Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Panggung dan Sorot Lampu

Branda Lokamaya by Branda Lokamaya
01/09/2019
in Cecurhatan
Panggung dan Sorot Lampu

“Aktualisasi diri dan eksistensi membuat mereka mengorbankan banyak hal dalam hidup, hanya demi tetap dianggap keberadaannya” Micham Sobita, warga planet Mars.

Di bumi, ada jenis manusia yang betah tidak makan-minum selama dua hari dua malam asal dikasih panggung dan sorot lampu untuk terlihat. Manusia jenis itu, mengonsumsi makanan dan minuman melalui proses dianggap keberadaannya.

Di planet bumi, planetnya para manusia, konsep dan pemahaman itu sering disebut sebagai energi eksistensi. Kebutuhan untuk eksis dan terlihat yang memicu daya hidup. Serupa sandang pangan dan papan, entah sejak kapan, eksistensi menjadi kebutuhan dasar manusia untuk hidup.

Kok aku baru mendengar konsep hidup semacam itu? tanya Muaza Hullem menginterupsi penjelasan Micham Sobita. Itu sudah umum, kau bisa membuktikan keberadaan mereka dengan cara yang sangat mudah, jawab Sobita.

Kata Sobita, manusia pengonsumsi panggung dan sorot lampu sangat mudah diketahui ciri-cirinya. Mereka sangat takut tak dianggap keberadaannya. Ketakutan itu, melebihi takutnya mereka pada tidak makan dan tidak minum. Makanya, mereka lebih memilih tidak makan daripada tidak dianggap keberadaannya.

“Tapi, kadang saya sangat kasihan.” tiba-tiba Sobita mengucap kalimat itu pada Hullem.

“Kasihan pada siapa?”

“Ya, kasihan pada mereka yang sangat takut pada ketakdianggapan itu.”

Saat Hullem menanyakan apa yang membuat Sobita merasa kasihan, Sobita meminta waktu cukup lama pada Hullem untuk memberikan penjelasan mendalam.

Mereka yang membudak pada sorot lampu dan panggung, ucap Sobita, rela mengorbankan banyak hal dalam hidup mereka hanya demi tetap dianggap keberadaannya. Ini sungguh nestapa. Sangat nestapa. Tapi memang, mereka tak sempat menyadarinya.

Tak hanya rela tidak makan dan tidak minum. Mereka yang mendamba sorot lampu dan panggung, siap secara lahir-batin melukai orang lain, menghina diri sendiri, bahkan menodai kesetiaan demi tetap dianggap dan tetap dilihat keberadaannya.

Memperjuangkan keberadaan dan eksistensi tentu masih bisa dinilai secara lumrah. Sebab, hampir semua makhluk butuh proses aktualisasi diri. Tapi, proses melukai orang lain, menghina diri sendiri dan menodai kesetiaan, tentu patut dikasihani.

“Jangan-jangan, tuhan mereka adalah eksistensi dan keberadaan diri sendiri?” Tampaknya Hullem tak sabar untuk tak menginterupsi.

“Saya kira tidak. Di bumi, planetnya manusia, banyak sekali agama dan kepercayaan. Tapi tak satupun yang secara formal administratif menuhankan keberadaan dirinya sendiri.”

“Bukankah aktualisasi diri itu penting?, Bahkan kita yang hidup di planet Mars pun tetap membutuhkan itu kan?” Tanya Hullem.

“Iya, aktualisasi diri itu sangat penting. Tapi, terkesan nestapa jika mengaktualisasikan diri harus melalui proses melukai orang lain dan menodai kesetiaan,” jawab Sobita.

Mengaktualisasikan diri dan mempertahankan eksistensi, jelas Sobita sekali lagi, bagi makhluk jenis apapun, memang sangat penting. Karena berhubungan dengan proses mempertahankan hidup. Tapi, melukai orang lain dan menghina diri sendiri itu yang sangat disayangkan.

“Lalu, yang lebih penting, kenapa kita ikut memikirkan dan mengkhawatirkan urusan manusia?” Tanya Hullem.

“Kamu ini bagaimana, kalau manusia jadi hidup di Mars, bukankah bangsa kita berpotensi tertular sifat-sifat itu?”

“Sesungguhnya aku tak peduli pada tingkah polah manusia, bahkan jika mereka benar-benar bisa pindah ke planet Mars, tempat kita. Aku hanya peduli padamu, Sobita. Aku hanya peduli pada caramu bercerita padaku, bahkan jika cerita itu khayal belaka. Karena aku percaya pada kesetiaan kita” ucap Hullem pada Micham Sobita yang sekaligus membuat kekasihnya itu menangis.

 

Tags: Fiksi Akhir Pekan
Previous Post

Hipster Kaffah dan 5 Cara agar Kamu mampu Mencapainya

Next Post

5 Tips Sukses ala Raditya Dika, Terutama Buat Kamu Mahasiswa Baru

BERITA MENARIK LAINNYA

Metabolisme Alam, Metabolisme Tubuh Manusia
Cecurhatan

Metabolisme Alam, Metabolisme Tubuh Manusia

05/09/2026
Membaca NU di Bawah Dua Kyai Terpilih dari Jawa Timur
Cecurhatan

Membaca NU di Bawah Dua Kyai Terpilih dari Jawa Timur

31/08/2026
Ideologi, Otonomi Terakhir Manusia
Cecurhatan

Ideologi, Otonomi Terakhir Manusia

30/08/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

DPRD Bojonegoro dan Dewan Pendidikan Susun Peta Jalan serta Evaluasi Regulasi

DPRD Bojonegoro dan Dewan Pendidikan Susun Peta Jalan serta Evaluasi Regulasi

07/09/2026
Skateboard Bojonegoro Makin Diminati, Anggota Komunitas Bertambah Usai Kejuaraan Nasional

Skateboard Bojonegoro Makin Diminati, Anggota Komunitas Bertambah Usai Kejuaraan Nasional

06/09/2026
Metabolisme Alam, Metabolisme Tubuh Manusia

Metabolisme Alam, Metabolisme Tubuh Manusia

05/09/2026
Komunitas Lari Bojonegoro Galang Dana untuk Korban Bencana Gempa Nusa Tenggara Timur dan Kebakaran di Kalimantan

Komunitas Lari Bojonegoro Galang Dana untuk Korban Bencana Gempa Nusa Tenggara Timur dan Kebakaran di Kalimantan

04/09/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: