Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Abdulloh Umar: Bersatu dan Berdaulat Seperti Angka 80

Aska Pradipta by Aska Pradipta
16/08/2025
in Peristiwa
Abdulloh Umar: Bersatu dan Berdaulat Seperti Angka 80

Bersatu dan Berdaulat (Jurnaba)

Momen Hari Kemerdekaan ke-80 jatuh pada Minggu (17/8/2025), jadi momen filosofis bagi Ketua DPRD Bojonegoro, Abdulloh Umar. Menurutnya, angka 80 menyimpan makna amat mendalam, utamanya dalam kaitan persatuan dan kedaulatan.

‎Angka 80, kata Abdulloh Umar, bukan sekadar usia kemerdekaan. Namun juga membawa pesan semiotika dalam struktur angka itu sendiri. Dia menyebut, angka 80 tersusun atas tiga lingkaran. Dua lingkaran saling bertumpuk, dan satu lingkaran berdiri sendiri.

“Ini dalam konteks bentuk ya. Kita lihat, yang satu lingkaran bertumpuk (8), satunya lagi lingkaran sendirian (0). Ini punya makna yang cukup mendalam” ucap Umar pada Jurnaba (16/8/2025).

Umar menjelaskan lingkaran yang bertumpuk adalah simbol persatuan. Motivasi untuk bersatu. Sementara lingkaran yang berdiri sendiri, adalah gambaran dari kedaulatan dan keteguhan yang bulat, yang mana, memang membawa pesan tentang integritas.

“Jadi kalau kita lihat, angka 8 itu simbol persatuan karena menyatukan dua 0 bertumpuk menjadi satu. Sementara angka 0 adalah simbol keteguhan dan kedaulatan yang bulat” imbuhnya.

Menurut Umar, bukan sebuah kebetulan jika HUT RI ke-80 mengambil tema: Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju. Sebab menurutnya, angka 8 dan 0, dalam hal ini adalah 80, merupakan simbol dari persatuan dan kedaulatan itu sendiri.

Bersatu dan Berdaulat (Jurnaba)

‎Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, angka 8 dan 0 yang saling terhubung tanpa ujung,  menggambarkan persatuan, dasar kedaulatan bangsa. Sementara Garis membentuk angka tersebut juga menyiratkan kesejahteraan rakyat, yang menjadi pilar dalam perjalanan menuju Indonesia Maju.

“Semua orang tentu bisa menafsir. Saya secara personal, memaknai 80 sebagai persatuan dan kedaulatan” ucapnya lagi.

Lebih jauh Umar menjelaskan, pada momen saat ini, persatuan antar masyarakat menjadi perihal penting. Sebab, 8 menggambarkan persatuan dari angka 0. Sementara angka 0 berdiri sendiri membawa keteguhan.

“Karena itu, tahun ini adalah tahun yang menggambarkan makna bersatu dan berdaulat” ucap Umar.

‎Umar berharap, tahun ini benar-benar menjadi momen penting. Khususnya terkait isu Persatuan dan Kedaulatan. Lebih menarik lagi, kata Umar, angka 80 tergambar dari nilai-nilai keseimbangan dan keteguhan hati.

Tags: Abdulloh UmarBersatu dan BerdaulatPersatuan Bojonegoro
Previous Post

Jazz Bengawan, Orkes Penjaga Lingkungan

Next Post

Pengendalian OPT dan Pengaplikasian Alat Bantu Pupuk pada Tanaman Jagung Oleh KKN Unugiri Desa Nglampin

BERITA MENARIK LAINNYA

Komisi C DPRD Bojonegoro Bahas Realisasi APBD 2025 dan Proyeksi Pelaksanaan APBD 2026
Peristiwa

Komisi C DPRD Bojonegoro Bahas Realisasi APBD 2025 dan Proyeksi Pelaksanaan APBD 2026

09/01/2026
Bakti Bumi, Diskusi Agro Ekologi di Bukit Pagerwesi
Peristiwa

Bakti Bumi, Diskusi Agro Ekologi di Bukit Pagerwesi

28/12/2025
Abdulloh Umar Ajak Masyarakat Bersikap Empatik Sambut Tahun Baru 2026
Peristiwa

Abdulloh Umar Ajak Masyarakat Bersikap Empatik Sambut Tahun Baru 2026

24/12/2025

Anyar Nabs

Mekanisme Kekerasan Sistematis dalam Tragedi 1965 Jawa Timur

Mekanisme Kekerasan Sistematis dalam Tragedi 1965 Jawa Timur

12/01/2026
Asem Jawi Pangimbang Jati, Kredo Ekologi dari Bojonegoro

Asem Jawi Pangimbang Jati, Kredo Ekologi dari Bojonegoro

11/01/2026
Sang Penjaga Gawang antara Api Tradisi dan Modernitas

Sang Penjaga Gawang antara Api Tradisi dan Modernitas

11/01/2026
Masa Depan yang Sesungguhnya

Masa Depan yang Sesungguhnya

10/01/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: