi setebal buku telepon. Aset terbaik kita adalah keberanian mengambil risiko dan ...
Seberapa sering kita melihat aparat sibuk berfoto di lokasi banjir, sementara korban mengetuk pintu dapur tetangga karena pemerintah terlambat? Di ...
Bukit Barisan, dengan semua luka yang kita paksakan padanya, kini menjadi cermin paling jujur tentang siapa kita: makhluk yang tak ...
Di tengah bau tanah basah yang belum sempat kering, kita mendengar suara Chay Asdak (Pakar hidrologi dari Universitas Padjadjaran) berbicara—pelan, ...
Indonesia, kadang terasa seperti dongeng yang lupa bagaimana cara berakhir. Kita tumbuh dengan cerita-cerita besar: tentang kemerdekaan, tentang tanah yang ...
Ada saat-saat ketika sejarah tidak berjalan dengan kaki manusia, melainkan dengan tekanan. Kekuasaan, krisis, dan skandal mendorong sebuah institusi berjalan, ...
Sejarah selalu berbisik pelan, namun tajam: Rakyat yang cerdas bukan ancaman. Mereka adalah masa depan. Yang gentar, hanyalah mereka yang ...
Ingatan, sejatinya, adalah cara bangsa bercermin. Tapi bila cermin itu retak, yang tampak hanyalah kepingan wajah yang tak utuh: sedikit ...