Seorang Tua Wafat dan Sebuah Zaman Retak
Sejarah tak pernah berhenti pada kematian seorang tokoh. Dan dunia, seperti biasa, akan menonton—sebagian dengan simpati, sebagian dengan kalkulasi, sebagian ...
Sejarah tak pernah berhenti pada kematian seorang tokoh. Dan dunia, seperti biasa, akan menonton—sebagian dengan simpati, sebagian dengan kalkulasi, sebagian ...
Di bumi bagian mana lagi aku bisa memenangkan diri? Pertanyaan itu terdengar seperti keluhan seorang pengembara. Tapi mungkin ia bukan ...
Dan sejarah, seperti biasa, akan menunggu dengan sabar—mencatat siapa yang belajar darinya, dan siapa yang memilih melupakannya. Di aula megah ...
Kita pernah berpuasa, tapi tak pernah belajar lapar; kita pernah menerima abu, tapi tak pernah mengerti debu. Dan pada akhirnya, ...
Inovasi sering berbicara atas nama masa depan, tapi jarang menunggu persetujuan dari mereka yang terdampak. Silicon Valley sering disebut sebuah ...
Kehidupan berkelimpahan ternyata tidak selalu membutuhkan lebih banyak—melainkan keberanian untuk berkata cukup. Di dataran tinggi Gunung Lamu, di tengah lipatan ...
Jika untuk sampai kita harus menginjak kepala sesama, mungkin yang sebenarnya jatuh bukan mereka, melainkan kemanusiaan kita. Aku teringat catatan ...
Kita merasa sedang melawan kekuasaan, padahal sedang merawatnya. Kita bangga jadi warga kritis. Namun lupa, siapa yang merancang panggung kritik ...
Jika suatu hari kekuasaan terasa terlalu nikmat, barangkali itu pertanda bahaya: bukan karena mereka terlalu kuat. Tapi karena kita terlalu ...
Lapar, pada akhirnya, adalah bahasa. Ia berbicara tentang siapa yang kita salahkan, siapa yang kita lindungi, dan sistem seperti apa ...