Perhelatan Liga 3 secara spesifik memang belum ditentukan waktunya. Namun, beberapa kontestan Liga 3 sudah mulai membuka pendaftaran atau seleksi pemain.
Bersama dengan Liga 1 dan Liga 2, Liga 3 Indonesia ditunda saat merebaknya virus corona. Berbeda dengan Liga 1 dan Liga 2, belum ada Asprov yang memainkan laga Liga 3. Sejatinya diawali pada bulan Juni. Namun tertunda sementara karena pandemi corona.
Setelah PSSI memutuskan untuk kembali memulai semua liga pada Oktober, sejumlah klub Liga 3 kemudian mulai berancang-ancang dengn membuka seleksi pemain. Para klub tersebut dengan berani membuka seleksi pemain meskipun belum ada kejelasan mengenai kapan kompetisi dimulai.
Salah satu klub yang membuka seleksi pemain adalah Persikota Kota Tanggerang. Klub berjuluk Bayi Ajaib itu memulai seleksi pemain pada Senin (20/7/2020). Lapangan Argo Pantes di Kota Tanggerang jadi lokasi seleksi.
Dilansir dari akun resmi klub, seleksi akan dibagi jadi 2 gelombang. Gelombang pertama adalah seleksi untuk pemain kelahiran Kota Tanggerang. Sedangkan gelombang kedua seleksi untuk pemain luar Kota Tanggerang.
Meski membuka seleksi terbuka, Persikota juga tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Calon pemain yang datang ke seleksi harus berada dalam kondisi sehat dan menggunakan masker saat berada di sekitar lokasi seleksi.
Selain Persikota Kota Tanggerang, ada pula klub asal Sulawesi Tenggara, Konsel Utama dan klub Sumatera, Putra Simalungun Nusantara juga melakukan seleksi pemain. Mereka jadi klub yang berani mempersiapkan tim meski belum ada kejelasan.
Ketua Umum PSSI menyatakan jika semua liga akan dimulai antara Oktober dan November. Keptusan itu tertuang dalam SKEP terbaru yang ditandatangani pada 27 Juni 2020 dan diumumkan secara resmi pada Minggu, 28 Juni 2020 mengenai pelaksanaan kembali Liga 1 dan Liga 2.
Mochamad Iriawan mengatakan jika kampanye “New Normal” yang digaungkan pemerintah bisa diwujudkan dalam bentuk pertandingan sepakbola. Karena itu, kompetisi tetap akan digulirkan pada tahun ini.
“Kita perlu melakukan kampanye lewat sepakbola bahwa Indonesia sudah mulai beradaptasi dan belajar dengan situasi ‘New Normal’ dengan menjalankan protokol kesehatan. Lewat kompetisi sepak bola adalah kampanye yang baik bagi dunia luar,” tegas Mochamad Iriawan.
Liga 1 dan Liga 2 memang diatur oleh PSSI Pusat. Sementara Liga 3 jadi tanggung jawab Asosiasi Provinsi PSSI. Setelah melalui babak regional, nantinya akan dilanjut ke putaran nasional di mana pelaksanaan kompetisi akan diatur oleh PSSI Pusat.
Beberapa Asprov PSSI Daerah sudah memberi sinyal kembalinya kompetisi Liga 3. Contohnya Asprov PSSI Jawa Timur. Mereka memastikan untuk menggelar Liga 3 Jatim pada 2020 ini.
Selain itu, Asprov PSSI Jawa Tengah juga siap untuk kembali menggelar kompetisi. Tim Asprov Jateng akan melakukan verifikasi terhadap tim atau calon peserta. Namun semua akan terus melihat kondisi dan situasi terkini lebih dulu.
Jika benar-benar dilanjutkan, kemungkinan besar laga Liga 3 akan dilaksanakan tanpa penonton, seperti liga-liga lainnya yang terdampak pandemi corona.








