Trotoar dan Pendidikan, Semiotika Masa Depan Bojonegoro
Pendididikan dan trotoar memiliki kemiripan semiotik. Trotoar yang baik mempercepat langkah menuju tujuan. Pendidikan yang baik mempercepat langkah menuju masa...
Read morePendididikan dan trotoar memiliki kemiripan semiotik. Trotoar yang baik mempercepat langkah menuju tujuan. Pendidikan yang baik mempercepat langkah menuju masa...
Read moreApakah keberadaan gadget adalah kesalahan? Atau kita yang butuh ilmu untuk mengendalikan? Hmm ~ Belajar era kekinian ternyata memiliki banyak...
Read moreSadar nggak sih, Nabs, kenapa angka 21 disebut selikur, tapi 25 tidak disebut demikian melainkan selawe dan 50 tidak disebut...
Read moreSumpah Pemuda, selama ini masih lekat aspek historis (sejarah). Sementara aspek yuridis (hukum), kedudukan sumpah pemuda dalam sistem hukum Indonesia...
Read morePerkara jilbab membawa dampak pada stereotyping terhadap perempuan. Sementara lelaki lupa bahwa menundukkan pandangan untuk menghindari ‘kerawanan’, adalah aurat yang...
Read moreDalam perihal berkembangnya islam, Arab dan Jawa tak bisa dipisahkan. Ini alasan kenapa huruf jawa (hanacaraka) kakinya di bawah, sementara...
Read moreKH Zainuddin Mojosari merupakan ulama Bojonegoro yang berdakwah di Kabupaten Nganjuk. Selain masyhur Waliyullah Nganjuk, beliau juga guru dari para...
Read moreDi dalam dunia terdapat suka dan duka. Ada kelahiran dan kematian. Semua akan tiba tanpa penjadwalan. Senja di kota menampakkan...
Read moreBerdasar data IQAir yg diakses pada 3 Oktober 2022 pukul 10.00 wib, sangat jelas menunjukan status kualitas udara di Bojonegoro...
Read moreBagi guru di masa sekarang atau masa lampau, kreatifitas adalah kunci untuk mengarungi samudera pendidikan lintas zaman. Dewasa ini perkembangan...
Read more