Gelar Pentas Perdana Lintang Giri (Gandari) wujud komitmen konkret Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Lintang Giri selama 15 tahun untuk mengekspresikan diri melalui medium seni.
Secara umum, persembahan Gandari diadakan tiap satu tahun sekali oleh UKM Teater Lintang Giri UNUGIRI. Dalam rangka memberikan penghormatan, atas hari jadi maupun hari kelahiran anggota baru yang telah 1 tahun bergabung sekaligus menerima pelbagai ilmu.
Persembahan ini diadakan pada Sabtu (24/5/2025) di Aula Gedung Fakultas Tarbiyah lantai 3 UNUGIRI. Yang berhasil mengundang orang untuk berbondong-bondong datang menyaksikan pertunjukkan ini. Mulai dari kalangan Mahasiswa, alumni teater Lintang Giri, Jejaring teater Se-Pantura, dan para masyarakat tua ataupun muda.
Di semarakkan oleh berbagai pertunjukan, mulai dari UKM Musik NUtasi, Monolog dari UKM teater Kaged yang jauh-jauh datang dari Madura dan persembahan intinya itu sendiri. Yakni, Pentas Gandari dengan Lakon “Jejak Pati”. Yang disutradarai dan ditulis oleh Riris Wijayanti, salah seorang anggota UKM Teater Lintang Giri.
Tujuan diadakannya pementasan ini tak lain dan tak bukan adalah untuk selalu memastikan. Bahwa, Seni adalah bentuk nyata untuk mengungkapkan imajinasi, kreasi dan kebebasan berkespresi. Hal tersebut di sampaikan oleh Shofi Fitriani sebagi Ketua Umum UKM Teater Lintang Giri.
“UKM Teater Lintang Giri melalui persembagan Gandari, berupaya untuk mengakomodir keterampilan para anggota Teater Lintang Giri dan mentargetkan agar jeri payah mereka selama latihan ataupun segala proses diskusi, nantinya bisa dihadirkan dalam bentuk persembahan dan dinikmati oleh khlayak ramai” Ungkap Shofi.
Lakon “Jejak Pati” yang merupakan hasil buah pemikiran Riris Wijayanti, berupaya untuk menyampaikan imajinasinya selama ini melalui sebuah rentetan peristiwa yang dikemas dalam bentuk cerita. Melalui berbagai tahap penyusunan cerita sejak 5 bulan lalu.
“Lakon ini telah kami garap selama lebih sejak 5 bulan yang lalu, untuk penulisan alur cerita, naskah dialog, dan lain-lainnya. Juga telah melewati berbagai proses modifikasi” tutur Riris.
Pesan moral yang juga tak kalah pentingnya, yaitu agar orang-orang hari ini tak lupa untuk selalu menjaga kewarasan pikir lewat kepedulian terhadap kesehatan mentalnya. Pun, ingin menyadarkan para penonton agar tak bersikap tamak hingga mengorbankan sesuatu yang tak dapat diulangi.
“Cerita ini, sebetulnya ingin memberi penyadaran ke penonton, biar mereka nggak tenggelam dalam masa lalu hidupnya yang sampai jadi trauma untuk hal-hal di kemudian hari. Terus, mau memperhatikan kesehatan mentalnya sendiri walaupun banyak tekanan dari luar biar nggak mudah terpengaruh oleh faktor luar” Papar Sutradara lakon “Jejak Pati”.
Cindy Aviesha Charisma, Anggota UKM Teater Lintang Giri yang memerankan tokoh pemeran utama dalam lakon “Jejak Pati” yaitu karakter Hesti. Dirinya, merasa senang dan bangga telah berhasil memerankan peran Hesti yang notabene adalah oranh yang punya trauma masa lalu.
“Senang rasanya, ternyata berhasil buat penonton ikut merasakan karakter seorang hesti yang punya masa lalu hingga harus di korbankan oleh ibunya ke seorang dukun demi iming-iming kesembuhan dan uang.” Jelasnya.
Euforia Gandari yang mengusung tema “15 Tahun Mengekspresikan Diri Bersama Seni” sukses membuat para penonton ikut merasakan adrenalin emosional yang sedih sekaligus mendebarkan. Selamat Menunai Usia yang ke-15 tahun UKM Teater Lingang Giri!








