Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Saman

Ahmad Syalabi by Ahmad Syalabi
09/11/2019
in Cecurhatan
Saman

Aku ditanya sekali. Apa itu cinta? Cerita paling khusyuk terungkap pada pekan lalu di Solo. Seorang ibu petani, Sartiyem telah enam bulan ini memegang erat tangan suaminya, Saman.

Dua tangan itu sama-sama hitam, kurus dan berurat. Dua tangan milik sepasang buruh tani yang liat dan keras. Genggam menggenggam, tanpa mengerti bahwa bulan esok adalah momentum para pasangan dunia merayakan mahluk gaib bernama cinta.

Saman juga tidak pernah mengerti mengapa Sartiyem punya penyakit yang sungguh merepotkan itu. Bayangkan, waktu yang seharusnya digunakan Saman untuk bertani, kandas lantaran harus seharian memegangi tangan isterinya yang tidak indah itu. Cuma, Saman hanya pasrah dan berargumen singkat, “Kalau dilepas, badannya mendadak panas,”lirih Saman.

Belum lagi kebutuhan sehari-hari yang harus Saman penuhi. Makan, membuang kotoran, membersihkannya, sampai meninabobokan Sartiyem agar tetap nyaman dan lepas dari takut. Karena konon, penyakit Sartiyem ini adalah penyakit kejiwaan untuk takut terhadap sesuatu. Takut yang sangat dan hanya reda oleh kasar tangan Saman.

Jika ditanya tentang cinta,Saman mungkin hanya bisa tertawa. Puisi dan roman terlalu mewah untuk petani seperti Saman. Buatnya, Sartiyem hanyalah mahluk merepotkan yang kebetulan menjadi isterinya. Sayangnya, sejak mereka menikah, Sartiyem telah menjelma sebagai udara Saman. Begitupula Saman untuk Sartiyem. Hari demi hari.

Saman pun masih ada di sisi Sartiyem. Kini, ia menemani isterinya untuk tetirah di satu Rumah Sakit Solo. Di kamar gratisan, dengan tangan yang masih menggenggam.

Dalam Serpihan Sajak Sapardi Djoko Damono, Saman adalah hujan bulan juni yang terlalu cinta kepada pohon berbunga. Merahasiakan rindu, Membiarkan yang tak terucap dan menghapus jejak kaki yang ragu, untuk diserap akar pohon bunga itu.

 

Tags: Fiksi Akhir Pekan
Previous Post

Punk sebagai Jalan Hidup, Bukan Hidup di Jalanan

Next Post

Yang Patah Tumbuh, Yang Tumbang (harus) Diganti

BERITA MENARIK LAINNYA

Membaca NU di Bawah Dua Kyai Terpilih dari Jawa Timur
Cecurhatan

Membaca NU di Bawah Dua Kyai Terpilih dari Jawa Timur

31/08/2026
Ideologi, Otonomi Terakhir Manusia
Cecurhatan

Ideologi, Otonomi Terakhir Manusia

30/08/2026
Kota Iram: Misteri dalam Al Quran dan Badai Gurun Pasir
Cecurhatan

Kota Iram: Misteri dalam Al Quran dan Badai Gurun Pasir

28/08/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Komunitas Lari Bojonegoro Galang Dana untuk Korban Bencana Gempa Nusa Tenggara Timur dan Kebakaran di Kalimantan

Komunitas Lari Bojonegoro Galang Dana untuk Korban Bencana Gempa Nusa Tenggara Timur dan Kebakaran di Kalimantan

04/09/2026
Cara Unik SDN Sudu 2 Ajarkan Anak Memilah Sampah

Cara Unik SDN Sudu 2 Ajarkan Anak Memilah Sampah

03/09/2026
WKP Gunung Pandan: Skala Manusiawi atau Skala Industri?

WKP Gunung Pandan: Skala Manusiawi atau Skala Industri?

02/09/2026
Abdulloh Umar: Tambakberas dan Ucapan Selamat untuk Kepemimpinan PBNU

Abdulloh Umar: Tambakberas dan Ucapan Selamat untuk Kepemimpinan PBNU

01/09/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: