Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Peran Bambu dalam Menjaga Sungai Bengawan Solo dari Erosi

Bakti Suryo by Bakti Suryo
10/04/2019
in JURNAKULTURA
Peran Bambu dalam Menjaga Sungai Bengawan Solo dari Erosi

Bambu memiliki kontribusi sangat besar bagi Indonesia. Menilik sejarah, bambu merupakan senjata andalan para pejuang. Kenapa bambu digunakan sebagai senjata? Bukan batang pisang, daun waru atau bengkuang yang dilempar?

Bambu biasa dipergunakan untuk berbagai keperluan hidup masyarakat. Misalnya, membikin rumah atau perabotan. Sebenarnya, tanaman ini tidak hanya mempunyai manfaat ekonomi. Rumput raksasa ini juga punya potensi besar dalam konservasi lingkungan.

Pohon bambu tumbuh secara berumpun. Satu tunas mampu tumbuh hingga puluhan pohon. Mengutip Medco Foundation, tanaman bambu mempunyai kemampuan menjaga ekosistem lingkungan. Akar bambu memiliki kerapatan yang tinggi. Sistem pertumbuhan akarnya pun menyebar ke segala arah. Baik ke dalam atau pun menyamping.

Lahan yang banyak ditumbuhi rumpun bambu, biasanya memiliki kondisi sangat stabil. Tanah tidak mudah erosi. Itu karena akar rumput bambu yang menyebar mampu mengikat tanah. Oleh sebab itu, air lebih mudah terserap dan masuk ke dalam tanah.

Sebenarnya, bambu merupakan tanaman yang sangat adaptif. Bambu mampu tumbuh di lahan yang tidak banyak air. Pada kondisi seperti pegunungan, bambu juga mampu tumbuh di lahan yang curam. Pada kisaran ketinggian hingga 1.500 mdpl. Peran bambu inilah yang menjaga lahan curam agar tidak mudah longsor.

Hal ini sebenarnya sangat bisa dimanfaatkan oleh pemerintah dan masyarakat Bojonegoro. Belakangan ini, Sungai Bengawan Solo memiliki potensi terjadi erosi dan tanah longsor. Daerah aliran sungai (DAS) mengalamai erosi karena tidak adanya tanaman yang menaungi tanah. Seperti yang kita tahu, Bengawan Solo merupakan sungai purba.

Misalnya daerah aliran Sungai Bengawan Solo di Desa Tikung, Kecamatan Gondang, Desa Mojo, Kecamatan Kalitidu dan Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, hingga di Desa Kuncen Kecamatan Padangan. Kawasan tersebut rentan longsor.

Salah seorang warga pinggir bengawan di Desa Kuncen Kecamatan Padangan, Handoyo mengatakan, pinggir bengawan memang rentan longsor. Terlebih, jika debit air bengawan mengalami fluktuasi. Longsor sering terjadi. Adanya rerimbun pohon bambu dipercaya mampu mereduksi potensi longsor.

“Ini sering longsor, makanya warga menanam pohon di pinggir sungai. Selain bambu, ada juga pohon waru,” tutur Handoyo.

Di kawasan pinggir bengawan, memang banyak ditemui pepohonan bambu. keberadaannya bukan tanpa alasan. Ada tujuannya. Yakni, mampu mengikat tanah pinggir bengawan yang konturnya gembur. Adanya bambu, diharap mampu membikin tanah lebih kuat. Sebab diikat akar bambu.

Kemampuan rumpun bambu yang mampu menjaga tanah, harusnya bisa dimanfaatkan. Khususnya untuk menjaga kondisi tebing Sungai Bengawan Solo. Rumpun bambu dapat mencegah erosi tanah daerah aliran Sungai Bengawan Solo. Nantinya, pohon bambu juga bisa dimanfaatkan hasilnya. Untuk membikin rumah misalnya.

Tags: Longsor BengawanManfaat BambuPohon Bambu
Previous Post

Mengintip Pelaksanaan Pemilu 2019 di Luar Negeri

Next Post

Manfaat Program Pindah Pilih bagi Warga Rantau pada Pemilu 2019

BERITA MENARIK LAINNYA

Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan
Cecurhatan

Pager Negoro: Padangan dalam Jejak Perjuangan Mancanegara Wetan

18/05/2026
‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman
JURNAKULTURA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman

08/04/2026
Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian
JURNAKULTURA

Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian

31/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Tanda-Tanda Reformasi Jilid 2

Tanda-Tanda Reformasi Jilid 2

15/06/2026
Tahun Baru Islam dalam Lintasan Zaman

Tahun Baru Islam dalam Lintasan Zaman

14/06/2026
Festival Wastra Batik Bojonegoro 2026 jadi Panggung Sejarah, Budaya, dan Ekonomi Kreatif Bojonegoro

Festival Wastra Batik Bojonegoro 2026 jadi Panggung Sejarah, Budaya, dan Ekonomi Kreatif Bojonegoro

13/06/2026
Kuda, Pohon, dan Laut yang Terbakar: Hikmah Humor dan Pencurian (19)

Kuda, Pohon, dan Laut yang Terbakar: Hikmah Humor dan Pencurian (19)

12/06/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: